Masa lalu..memang seharusnya jadi sesuatu yang tidak usah diperhitungkan lagi, baik buruk tetaplah masa lalu, sekarang harus memikirkan bagaimana waktu dihabiskan untuk menjadi sesuatu yang baik, dan suatu hari nanti diingat sebagai masa lalu yang indah, kalau tidak berhasil menjadikan hari ini menjadi sesuatu yang baik berarti saatnya mengambil hikmah dari semuanya, sehingga suatu saat akan menjadi sesuatu yang baik.
Melihat atau menemukan masa lalu yang selama ini terpendam dari orang lain dapat juga mengisyaratkan sesuatu, bahkan bisa juga sebagai acuan bagaimana seseorang berkata benar atau salah, bohong atau jujur. Misalnya begini, saat ini si A bilang kepada si B sahabatnya "di sekolah gue selalu dapet ranking 5 besar" dan suatu saat si B gak sengaja melihat record dari raport si A yang ternyata gak pernah dapet ranking, bahkan angka2 di dalam buku raport si A warnanya dominan merah, jadi si B tau ternyata pada saat si A bilang bahwa dia adalah salah satu yang terpandai di kelas adalah bohong belaka, mungkin si A memang berniat memperbaiki nilainya, karena dia saat ini memang baik, santun, tetapi tetap saja meninggalkan nilai minus di depan B, bisa jadi si B tidak akan mudah percaya omongan A, atau bisa2 memang sudah tidak mempercayai si A lagi.
Mungkin saja si A berkata seperti itu untuk mendapat highly appreciated dari B, tapi sayangnya sesuatu yang cenderung munafik memang susah mendapat tempat di hati. Itu baru cerita simpel, bagaiman dengan cerita2 lain yang lebih kompleks, tentunya lebih kompleks juga tingkat ketidak-percayaan seseorang. Mungkin saja si A memang bersungguh2 tidak pernah mengulangi kebohongannya kepada B sahabatnya sendiri, tetapi bukan alang kepalang lembaran persahabatan yang ada di hati B untuk A memang sudah kotor sebagian, tingkat kejujuran si A jadi diragukan, karena bagaimana mungkin persahabatan yang telah terjalin bertahun2 ternyata tidak cukup membuat si A untuk menceritakan sesuatu dengan jujur? itu pun cuma masalah nilai pelajaran, bagaimana yang lain?. Contoh diatas mungkin kurang tepat, kurang kompleks, karena memang saya bukanlah pencerita dan pembuat perumpamaan yang baik. Tapi saya baru menyadari bahwa memberi seseorang kepercayaan yang berlebihan memang kurang baik, dan saya bersyukur bahwa hal ini dapat membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menyadarkan saya bahwa harus hati2 dalam mempercayai seseorang, fakta dari segores masa lalu telah berbicara kalau sebenarnya apapun yang telah diucapkan pada saat itu hanya omong kosong belaka, ya..mungkin sekarang berbeda, tapi fakta yang terbuka dari masa lalu itu membuat penilaian saya berkurang sedikit demi sedikit, dan membuat saya tidak mudah percaya walaupun dengan kata2 paling manis yang pernah saya dengar, mungkin saja kan saat ini bisa menjadi masa lalu yang ternyata sama bohongnya dengan masa lalu yang lain?
Kadang kita melihat seseorang begitu sempurna, dan kesempurnaan itu terlihat karena kita mencintai, diluar itu semua...manusia tetaplah manusia.
**Thanks for being a gombal person (kalau tidak bisa dikatakan lier) :))
Melihat atau menemukan masa lalu yang selama ini terpendam dari orang lain dapat juga mengisyaratkan sesuatu, bahkan bisa juga sebagai acuan bagaimana seseorang berkata benar atau salah, bohong atau jujur. Misalnya begini, saat ini si A bilang kepada si B sahabatnya "di sekolah gue selalu dapet ranking 5 besar" dan suatu saat si B gak sengaja melihat record dari raport si A yang ternyata gak pernah dapet ranking, bahkan angka2 di dalam buku raport si A warnanya dominan merah, jadi si B tau ternyata pada saat si A bilang bahwa dia adalah salah satu yang terpandai di kelas adalah bohong belaka, mungkin si A memang berniat memperbaiki nilainya, karena dia saat ini memang baik, santun, tetapi tetap saja meninggalkan nilai minus di depan B, bisa jadi si B tidak akan mudah percaya omongan A, atau bisa2 memang sudah tidak mempercayai si A lagi.
Mungkin saja si A berkata seperti itu untuk mendapat highly appreciated dari B, tapi sayangnya sesuatu yang cenderung munafik memang susah mendapat tempat di hati. Itu baru cerita simpel, bagaiman dengan cerita2 lain yang lebih kompleks, tentunya lebih kompleks juga tingkat ketidak-percayaan seseorang. Mungkin saja si A memang bersungguh2 tidak pernah mengulangi kebohongannya kepada B sahabatnya sendiri, tetapi bukan alang kepalang lembaran persahabatan yang ada di hati B untuk A memang sudah kotor sebagian, tingkat kejujuran si A jadi diragukan, karena bagaimana mungkin persahabatan yang telah terjalin bertahun2 ternyata tidak cukup membuat si A untuk menceritakan sesuatu dengan jujur? itu pun cuma masalah nilai pelajaran, bagaimana yang lain?. Contoh diatas mungkin kurang tepat, kurang kompleks, karena memang saya bukanlah pencerita dan pembuat perumpamaan yang baik. Tapi saya baru menyadari bahwa memberi seseorang kepercayaan yang berlebihan memang kurang baik, dan saya bersyukur bahwa hal ini dapat membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menyadarkan saya bahwa harus hati2 dalam mempercayai seseorang, fakta dari segores masa lalu telah berbicara kalau sebenarnya apapun yang telah diucapkan pada saat itu hanya omong kosong belaka, ya..mungkin sekarang berbeda, tapi fakta yang terbuka dari masa lalu itu membuat penilaian saya berkurang sedikit demi sedikit, dan membuat saya tidak mudah percaya walaupun dengan kata2 paling manis yang pernah saya dengar, mungkin saja kan saat ini bisa menjadi masa lalu yang ternyata sama bohongnya dengan masa lalu yang lain?
Kadang kita melihat seseorang begitu sempurna, dan kesempurnaan itu terlihat karena kita mencintai, diluar itu semua...manusia tetaplah manusia.
**Thanks for being a gombal person (kalau tidak bisa dikatakan lier) :))
7 comments:
Well, sering dgn berjalannyah waktu
Qta bisa membedakan teman, bukan milih2 temen,ga se-extream ituh,cuman paling ga,...
Qta tau siapa sajah yg bisa diajak ber 'baur' ttg suatu masalah.
firman
http://firmanthesuperhero.blogspot.com
100 for kere kemplu!!!! very wise!
Jangan salah cewek juga seneng lagi dibonga2in (dibohongin loh) ama cowok ketika pacaran...gak salah nikmatin aja ..loh kok!? hehehe
Gitu juga ama temen kalo gue iya'in aja bkin seneng khan pahala..tapi kalo dah ketawan ngerugi'in kita baru disikat (kaya bak mandi itu loh! wakakaak)
Ya mimi sayang masa lalu gak bisa diapa2in.
Yang di depan jauuuuh lebih susah! Satu lagi kalo mempercai orang berlebihan (biasanya karena cinta) itu mungkin bahaya karena tidak ada yang melebihi Tuhan di dunia ini ...semua yang berlebih akan di patahkan!!!! pengalaman pribadi neh hi hi hi
Re-Pakde: betul betuull..tanpa dendam kesumat, memang kok :) sudah terlaksana dengan baik, hidup berjalan seperti biasa. Sedang berusaha keras buat membunuh rasa sakitnya, andai ada betadhine buat sakit hati, pasti sudah saya borong hehehe... :))
cinta sejati itu tidak datang dari manusia, tapi bisa dicari lewat manusia.. :) gombal gak? :P
Kejujuran sudah menjadi barang langka di dunia ini. Dengan demikian kejujuran tidak bisa dilepaskan dari sisi lain seorang manusia dalam menggapai teman sejati atau pasangan sejati. Kejujuran adalah sejatinya hati manusia....
karena ada pengalaman masa lalu, maka untuk hari ini dan esok kerap ter-gombalisasi-kan, baik secara sadar atau tidak (begitu mengalirnya hingga tak tersadarkan), begitu ngkali, yak ?
btw, makacih, yak, komentarnya... :)
Post a Comment