Tuesday, December 27, 2005

Quick... Choose a Card!

Hualooooooooooo... apa kabar semua, kangen juga nih sama kawan2 sesama blogger, terutama kangen sama blog gue sendiri. Suasana malam ini dilaporkan cerah, suasana hati sedang gundah-gulana, mengapa? bukan sulap bukan sihir ada dua pekerjaan mampir, sama2 gambling hihihi... lama2 gila nih, ku harus memilih ya mana na na na .... mungkin satu2nya cara adalah berbicara sama Sang Pembuat Keputusan, minta dipilihkeun ;) nanti malam aku akan laporan, semoga gak ketiduran. Huh! seperti memilih dua pangeran untuk satu putri, bedanya ini bukan pangeran tetapi tukang pukul!
Banyak pilihan bingung takut salah pilih, gak punya pilihan bingung juga, pasti bilangnya "enakan banyak pilihan gampang menentukan" huhuhuhu... kata2 yang suka gak terkontrol disaat pikiran bumpet. Kalo dipikir2 mungkin ini disebabkan oleh keinginan manusia yang selalu cenderung ingin lebih.. bukan cukup, ditambah ego, dan keterbatasan pengetahuan (bukan minim pengetahuan loo, karena kalo minim pengetahuan mungkin lebih gampang menentukan pilihan).

..... masih ada satu hari lagi, tomorrow is the day for make a quick decision...

Semoga gue bisa mensyukuri semuanya, baik.. buruk.. menurut gue pasti baik menurut Kanjeng Gusti.. kalo gue pintar mengambil hikmah..

Semoga juga, pilihan gue nanti menjadi salah satu pilihan awal tahun yang membawa kemaslahatan.. Amien..

Thursday, December 01, 2005

Celoteh Sore...DiArY-BLoG dan sedikit tentang DodoliPeT

"Progress reportnya mana?" tiba2 salah seorang teman kerja masuk ke ruangan gue, menanyakan sesuatu yang "tidak jelas". Progress report yang mana? report kan ada banyak brur, gue jawab dengan muka tanpa ekspresi.
Entah kenapa gue suka sebel sama orang yang tanpa teding aling2 menanyakan sesuatu seperti layaknya gue "dewa" yang dianggap ngerti isi hati setiap orang. Jadi kalo gue gak tau, dia malah heran. Padahal pertanyaan mr. dodolipet itu memang selalu gak jelas. Seperti orang kesasar menanyakan laporan keuangan kepada seorang arsitek, atau tanya cara barlayar kepada seorang petani. Selalu salah alamat. Kenapa ya? dan anehnya banyak juga yang seperti itu? huh!
Loh kok jadi curhat tentang kerjaan? ah gak apa2 ya, salah satu guna blog bagi gue adalah menumpahkan segala unek2 yang masih pantas dibaca ;)
Cerita itu hanya interupsi sebelum masuk ke alinea utama, karena dodlipet itu memang muncul pas gue pingin nulis.
Ah..bahkan gue belum memutuskan untuk bercerita apa saat ini, karena gue memang selalu posting blog tanpa skenario, langsung tancep, ketik di template yang sudah disediakan oleh blogspot. Running like a water, kalo mandek dan tiba2 gak mood ya di cancel, besok tulis lagi yang lain. Kebiasaan jelek? mungkin :)
Menulis bagi gue sama dengan membuat lukisan, gambar, puisi, yang bisa terwujud kalo gue lagi mood, lagi ada ide, lagi mau, lagi seneng, sedih. Pokoknya spontan. Mungkin itu berarti...gue gak berbakat jadi penulis karya ilmiah ya ;)
Ngomong2 blog, gue jadi teringat sebuah buku diary berwarna coklat, bergambar rumah dengan latar belakang hutan belantara. Ini adalah salah satu diary gue waktu kanak2 dulu, di jaman dimana internet masih belum terlalu populer, di jaman handphone masih merupakan barang mewah, dan paling banter anak2 SMA "cuma" pake Pager.
Kenapa gue bilang salah satu? karena gue punya banyak buku diary, bukan karena satu dairy gak cukup, tapi karena gue gak pernah awet sama satu buku. Kadang kalo nemu buku bagus lantas gue beli, lupa kalo di rumah sudah punya, tepatnya dilupa-lupain. Boros? kayaknya! Nyesel? sudah pasti! karena kalo uang yang gue belanjain buat diary2 itu kalo dikumpulin bisa buat beli parfum The Body Shop saat ini. Dan lagi isinya juga cuma gitu2 aja, kebanyakan tentang masa2 sekolah, cowok, dan hal2 gak penting lainnya, tapi walaupun gak penting, tetep aja lucu kalo dibaca ulang, jayus abiiiizz!! bahasanya itu loohh, kayak dibuat2, dibagus2in, padahal gak ada yang baca kecuali gue. Biasanya gue nulis diary sambil ndelosor (tiduran tengkurap) diatas tempat tidur, menerawang, mikir2, senyum2, lalu menuliskan aksara demi aksara, kadang2 digambar-gambar, pulpennya warna-warni, pake spidol juga suka, kalo lagi iseng pake krayon! salah satu hobi gue kalo gak boleh dibilang kesukaan yang aneh adalah mencoba2 alat tulis, kalo buku bisa ditulis sama arang mungkin akan gue coba pake arang. Arang juga alat tulis kan? eh bukan ya? maap :))
Setiap diary pasti punya nama, sok imut kali ya :P ada yang namanya Bintang, Bulan, Matahari, Mory, Dike,.... gue gak inget lagi. Di awal paragraf pasti ada tulisan "Dear Dike" atau "Bintang sayang".... *bersemu2 nih...hihihi isin aku :P
Kalau lagi pol in lop, halaman demi halaman diary itu penuh dengan nama si cowok, hoping, praying, bahkan sampe sumpah serapah. Herannya cowok2 yang ada di dalam diary itu adalah cowok2 yang gak pernah gue miliki! :))... just admiring so much, tanpa berani menunjukkan, atau malah..ditolak! hahahaha :D
Justru my beloved one yang sekarang ini dijamin juarang sekali diabadikan dalam tulisan. Mungkin karena ketemunya pas gue udah mendekati seperempat abad, bukan anak lima belasan atau tujuh belasan.
Tapi seiring bertambahnya usia, kesukaan gue menulis diary jadi berkurang, gak terlalu bermanfaat kayaknya. Karena gue bukan orang yang "sangat rapi" dalam menyimpan hal2 pribadi, dan gak terlalu melankolis.
Blog adalah salah satu media yang tepat, selain gak ganti2 alias awet, lewat blog gue juga bersosialisasi, nambah temen, berbagi informasi, dan gak melulu menulis yang bersifat pribadi. Media berkreatifitas? mungkin saja. Lewat blog juga gue bisa menemukan bacaan2 alternatif yang bermutu seperti ini atau ini, ini, itu, dan masih boanyak lagi, kapan2 aku kasih lagi yang lain. Dua link pertama adalah blog yang biasanya pertama kali gue buka kalo mau blogwalking, dua link yang terakhir kalo gue pingin baca sesuatu yang sedikit serius, dan lagi gak males baca :). Dan kadang kalo temen blog gue ada yang gak update blognya untuk beberapa lama (gak hanya temen2 dengan blog yang udah gue link diatas loh, tapi semua yang sering saling mengunjungi), gue jadi kangen, dan merasa kehilangan, gak ada bacaan, dan gak bisa "ngobrol" (dengan membaca blog saja, kadang gue sudah merasa ngobrol sama si empunya), kelainan gak ya gue? ;)
Blog lebih tepat guna untuk kondisi gue sekarang ini. Dan buku diary adalah salah satu artefak sejarah, benda yang patut dikenang, karena kalo gak ada diary gue gak bakal bisa belajar mencurahkan isi hati, diary adalah langkah awal menulis, salah satu saksi mata tumbuh kembangnya seorang anak perempuan yang doyan makan ini. Sama seperti Blog :)) ...*eh blog bisa juga dibilang dairy kan ;)

Thursday, November 24, 2005

Letters Through Times

Mau bikin surat wasiat, surat pengakuan dosa, ..mau bikin peta harta karun, or a secret letter untuk disimpan sendiri tapi bingung mau bikin dimana dan dengan media apa agar kerahasiaannya tetap terjaga? dan terutama agar bisa di reminder lagi bahkan untuk jangka waktu 20 tahun kedepan? Hubungi 0813-188600-XX :)).... huuusss becanda aja nih. Tapi betul kok, kita-kita bisa bikin dokumen rahasia yang tetap tersimpan sampai beberapa dekade. Caranya gampang, sodara2 tinggal mengunjungi situs ini.
Situs Forbes.com yang dimiliki Forbes Magazine tersebut melayani pengiriman e-mail ke diri sendiri yang akan dikirimkan di waktu tertentu yang ditetapkan oleh si pengirim e-mail. Jadi misalnya gue pingin bikin surat yang isinya
cerita tentang masa-masa pacaran sampai kehidupan perkawinan gue nanti, terus gue kirim ke e-mail gue sendiri melalui link yang udah gue tempel diatas itu, nanti sama mereka akan dikirimkan 5 atau 20 tahun mendatang ke e-mail gue (tergantung gue maunya berapa lama). So e-mail yang berisi cerita tadi bisa gue liat lagi, mungkin untuk bernostalgia, atau gue jadiin kado buat pasangan trus baca sama2 deh, romantis juga kan ;).
Tapi Forbes juga realistis, walaupun iming2nya mereka akan do the best to keep and deliver the letter on time to us, tapi gak menutup kemungkinan juga untuk gagal. Karena mereka juga gak bisa memastikan apakah mereka -Forbes Magazine- akan tetap bertahan sampai 20 tahun kedepan, walaupun memang mereka telah eksis selama 85 tahun sampai saat ini. Selain itu mereka juga tidak dapat memperkirakan apakah database dan aplikasinya akan tetap duduk manis di server mereka selama jangka waktu sampai 20 tahun. Maka dari itu Forbes juga menggandeng dua partner yang berbeda untuk mendukung project mereka, salah satunya adalah ini. Jadi kalo ada apa2, partner2 mereka akan meneruskannya. Kalo semuanya bangkrut, ya gak tau lagi deh hehehe ;)
Temen gue bilang layanan The E-mail Time Capsule ini (oh iya dari tadi gue gak nyebutin nama layanannya ya:P ) cuma proyek iseng, manfaatnya gak terlalu besar. Hmmm....manfaatnya ....emang gak terlalu penting untuk saat ini kali ya, untuk gue khususnya hehehe, tapi siapa tau someday layanan ini bakal populer. Bagi gue sih lumayan lah buat 'hiburan' atau sekedar iseng2, pokoknya buat hepi2an aja (bahasanya..ampun deh x(..)
Jadi sodara2 bila kita ingin membuat lantas menyembunyikan dokumen agar tetap rahasia sampai saat yang telah ditentukan tiba, kita gak perlu lagi ngumpetin dokumen/tulisan/ ke dalam peti atau kotak besi yang dikunci rapat2 dengan pengaman 10 lapis, dan menimbunnya secara membabi buta (karena takut terlacak anjing) ke dalam tanah, seperti yang dilakukan orang2 di jaman dimana bajak laut masih menjadi trend. Cukup klik ini saja..beres...
And u can say to the hidden document..."see u next year, 5 years later, or 20 years later...bye-bye, sayonara, adios amigos" ;)

Tuesday, November 22, 2005

JEJAK ROKOK KLOBOT

Bungkusan dekil itu tersembul di laci almari papa, warnanya coklat, sepintas seperti sampul coklat buku2 SD gue. Bentuknya kotak ukurannya kira2 4x10 cm isinya ada 4 batang, tanpa merek. Sayangnya gak bisa gue poto karena gak ada kamera :(. Hanya gambar disamping ini yang kira2 mirip dengan isi bungkusan itu -kecuali mereknya dan bentuknya yang makin besar kayak huruf A- jadi ya gue tempel aja. Oh iya posting ini harusnya lebih cocok ditulis pakdhe ;)
Kenapa bungkusan itu ada di almari seorang bokap yang tidak merokok? ternyata itu kenang2an dari mbah kakung, hasil ngembat dari atas meja makan omah ijo katanya. Ckckck kleptomania atau keinginan sentimentil ya pap? hihihi maap :)
Mbah kakung memang seorang perokok berat, mulai dari cerutu, menghisap pipa rokok, lingwe alias linting dewe, sampai klobot. Hobi itu diikuti sama mbah putri, yang jelas cewek kalo merokok di jaman itu pastinya sih bukan untuk gaya2an, apalagi mengikuti trend, tapi untuk mengganti kebiasaan menginang yang memang kurang praktis.
Ada cerita yang unik berkaitan dengan rokok klobot, konon Roro Mendut putri dari Pati itu jualan rokok kretek yang dibungkus daun jagung kering ini. Karna rokoknya direkatkan dengan ludah sang putri maka dagangannya pun laris manis! kebanyakan laki2 yang beli. Ckckck baru ludahnya aja udah pada tergoda....uhuuuuy :))
Dulu, waktu gue masih sering ber-romantis2an dengan mengunjungi Nganjuk dan sekitarnya, gue selalu beli rokok lokal bangsa klobot ini, tapi yang udah dikemas dan bermerk, sebenernya tujuan gue beli bukan totally untuk dikonsumsi, tapi seneng aja liatnya, abis merknya aneh2, ada Tjap Djeruk (yg ini kretek dengan bungkus non klobot) Tjap Manggis, Tjap Kopiah, dll. Bagi gue rokok klobot ini tergolong berat, menghirupnya harus tarik napas dalam2, dikeluarin asepnya pelan2, kalo gak gitu..ngalamat tersedak. Sewaktu menghirupnya gue merasa 'aroma disekeliling gue berbeda, sedikit kuno dan...romantis, hihihi aneh ya...:))
Di Nganjuk setiap toko kelontong tradisional yang umumnya dimiliki oleh encek2 ini pasti jual rokok klobot, ada yang sudah dikemas dengan merk (seperti yang suka gue beli), tanpa merk (seperti jejak rokok klobot si mbah yang ada di lemari berkas bokap), sampe yang belum diracik, alias masih berupa tembakau, minyak cengkeh dan saus rokok yang terpisah, jenis yang terakhir ini mungkin ditujukan bagi orang2 yang udah jago "ngoplos" rokok, biasanya sih para senior2 seangkatan si mbah.
Ada juga rokok klembak, yaitu rokok klobot campuran tembakau, minyak cengkeh, dan kemenyan..huih..yang ini gue belom pernah ngerasain, kalopun nemu juga gak berani ngisep. Gak kebayang rasanya cok!
Katanya sih rokok kretek asli yang asalnya cuma dari lintingan tembakau yang dibungkus klobot plus diolesi minyak cengkeh dipercaya bisa menjadi obat dada sesak. Gak tau betul apa nggak, yang jelas cerita ini sudah dipercayai dikalangan perokok tradisional di jawa. Ntah karena sugesti atau gak, mereka yang punya masalah sakit dada (bukan sakit hati lo) langsung berkurang rasa sakitnya setelah mengkonsumsi rokok klobot ini.
Untuk bangsa rokok kretek terkenal seperti Dji Sam Soe, di bagian belakang bungkusnya mencantumkan kata2 yang berkaitan dengan kepercayaan diatas, kalo gak salah bunyinya gini: "sangat bagus untuk batuk..." gue gak inget lagi lanjutannya, karena jarang beli.

Menimang-nimang bungkus rokok klobot mbah kakung, ragu2 antara nyobain atau gak. Akhirnya gue putuskan untuk tetap meletakkannya di tempat 'persembunyiannya' selama ini. Sayang..biar saja gak tersentuh untuk waktu yang gak ditentukan, siapa tau nanti bisa gue tunjukin ke anak gue nanti, biar dia merasakan 'bersentuhan langsung' dengan jaman mbahnya, ingat asal-usulnya, walaupun hanya lewat sebungkus rokok klobot yang warnanya sudah kumel.

Thursday, November 17, 2005

Me is The Team

Bekerja tanpa supervisi, another challenge to handle. Bulan depan salah satu senior gue (kalau gak boleh dibilang atasan) yang tersisa di kantor akan mengundurkan diri. Dan its a little bit shocky. Karena terus terang baru kali ini gue kerja seorang diri, biasanya minimal berdua, bersama pak senior. Good sign or a bad sign? semua tergantung gue, betul begitu kawan2? ya ya ... me is the team now.
Yang jelas harus bisa mengkoordinasi badan dan pikiran sendiri lebih dari biasanya, mulai membiasakan diri dengan -yang pasti- dokumen, laporan, dan 'produk' yang dulu dihasilkan atasanku itu, yang sedikit banyak akan menjadi tanggung jawab gue walaupun gak semua, minimal sampai dapet penggantinya. Karena seperti kebanyakan top user, begitupun disini, gue dituntut mengerti dan lancar menjelaskan, menjawab semua unek2 dan pertanyaan mereka, walaupun gue sebelumnya gak terbiasa dengan kerjaan yang diluar 'kerjaan' gue.
So.. biar lancar kayaknya sih, bakalan kayak waktu kuliah dulu, belajar, dan mengerjakan contoh soal nyata yang bisa didapet dari orang2 disekitar gue yang sering berhubungan dengan bapak satu itu.
Ya seperti orang belajar nyetir mobil, makin sering bawa makin lancar.
Dulu kata bokap, nge-pel lantai aja butuh belajar, kalo dianggap enteng ya bakalan kagok, wagu kalo orang jawa bilang. Dan kalau kerja itu jangan terlalu tergantung sama orang secara subjektif. Mungkin maksudnya kita gak boleh merasa 'gak enak kerja' secara terus menerus bila kehilangan teman kerja yang kooperatif, atau jadi gak semangat, males, dan gak termotivasi lagi.
Intinya can work individually as good as a team begitu.
Oke..begreifen papa ;) sip deh
Mungkin kata Kanjeng Gusti gue harus lebih dewasa (emang sih selama ini gue merasa sepertinya masih awal2 dua puluhan ;)), harus menghadapi persoalan yang lebih kompleks, harus lebih berani mengambil keputusan.
This must be the best for me for us. Good luck my friend, God bless u always :))

Wednesday, November 16, 2005

Time is ticking...

+: My heart beating faster nih, semakin dekat rasanya makin jantungan.............
Apa yang akan terjadi sabtu nanti ya?
O: Tenang aja sayang, gak usah dipikirin, nothing to loose aja, kalo gak berhasil
ya dicoba lagi
+: Gimana gak dipikirin, sabtu nanti kan penentu langkah selanjutnya untuk kita.
Harus berjalan lancar! kalo gak..aku bisa kena serangan jantung, masa mau
adu argumen lagi sama papa
O: Aku yang menghadapi nanti, sabtu besok kamu nonton tivi aja ya, gak usah
ikut-ikutan nimbrung ;) pokoknya beres
+: Emang sih cuma perkenalan aja, tapi...
O: sssssttt... :) sini... I just wanna hug u...
I wonder how can I be like this stupid in these few days. Hari sabtu nanti adalah salah satu hari yang bersejarah, cikal bakal sebuah hari bersejarah yang lain, dua keluarga bertemu. Walaupun hanya silaturahmi, tapi hal itu sudah cukup membuat gue keringat dingin, makin deket harinya rasanya semakin deg2an. Detak jantung bukan lagi di kali dua tapi pangkat lima for each day!!
Bukan apa2, my lovely papa itu agak2 gimana ya...hmmm terlalu masang muka serem, jadi inget pak Raden yang sewot kalo jambunya dicolong pak Ogah. Dan.. he is so unpredictable, kadang ramah, kadang jutek, tapi anehnya my lovely 'diablo' masih tenang2 aja tuh, heran. Gue cuma berharap dia jadi pelobi handal sabtu nanti...semoga saja...

Monday, November 14, 2005

Back to nomal?

Jakarta kembali menunjukkan wajah aslinya, hari ini hari yang sangat2 macet, apalagi gue berangkat dari daerah pinggiran yang memang naujubilah matjetnyaaa!!! mungkin hal ini dikarenakan orang2 yang pada mudik dah balik lagi dan menikmati rutinitas pulang pergi ke kantor seperti biasanya. Sebelum hari senin ini, berangkat dari rumah jam 6.45 sampe kantor jam 7.45, sekarang dengan jam yang sama gue sampe kantor jam 9.15, dan macet paling parah tragisnya gue alami di kompleks perumahan sendiri. Nasib tinggal di daerah urban mungkin :(
Hari ini udara di Jakarta dan sekitarnya kembali berpolusi, setelah beberapa minggu terakhir terasa agak menyegarkan. Sepeda motor berjumlah 5 kali lipat mungkin, mobil pun begitu, sumpah serapah dari para pengendara termasuk supir angkot menghiasi langit2 Jakarta, suara rem berdecit2 memekakkan telinga. Tukang becak (didaerah gue masih ada, jadi jangan protes) susah payah ngeles kanan ngeles kiri, menahan beban penumpangnya sambil mencari selah2 sempit diantara sepeda motor, mobil, dan angkot. Jakarta dan sekitarnya berpeluh kembali.
Kemajuan jaman, atau kemunduran? tapi yang jelas kemajuan jaman memang selalu membawa masalah. Ada gak ya pemecahan masalah yang tidak menimbulkan masalah yang lain?
Kemudahan leasing kendaraan memang memberikan kepuasan konsumtif, tetapi disisi lain menimbulkan kemacetan, polusi, dan lain sebagainya. Gak ada bedanya sama eksplorasi alam yang kadang membawa petaka. Mau hidup kayak flinstone? kayaknya gak ada yang mau, gue pun meragukan kesanggupan gue untuk itu, emang sanggup ngerem mobil pake kaki? :))
Air conditioner di tiap gedung, mungkin suatu saat akan bebas dari freon, tapi gue yakin pasti sesuatu yang gak alami punya efek jelek, gak keringetan, emang sehat? terlalu keringetan? stress...ugh ugh...manusia manusia...seberapa pintarnya kita sebagai manusia mungkin gak akan pernah bisa membuat solusi tanpa menimbulkan masalah, mungkin keterbatasan ini juga yang membuat kita terus belajar, rasa penasaran pun punya dua mata pisau, bisa jadi jahat atau baik, dan mungkin hal ini membawa kita kepada keseimbangan.Suatu saat disaat manusia merasa telah utuh pasti akan tiba kehancuran.
Loh kok ya aku ngelantur sih? mungkin efek pusing sore ini, sebutir pil penghilang rasa sakit kepala memang gak mempan nih kayaknya.
Kalo gitu mending gue pulang aja deh, menikmati pemandangan semrawut lagi, dan menghirup oksigen alih2 karbonmonoksida, dan polutan2 lainnya.
Selamat sore semuanya. Selamat menikmati kembali ke-ria-an kash Jakarta. Tetap bersyukur! :)
Pamit rumiyin...

Thursday, November 10, 2005

Sugeng Riyadhi ...

Jakarta tidak lagi sepi
Dari pusat sampai tepi
Ya ya...kembali lagi ke rutinitas sehari-hari, setelah hampir dua minggu rehat dan meluangkan waktu bersilaturahmi. Hidangan di meja makan bukan lagi ketupat, kue-kue labaran tidak lagi berlipat.
Ramadhan memang telah pergi, tapi maknanya tetap membekas di hati.
Semoga kita menjadi lebih ikhlas dalam memberi, dalam berbuat...demi Tuhan, bukan demi hasrat mendiami surga, atau demi ketakutan akan neraka.
Semoga Allah lebih mencintai kita...
...Maaf Lahir dan Batin...

Monday, October 24, 2005

Catatan Kecil Kupu-Kupu Mungil

Mengapa cobaan selalu saja datang lebih hebat disaat-saat kaki melangkah semakin jauh, dan hampir mendekati salah satu sub bab tujuan.
Yang "Lalu" kembali muncul dalam balutan kebaikan, dalam keceriaan senyuman, dalam tangis haru kebahagiaan. Tanpa memperlihatkan kulitnya yang dulu pernah abu2, bahkan hitam. Yang seharusnya aku lupakan...
Aku tidak boleh terbuai bayang-bayang, apalagi halusinasi.

Aku bermatamorfosis, bergelut dalam tarian kepompong, menyerap nutrisi dengan segala zat baik dan buruk, mencoba menjadi kupu-kupu yang bersayap cerah terang, berwarna kuat, dan berharap bisa terbang ke ladang bunga yang luas..tanpa batas. Bukan kembali kesini, lalu...menjadi kepompong yang mati...

Wednesday, October 19, 2005

Mudik...Napak Tilas...

15 days has left, its mean in the next 13 days lebaran will come :)) ah senangnya.
Kegembiraan menyambut hari yang fitri itu selalu saja muncul di pertengahan bulan Ramadhan, ditambah lagi ketidaksabaran hati menengok kampung halaman.
Nganjuk dan Blitar, dua kota yang menyejukkan hati. Walaupun eyang semua udah gak ada, tapi dengan mengunjungi rumah masa kecil nyak babe adalah suatu bentuk penelusuran dan pengenalan tidak langsung kepada beliau-beliau, dan otomatis kehadiran eyang selalu saja terasa. Eit..jangan berpikir tentang dunia lain disini ;). Maksudnya di rumah2 tersebut selalu saja ada makanan tradisi keluarga yang selalu dibuat bila sedang berkumpul. Atau melihat koleksi kain2 tua eyang putri, melihat2 foto keluarga (sayang gue gak sempet repro, jadi gak bisa di upload), dan mendengarkan cerita2 bude, pakde, om dan tante yang bernostalgia.
"Omah ijo" adalah julukan kita untuk sebuah rumah tua di Nganjuk, dimana masa kecil dan remaja ibu dilewatkan. Sebuah Rumah dengan atap2nya yang tinggi, puluhan jendela, ubin abu2, serta puluhan pohon besar dan kecil, sungguh sangat menentramkan jiwa. Gak pake AC ya gak masyalah, walaupun Nganjuk adalah kota yang lumayan hangat.
Yang selalu ada di kepala gue tentang omah ijo ini :
  • Timbangan bebek (buat main pasar-pasaran)
  • Sumur bulat (Selalu penasaran dengan dasarnya, dan kengerian sendiri ngebayangin gue jatuh dari pinggir sumur. Anak kecil yang aneh, gue sampe heran sendiri kalo inget hehehe).
  • Pompa air tangan (seneng mompa sampe banjiiiir)
  • Pohon kol banda (bahan sayuran gado2, bumbunya: tanah liat, krupuknya: daun kering, ada yang mau?:P)
  • Kaleng krupuk (aneh aja bentuknya, bunder ser)
  • Kecap cap sawi (yang jelas enak, dan adanya cuma di Nganjuk dan sekitarnya)
  • Kursi2 dan sofa2 kuning gading (gue gak tau kenapa ada di semua tempat di ruang tamu)
  • Pawon (dapur besar, biasanya kalo ada hajatan masaknya disini, rame2 sama tetangga, kalo gak ada hajatan ya kosong, rada serem karena letaknya yang terpisah dari rumah)
  • Kerupuk pasir (snack wuenak, dimakan pake sambel pecel)
  • Madumongso (makanan yang terbuat dari ketan hitam yang dimasak bersama gula aren sampe kental dan bisa dipulung, dibungkus menyerupai permen dalam kertas krep warna-warni. Selalu ada, gak pernah absen)

Ke 10 benda, ruang, dan makanan diatas adalah hal yang paling membekas di kepala ini.

Oh iya kalo ada yang mengunjungi kota Nganjuk ini, jangan lupa makan nasi pecel, plus gorengan (paru, babat, empal, dll) yang ada di Jl. Dr. Sutomo, dijamin puasssss. Yang makan mengelilingi meja bundar yang diatasnya tersedia lauk-pauk yang diambil sendiri, pecelnya pake lamtoro, bumbunya medok, sayurnya selalu segar dan kumplit, nasinya pulen dan anget. Plus kerupuk opak. Duh jadi laper deh :(( .

Nah, kalo di Blitar gak begitu banyak yang bisa memesona gue seperti di Nganjuk. Tempat babe gue main2 masa kecil ini gak banyak khasnya. Yang gue inget tentang rumah ini:

  • Ayam, soang dan bebek yang ada di halaman belakang, TV dengan pintu geser, ikan kecil2 yang ada di bak mandi. Apalagi ya...
  • Mangut ikan pari!!! waduh ini enak sekali. Waktu eyang putri masih ada, gue suka dimasakain mangut ikan pari pake kuah santan. Mangut itu adalah ikan diasapin, rasanya khas banget! Apalagi kalo sayur mangutnya dikasih cabe rawit merah utuh, sama pete, dimakan pake nasi anget..hhhhmmmmmm...nyam nyam deh. (perut gue mulai perih nih, kenapa ya?).
  • Di Blitar desa-desa nya masih asri, pohon berbuah banyak sekali disini, di rumah sodara gue ada salak, rambutan rapiah (spellingnya gimana ya), duren, jambu air hijau. Dan anehnya selalu berbuah! singkongnya kurus2, tapi pulen, empuk, dan gurih.

Setelah Nganjuk dan Blitar, tujuan akhir biasanya Surabaya. My beloved town ini mempunyai sejuta kenangan buat gue, masa kecil yang indah itu gue lewati disini, walaupun disini gak ada rumah eyang, tapi selalu saja gue dan keluarga menyempatkan bermalam di kota yang makanan dan masakannya bikin gue mabuk kepayang. Napak tilas masa kecil disini betul2 menyenangkan, dan menyejukkan hati (suit suiiiit).

Aaahh Tiba2 gue kangen sekali pulang kampung :((. Ritual berkemas sebelum mudik itu yang asik sekali plus ngangenin. Bermobil dari kota yang satu ke kota yang lain sampe ke kota tujuan, pemandangan jalur selatan yang gak pernah ngebosenin, atau jalur utara dengan pantai2 yang sayangnya udah banyak yang kotor. Dialek2 yang berubah-ubah dari jawa barat, masuk ke cirebon, lalu jawa tengah, berikutnya dialek transisi antara jawa tengah dan timur, sampe suroboyoan.

Mudik itu indah banget ya. *sambil ngebayangin.....plus perut laper...

Selamat menuntaskan ibadah puasa teman-teman, 13 hari lagi, hari besar itu akan datang. Selamat mudik bagi yang mudik nanti :)) salam buat kampung halaman....dimanapun...

Friday, October 14, 2005

Tajil


This is my favorite tajil :D
Manis
Gurih
Legit
Enak
......

Sllluuuurrpppp :P~

40 menit lagi buka puasa lhoooo.


Teman2 pasti juga punya tajil favorit, may I know? :))









Wednesday, October 12, 2005

Dunia Lain

Selamat pagi semuanya ;) *senyam-senyum, tengok kiri tengok kanan. Kantor masih kosong, sepiiiiiii. Kalo disini ada pohon kamboja sama nyanyian burung gagak pasti udah mirip kuburan.
Dan si komputer lucu ku itu terlihat melambai2, manggil2 minta di start, lalu...ceklik....yang pertama dibuka pastinya sih yahoo massanger, bukannya mau chatting looooh...bukaaan, tapi buat ngedengerin yahoo radio, kalo pagi gini enaknya dengerin today's big hits, siangan dikit kalo ngantuk stel yang genrenya rock (itu kalo gak ada yang protes), menjelang sore sebelum pulang giliran smooth jazz (biar serasa di lounge hehehe) yang menemani kantuk dan lelah. Kalo bosen dengerin yahoo radio tinggal nyalain iTunes.
Kadang gue masih terkaget-kaget dengan suasana "santai" kayak gini, setelah 4 bulan hengkang dari pabrik yang notabene rame, sedikit bising, dengan orang yang berlalu-lalang dengan langkah cepat2, gue masih rada kagok. Dibilang enak, ya enak, dibilang gak, ya gak. Enaknya kalo kitanya emang sadar akan profesionalitas (bener gak nih bahasanya) suasana hommy seperti ini sangat mendukung produktifitas (nulis blog pagi2..wakakakaka..maap maap bos, baru kali ini kok aye kutak-katik warung pagi2, kerjaan dah beres, tinggal finishing touch ;)). Dan suasana kayak gini bisa dibilang gak enak, kalo kitanya "terbuai" dengan kesantaian, kayak orang tidur kebanyakan, bukannya seger malah males.
Di kumpeni ini (seperti kata pak kere : kumpeni. Hihihi) yang diutamakan output, terserah deh mau dateng siang kek, malem kek, yang penting kerjaan kelar, beres, dan profesional.
Pada dasarnya dulu gue bercita2 jadi seorang pekerja seni, tapi apa yang gue kira baik mungkin Tuhan bilang gak baik, jadi ya gue sekarang menjadi seorang pekerja "formal". Tapi sampe detik ini pun gue lebih tertarik ke seni dan budaya. Pekerjaan "formal" itu cuma sesuatu yang perlu disenangi :))
Secara pribadi gue lebih suka kerja dengan lingkungan seperti di kumpeni ini, bukan ditengah hiruk-pikuk manusia kosmopolitan yang makan siangnya janjian nongkrong ngopi-ngopi, apalagi yang secangkirnya 30 ribu hihihi...dengan pria berdasi dan perempuan ber rok mini + stileto kalo perlu, yang kadang harus jaga image kebangetan, uuppss tapi gue gak boleh berpikir gitu, sapa tau someday gue harus begitu, kali aja suatu saat gak sengaja terjun ke dunia yang mengharuskan gue seperti itu ya (bumi gonjang-ganjing kalo gue tiba2 pake rok mini, plus sepatu tinggi bagai tangga).
Kalo mau "hang out" atau makan siang bareng temen-temen paling2 ya di warung sate pojok jalan sabang itu, atau di seputar gajah mada dan harmoni (cuma kalo kesana puanas pol). Sesekali kalo jumat bolehlah ngopi di Cafe Bean, sekedar merasakan kenikmatan black forrest coffee :))
Nah..udah satu orang tuh yang dateng, sapaan khasnya "goedemorgen!!!" menyentil kuping, seekor eh seorang anak IT muncul dari balik tembok.
Dan sebentar lagi ms. sekretaris biasanya menyusul, atau para peneliti2 itu.
Di kantor ini pinginnya sih punya piaraan, kucing atau apalah, cuma kayaknya gak mungkin. Paling2 ikan, itu juga udah mati tiga, dua ekor black ghost dan satu guppy, sekarang di akuraium bulat itu tinggal empat ekor ikan hias cilik-cilik mentik, itu juga nasibnya kadang menyedihkan, bukannya gak pernah dikasih makan, tapi kalo ada acara pers conference atau seminar2, rumah bulat mereka dipinjam dulu, buat tempat kartu nama...hikss, kalau sudah gitu mereka terpaksa hijrah sementara ke toples2 bekas kopi. Setelah acara selesai baru deh mereka dikembalikan lagi, mudah2an sih gak homesick, kalo homesick nasibnya bakalan sama seperti almarhum 3 ekor ikan yang lain.
Kantor itu bagi gue kalo perlu dibikin suasananya seperti di rumah (walaupun adanya di gedung), karena sebagai orang bayaran, sebagian waktu habis di dunia lain ini, 9 to 5 berarti 8 jam, itu kalo gak lembur. Kalo lembur bisa jam 10 atau jam 11 baru pulang, kalo lagi gendeng bisa midnight, pulang bareng garong yang baru berangkat kerja, itu berarti 13 sampe 14 jam, even more! Kalo suasana kantor gak dibikin seenak mungkin, bisa gila gue.
Alhamdulillah so far so good, sedikit banyak I like the environment, walaupun gak terlepas dari : pasti ada aja yang bikin gak enak :P
Ya ya ya...dunia lain ini, dunia yang mau gak mau disenangi, dan pastinya disyukuri. Semoga aja suatu saat gue bisa bikin dunia lain sendiri, gak nebeng punya orang ;), dan berhenti jadi orang bayaran, tapi ngebayarin orang... ihik ihik ihik...

Wednesday, October 05, 2005

Mari Kita Shaum...



Tiada kata seindah zikir, tiada hari seindah ramadhan.
Untuk itu kedua tangah bersimpuh karena banyak maaf yang tidak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang berprasangka, ataupun sikap yang menyakitkan.

Maaf lahir dan batin..
Selamat berpuasa semuanyaaaa :))




Kring Kring Kring


Mari kita naik sepeda, badan sehat, otot kuat hehehe, mudah2an harga balsem gak ikut naik.
Sepeda model gini eye catchy banget gak sih :D ... oke kan ;)

Tuesday, September 27, 2005

Papa....dan Mimi.....

Kalau ditanya siapa orang yang paling deket tapi sering berantem atawa beda pendapat, pasti gue jawab bokap! papaku yang lucu, supel, murah senyum, tapi sekaligus galak, keras kepala, tidak sabaran, dan sedikit pelupa (maaf ya pa, aku cuma berusaha objektif :)). Dan gara2 keras kepala itu kita jadi sering sekali bersitegang, tapi tenang..marahnya papa pasti cuma beberapa saat, karena baik aku maupun papa sama2 pemaaf, dan sama2 gak gede di gengsi, jadi sekarang marahan sejam kemudian baikan, dan bisa becanda2 lagi.
Papaku kemarin ulang tahun, rambut putih yang hampir menutupi seluruh kepalanya menandakan beliau sudah sepuh, setengah abad lebih 11 tahun.
Suatu saat mimi kecil nangis dalam diam, tertelungkup di kursi ruang tamu, baru saat itu mimi kecil nangis ala orang gede, tanpa suara (bukan gak mungkin orang dewasa nangis meraung2 ala anak kecil sih). Saat itu mimi dan keluarga masih tinggal di Surabaya, kota panas, tapi mimi cinta setengah mati hehehe.
Disela2 isak tangisnya papa mendekat, mengelus2 kepala mimi kecil yang mempunyai uyeng2 nyaris dua. Trus nanya "kenapa sih?", lalu mimi kecil tambah nangis, kali ini keras, sambil peluk papanya yang ganteng itu, "aku mau ikut papa! aku mau ikuttt!". Ya..saat itu papa memang sedang bersiap2 pergi ke Ujung Pandang, mau tugas ceritanya. Mimi gak lepas2 pinggang papa. Maklum mimi gak biasa jauh dari papa, kemana papa pergi mimi selalu diajak, keliling kota, makan tahu tek, berkunjung ke teman papa, bahkan acara kantor di denpasar waktu dulu, mama gak diajak karena mimi punya adik kecil, lagipula tiketnya cuma 2 waktu itu.
Kalau mimi batuk, papa selalu ajak mimi ke warung jamu langganan, mimi memang lebih suka minum jamu batuk kalo lagi sakit, bukan karena demen sama rasa jamu yg pahit itu, tapi karena di warung jamu langganan itu punya gula2 alias permen hijau yang di selimuti gula pasir yang mimi suka, sukaaaa sekali.
Saat itu keberangkatan papa ke Ujung Pandang ditunda sehari, mama dan papa memutuskan kalo mimi ikut papa, nemenin papa. Mimi senang alang bukan kepalang. Tidak nangis lagi, langsung mengemasi barang2 pribadi, seperi boneka kumel tapi serem bergigi dua berwarna merah (kalo sekarang lihatnya lucu, bukan serem), plus foto adik mimi dipangku mama.
Mama di Surabaya sama adik, saat itu mama hamil tua, jadi gak bisa ikut sama kita.
Di Ujung Pandang mimi dan papa menghabiskan waktu hanya berdua selama kurang lebih hampir setahun, dari nol besar sampe kelas 1 SD. Setiap minggu papa pasti membawa mimi ke toko mainan Hoya, dan papa selalu mendudukkan mimi atas punggung donald duck yang bisa goyang2 ke kanan dan ke kiri, papa memang paling ngerti apa maunya mimi. Mimi sayang papa.
Oh iya hampir setiap akhir pekan mimi dan papa jalan2, paling seneng sih ke Pantai Losari, makan pisang epek, pisang kepok yang dijepit sampai penyet, dibakar diatas bara api, trus di lumuri gula merah, syedap banget deh. Atau ke Restaurant Gajah, menu favorit adalah sup asparagus kepiting. (Mungkin gara2 papa juga sampai saat ini gue hobi makan hehehehehe...).
Rasa kangen ke mama dan adik cuma bisa diobati dengan surat, dan kiriman foto terbaru mereka, kadang mimi sedih juga sih.
Masa-masa hanya berdua dengan papa berakhir pada saat mimi kelas 1 SD, waktu itu tahun 1983, adik mimi yang bungsu lahir, waktunya menjemput mama dan adik2 di Surabaya. Senangnyaaaa ketemu dan berkumpul lagi dengan mereka.
Lalu kami sekeluarga pindah ke Jakarta, disinilah masa2 remaja sampai dewasa gue lewati.
Setelah besar, dan seiring semakin banyaknya masalah, kejadian, baik, buruk, dan bertambahnya pengalaman hidup, semakin sering juga berbeda pandangan sama bokap. Kata bokap, gue itu nekat, mbelis, ndablek. Kata gue, bokap itu keras kepala, dan masih saja menganggap gue anak kecil. @@@@****###@@@ aaaaggghhh...!
Tapi gue yakin semua itu karena bokap masih sayang sama gue. Karena ternyata sering tambah umur, pikiran dan perasaan gue juga mulai kayak orang tua. Betapa gue kuatir sama kegiatan2 adik2 gue, menyeleksi teman2 mereka, bawaannya sewot kalo mereka pulang telat dan gak ada laporan. Dan itu karena gue sayang mereka.
Gue dan bokap ternyata sama aja..hehehe...
Dari bokap gue belajar banyak banget, belajar bergaul, membawa diri (sampai sekarang gue masih bego aja sih hihihi), marketing communication, cara2 menghadapi orang, menyenangkan hati orang lain, kemandirian, berdansa, musik dan lagu (walaupun cuma jago dengerin, dan jadi penyanyi kamar mandi), seni, budaya, alam, semuanya.
Ah..papa memang sudah menjadi salah satu sumber inspirasi hidupku selain mama, yang lama kelamaan aku menyerupai cetakannya.
Selamat ulang tahun papa. Semoga papa bahagia, semoga Allah semakin mencintaimu seperti cinta mama, aku dan adik2 yang semakin lama juga semakin besar.
*I love you so much papa... *hugs

Friday, September 23, 2005

Pijat...Monggo Kerso...

Malem ini enak kali ya kalo pijat plus. Maksudnya pijat plus kerok. Kegiatan yang satu ini lebih gue sukai ketimbang minum obat atau nenggak jamu instant. Bahkan dalam kondisi sehat wal afiat saya ini hobi sekali dipijat (sebenernya ngomong pijet lebih enak, Cuma gak sesuai saa EYD heuehueh duile kayak yang selalu pake EYD ajah deh ;)).
Hobi gue ini ditunjang juga dengan tersedianya tukang2 pijat yang oke banget di sekitar rumah, seperti yu Sumi. Doi ini bertangan seperti baja tapi rasa bulu angsa (cielee..apa coba), maksudnya kuat tapi lembut, manteb deh, plus doi juga jago ngobrol, lucu, dan ngocol, makanya gue gak segan2 ngasih tambahan rada banyak, tarifnya tergolong murah cuma 20 ribu perak, sepuasnya, sampe ngorok kalo perlu.
Tapi semenjak yu Sumi pulang kampung nengokin anak tersayang, dan suaminya tercinta, otomatis hobi gue yang satu ini jarang ditekuni lagi. Paling2 pijat refleksi dan tentunya gak seenak yu Sumi rasanya.
Ada pengalaman yang lucu dan rada sedikit nggilani. Ceritanya nih, bokap juga sering pijat, pernah sekali waktu nyobain jasanya tukang pijat tuna netra yang sering lewat rumah. Setelah setengah jam berlalu tiba2 bokap gue gak ngerasain pijatannya lagi, pas diliat si bapak tukang pijat ini tidur! Dan tiba2 tercium aroma karbon monoksida yang…uhuuuy deh, serasa aroma therapy. Alhasil karena udah ilfil, yang niatnya pijat satu jam jadi setengah jam.
Ya ya ya…pijat emang enak, kalo therapist-nya pinter, apalagi kalo emang udah bakat kayak yu Sumi, langsung deh…migren bisa ilang, badan segar. Selain itu pijat bisa mengurangi stress, dan katanya nih bisa menambah kewaspadaan, plus meningkatkan kemampuan memecahkan soal matematika (mungkin salah satu alasannya bayi selalu dipijat karena ini ya, biar pinter juga hehehehe). Biasanya setelah dipijat, mood gue jadi lebih santai..hhhhmmm..nyaman deh. Ihiks jadi kepingin.
Disini bisa ditemukan panti2 pijat atau daftar tukang pijat dari yang bener sampe yang rasa2nya agak nakal, tapi bolehlah infonya, lumayan lengkap.
Asik kali ya kalo waktu istirahat di kantor bisa pijet, panggil tukang pijet buat pijet kolektif. Wuih senang sekali ;)
Ah daripada mengkhayal terus mendingan kerja lagi deh. Seoles dua oles counterpain bisa membantu lah (ih kok jadi promosi).
Biarlah kunikmati pegel ini sampai nanti...syalala syalala syalalalala (sambil ngurut2 kaki plus dengerin U2). Hmmm kalo Bono yang mijet asik sekali hehehe "monggo kerso mbak, kulo pijet" kata Bono.
Loh kok mengkhayal lagi :O *Plok

Tuesday, September 20, 2005

Yoyo

Kemarin sore waktu jalan2 di kompleks pertokoan dekat rumah, gue ketemu yoyo. Bukan si yoyo di sinetron yang gak jelas itu, tapi yoyo si bulat yang bisanya naik dan turun. Lucu, menggemaskan, pingin beli, buat koleksi. Tapi sayang ternyata gak dijual, “Cuma buat display aja kok mbak” kata si pramuniaganya….ooooh, ya sudah ndak apa2 :)
Dan akhir2 ini, gue merasa seperti si yoyo, yang demennya naik turun gak jelas, bukan lantaran tangga, tapi berat badan!...dan seperti biasa, acara kantor, meeting, dan kumpul2 jadi kambing hitam, karena acara2 kayak gitu biasanya menyediakan “nutrisi” berlimpah yang jadi sasaran gue. Soes isi ragout, kroket keju, lemper, sosis solo, risoles, dkk…
Mereka (kudapan2 yang sudah disebutkan tadi) senasib sama babi hutan demenannya obelix. Ya..gue emang kayak obelix yang jadi liar dan lari2 gak karuan ngejar2 si babi hutan malang beserta saudara2nya itu.
Begitu liat makanan dengan tekstur yang “lucu” dengan rasa gurih, medok, dan sarat isi, gue langsung lupa kalo gue harus diet (tahun depan harus langsing, kalo gak mau jadi bacang pas pake kebaya). Risol dan sepupunya dalam sekejap bersemayan di perut gue. Alhasil besoknya naik 1 kilo! Padahal baru sebulan ini jarum timbangan di rumah bergeser ke kiri dua strip :(( hu hu hu hu….
Fitness! Kayaknya ini satu2nya jalan merombak metabolisme yang udah salah. Semoga bulan depan gue udah bisa nongkrongin gym. Kebetulan lagi dalam waktu dekat memasuki bulan puasa…bulan detoksifikasi plus perampingan…sip deh ;) (ih kok jadi pamrih sih).
Dan gue tetap optimis, semoga dengan ditambah ritme kerja yang biramanya 1 per 2 ini gue bisa cepet menyusut.
Mudah-mudahan tahun depan kebaya cantik itu bisa serasi sama gue….dan gak jadi miss bacang :))
Hhhhhmm..rasa rasanya yoyo bagus juga untuk suvenir ya ;)


Friday, September 16, 2005

Tour de Garut...Goes to Papandayan





Intro
Malam semakin larut, hampir pagi malah, langit masih berwarna hitam beludru, bagus sekali, seperti kanvas tanpa bingkai pembatas ketika bintang bermunculan membentuk sebuah gugus yang sangat mempesona, walaupun gue melihatnya dari jendela bus, tetapi pemandangan yang luar biasa itu seperti gue lihat sambil tiduran di padang rumput.

Hari Pertama
Pagi pun menjelang, bintang pun sudah disimpan di balik layar, saatnya mengucapkan selamat pagi pada mentari. Tepat pukul 6 pagi bus yang membawa gue akhirnya menyandarkan pantatnya di terminal Guntur, Garut. Dingin langsung menyambut, hmmm I feel so different. Suasana yang lain telah menyelimuti gue, orang lalu lalang saling sapa dalam bahasa sunda yang kental, penjaja sarapan pagi sudah siap di tempatnya, angkot2 berwarna hijau, kuning, coklat, colt dan becak super sempit berseliweran (untuk ukuran gue hehehe), walaupun baru satu dua. Welcome to Garut. I am ready for "a walk.
Karena sudah biasa menggerus sesuatu di pagi hari, perut pun menuntut diisi, akhirnya pilihan gue jatuh pada penjual sarapan pagi di pinggir terminal, menunya: Nasi Kuning, dengan accessories: semur telur, bala2, tempe tepung, kacang kedelai goreng, plus penghias nasi: krupuk dan bawang goreng. Nikmatnyaaaaa.. dan ritual pagi itu diakhiri dengan menyeruput segelas kopi panas. Sakit perut? oh tentu..makannya kebanyakan sih hihihi...tapi gak apa, bisa diredam. Yang jelas habis itu gue kebingungan cari penginapan, maklum belum pernah ke garut sekalipun, dan gak ada petunjuk. Akhirnya tujuan kita adalah menuju ke pusat kota, dengan begitu mungkin lebih terbuka kemungkinan nemu penginapan.
Sampai di kota yang masih sepi dan nyaman itu, kita sibuk cari penginapan, modal nanya sama cari dari buku kuningnya Garut. Dan ternyata cuma ada satu yang tercantum nomer telponnya...ihiks...Jl. Ranggalawe no. 66....
Pencarian jalan Ranggalawe ini nih yang super duper dodol :)) nanya sama penduduk setempat katanya deket, cuma 10 menit, petunjuknya pun cuma "belok kiri dari jalan ini"...setelah belok kiri, tak jua tampak batang hidungnya, tanya lagi "dek, jl ranggalawe dimana ya"...si pelajar berbaju pramuka pun (sepertinya dapat dipercaya) menjawab "habis pertigaan belok kanan teh"...*ooohh oke oke... setelah sampai ke tempat yang diarahkan si adik pramuka tadi...GAK ADA JUGA...Gubraaakkk....udah setengah kota diobok-obok, aduh! :((.
Dan setelah lebih dari 10 orang informan dan penjaja serabi serta menghabiskan waktu sekitar 2 jam!! akhirnya ketemu juga tuh jalan. Hanya ada satu penginapan mungil di jalan itu, dan ternyata bersih juga (ah gak sia2). Untung saja, soalnya udah males cari alternatif lain, kaki gue udah gemporr, paha nyut2an.
Setelah bersih2, dan bermalas2an sebentar sambil merem2 gak jelas sampe menjelang sore, gue memutuskan untuk jalan2, cari apalagi kalo gak cari makanan. Yang agak mengecewakan kenapa disini semua orang jualan mie bakso? :(( makanan ini mah udah familiar banget, di Jakarta juga banyak, rasanya beda dikit, cuma beda di taburan udang keringnya.
Setelah menghabiskan semangkuk besar mie bakso ala garut, kita jalan2 di pusat kota garut, yang jelas didominasi pertokoan, disini banyak yang menjual tembakau dan cengkeh untuk dijadikan rokok lintingan plus saos tembakaunya, pinginnya sih coba beli, penasaran, tapi urung karena kebanyakan yang nongkrongin aki-aki, rada tengsin juga hehehe.
Setelah puas berputar2 di kota yang sejuk itu, gue pulang ke penginapan, istirahat, untuk selanjutnya makan malam di jalan Siliwangi.
Malam pun menjelang, selepas sholat Isya, gue menyusuri jalan Siliwangi, kalau siang jalan ini bisa dilewati mobil, motor, dan kendaraan lain, tapi kalau malam, jangan harap, jl. Siliwangi seperti disulap menjadi pasar malam kecil, tapi isinya pedagang makanan semua, di kiri dan kanan, jalan ditengah2 antara para pedagang itu hanya cukup dilewati pejalan kaki, atau sepeda motor dan becak yang nekat berusaha menerobos untuk sampai ke ujung jalan.
Makanan disini rasanya manis, bahkan masakan sunda yang menyediakan ayam goreng dan bakar beserta lalapnya yang harusnya gurih, pedas, dan segar.
Setelah makan, kita nongkrong di warung kopi yang lumayan "cozy", soda susu campur jeruk peras menjadi pilihan, segar, dan gak terlalu manis, oke deh pokoknya, lumayan untuk menetralisir rasa manis dari bumbu dan sambal ayam goreng tadi.
Dan sekarang waktunya tidur, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, besok adalah hari yang ditunggu2. The next day I'll be going to Papandayan.
Hari kedua
Perjalanan ke Papandayan memakan waktu kurang dari satu jam, dari Garut hanya naik colt jurusan Bandung satu kali menuju ke alun2 Ciseureupan. Dari alun2 Ciseureupan disambung ojek, ongkosnya 10.000 rupiah, gak terlalu mahal sih, mengingat jalan naik ke alun2 satu kawasan gunung Papandayan berkelok2 dan menanjak, dan tentunya dingin buanget, karena kita naik masih jam 6.30 pagi, kabut juga masih tebal. Orang2 dusun di kawasan gunung papandayan sudah aktif bekerja, ibu2, bapak2, kakek nenek, sudah berlalu lalang membawa pikulan masing2, lingkungan yang masih alami jarang polusi dan paksaan keadaan membuat stamina mereka sangat fit apalagi dibanding "orang kota"...salut! Pemandangan kiri kanan jalan bagus banget. Kebun, sawah, bunga liar, pohon2 besar, edelweis, sayur-mayur yang siap diangkut pengepul, plus hamparan kabut tipis yang kadang menebal, mengingatkan gue akan lukisan2 yang sering dibuat para seniman, dan yang ini jelas lebih keren ^_^
Setelah kira2 15 menit akhirnya sampai juga di alun2 satu, dibawalah kita sama tukang ojek ke salah satu warung kopi di kawasan pelataran alun2, si empunya warung yang ternyata bibi si tukang ojek orangnya ramah banget, tukang ojeknya juga, kita ditawari masuk ke bagian belakang warung, disuguhi air teh hangat, dan menyilakan duduk di bale2 yang depannya ada tungku berbahan kayu bakar, seperti api unggun. Karena belum sarapan, gue pesen nasi goreng sepiring, tentunya tanpa kecap. Rasanya...hmmm standar sih, lumayan lah daripada gak ada hehehe...yang jelas si bibi dan tukang ojek ini menurut gue mempunyai kemampuan marketing yang baik, membuat orang merasa hommy, dan nyaman walaupun dengan kesederhanaan fasilitas, jadi kayaknya gue gak kapok deh :))
Tiba saatnya untuk "naik", Papandayan adalah gunung yang gak tinggi2 amat, kalo udah expert gak mungkin kesusahan apalagi merasa super lelah kalau mendaki Papandayan, jalurnya juga jalur turis, jadi pas lah untuk gue yang jarang sekali mendaki gunung:P, gue cuma berbekal satu ransel kecil dan bersandal jepit (gila salah banget deh gue, gak gak lagi pake sendal jepit!). Jalan masuk ke kawasan cagar alam masih friendly walking, jalannya lebar, kiri kanan bunga liar, berkabut, dan tentunya keren. Foto2 deh...klik..klik...jepret jepret, pokoknya apapun gue foto.
Sampai ke "pintu gerbang" gunung mulailah jalan menerjal, licin berpasir dan berkerikil, satu dua pendaki pun sudah tampak, mendaki...dan mendaki....kawah2 pun mulai tampak, bau belerang menyengat, oh iya..kawah di Papadayan sudah bisa dinikmati setelah jalan 30 - 40 menitan, kawah yang ada di "bawah" ini mungkin kawah2 baru karena Papandayan belum lama bangun, kalo gak salah th. 2003 meletus jadi muntahan materialnya masih agak "hangat" dan tentunya menimbulkan kawah baru, yang gue liat disini ada 3 kawah, ini baru dibawah. Cuma gue gak sempet deketin, selain gak mau konyol karena gak ada guide, juga karena gue liat gak ada yang nyamperin, jadi hanya puas melihat dan menikmati baunya hehehe, gue jadi inget gatot koco mungkinkah tubuhnya berparfum belerang? hihihi...
Ngos2an...sudah tentu, jantung rasanya mau copot, otot mau buyar, untuk orang yang jarang olahraga dan gak langsing, tentunya betul2 rrruuuaaaarrr biasa! gue sempet mikir, sampe gak gue keatas. Sempet mikir juga, jangan2 gue bakalan kehabisan oksigen atau serangan jantung.
Makin lama jalan gue makin lambat, sebentar2 berhenti, ambil nafas, mengais2 oksigen, dan tentunya sudah kebalap sama pendaki berpengalaman, apalagi sama penduduk lokal, hebatnya ada nenek2 nyalip gue, bawa gendongan pula, ampun deh. Sepertinya dibalik punggung Papandayan ada beberapa kebun dan sawah yang sehari2 mereka garap dan jalan gunung adalah jalan satunya menuju ladang hidup mereka. Satu dua pekerja lokal seperti halnya si nenek, melewati gue dengan sigapnya, layaknya jalan di Plaza Senayan, yang berlantai marmer licin tanpa hambatan. Hebat hebat hebat...nafas mereka sama sekali gak terlihat tersengal2, benar2 santai cok! dan gue mengutuk diri sendiri...Olahraga makanya!!!
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai juga gue ke padang luas, gak berundak2 lagi, banyak batu besar. Ah..lumayan buat istirahat. Dari sini gugusan pohon edelweis yang belum berbunga nampak indah, ijo royo2. Setelah beriistirahat selama beberapa menit, gue meneruskan perjalanan menuju...Sungai Kecil! Yak...sedikit lagi gue sampai ke Tempat Sasaran, "lantai penghubung" antara "pinggang gunung" ke padang edelweis yang berada sebelum puncak Papandayan, tadinya target kita adalah ke padang edelweis, tapi karena waktu mepet, dan gak ada planning buat bikin camp jadi ya sudah lah, "lantai penghubung" tadi adalah target kita.
Setelah sampai di sungai kecil itu, istirahat lagi, cuci2 tangan dan kaki, duduk2 di batu2 besar, sambil minum,dari sungai kecil itu kita bisa melihat ke jalan menukik ke atas menuju ke daerah target. Apa lacur sudah terlanjur, gak akan mundur sebelum sampai sana, batin gue. Perasaan kecutpun sedikit menerpa, waktu lihat ke atas ke jalan menukik itu, banyak pendaki2 yang mulai turun, mungkin mereka sudah dari kemarin, bahu membahu turun pelan2...dalam hati gue bilang "gila mereka aja kesusahan gitu turunnya...gimana gue ya!" ah bodo deh, jalanin dulu baru tau..ya gak..ya gak!
AKhirnya gue sampai ke "tangga" pertama...uuughhh...bismillah...hap...hap...satu...satu...pegang kayu...pegang dahan..pegang akar...bergantung pada pohon2 liar yang menjadi tumpuan tangan...perutpun gak sempet melar, yang ada tahan napas, sambil berdoa, semoga gue bisa pulang. lalu kepleset sedikit, satu dua...satu dua naik...naik...kaki merinding, pas ngeliat kebawah, ternyata sudah jauuuh bo...untungnya gak pobia ketinggian, tapi tetep aja...deg2an!
Ya Intan..sedikit lagi, 5 langkah lagi samp!!! ayo2. Dan setelah satu jam, akhirnya sampai juga, alhamdullillah!! terimakasih Tuhan!! aaahhh...senangnyaaaa...pemandangan dari sini bagus banget, dan gue bangga juga sih, untuk orang yang jarang olahraga setidaknya gue bisa sampai setengah gunung hehehe...
Disini gue berhenti agak lama, menikmati dulu lah. Pinginnya sih nerusin lagi, tapi jam sudah menunjukkan jam 10 pagi, target gue jam 12 siang sudah harus sampai di warung si bibi, berarti cuma punya waktu 2 jam lagi, dan gak mungkin sempet kalo harus nerusin perjalanan sampe padang edelweis yang kurang lebih satu jam perjalanan lagi.
Tiba saatnya "turun gunung", and trust me!! turun gunung itu 3 x lebih menakutkan daripada naik. Baru pertama menginjak jalan turun aja gue udah kepleset, untung gak guling2 kebawah, ampun deh. Pilihan gue: Nyeker aja deh. Padahal harusnya gak boleh, resiko tertusuk kerikil dan jadi inceran uler lebih besar. Tapi gue lebih takut kepleset apalagi gue pake sendal jepit, licin banget!! Perjalanan turun seperti jalan yang gak pernah gue lewati, padahal sama. Tampak bawah dan tampak atas betul2 lain. Satu..dua...bertumpu lagi ke dahan2, lebih lambat daripada naik...betul2 scary, liciiiiiin....
Setelah 1 jam tibalah gue di titik awal, gue sudah berada di "tangga pertama" jaan menukik tadi. Thanks God I am a live.
Dan perjalanan menuju sungai kecil tadi, lalu kawah2 tadi rasanya lebih menyenangkan, karena tahap yang paling mengerikan sudah lewat, layaknya turis aja, udah bisa ketawa2. Lega. Saking leganya gue sempet jatuh terguling di lahan yang "relatif aman" danlandai sekali. Gak parah sih, lecet aja dikit. Kayak jatuh kesandung di jalan aspal. Dan perjalanan ke bawah lebih menyenangkan, terasa cepat, walaupun tetap sulit. Akhirnya "pintu masuk" cagar alam hampir terlihat.
Tepat jam 12 siang, sesuai perkiraan, akhirnya sampai juga di warung si bibi, yang jelas gue pengen Bandrek! eh bandrek disini enak sekali loooh, bukan bandrek instan, tapi racikan sendiri..pedes, anget, manisnya pas tenan, minum sambil selonjoran, nikmat sekali, paha udah "ludes" biarin deh, yang jelas gue seneng. Pendakian kecil ini membuat gue bersyukur dikasih hidup, yang jelas gue merasa lemah dan kecil, tiada kuasa. Kepasrahan dan pemandangan yang menakjubkan membuat kebesaran Ilahi lebih terasa.
Jam 2 siang siap2 pulang ke penginapan, si abang ojek yang sudah janji menjemput (cieh janjian loh) sudah tiba, setelah zuhur kita cabut. Motor RX king si tukang ojek menderu, berjalan meluncur kebawah, kadang mesin motornya dimatiin, pemandangan kiri kanan jalan masih belum berubah, tetap menakjubkan, transaksi dagang pengepul dengan petani masih berlangsung, timbang menimbang sayur berjalan. Anak2 sekolah mulai tampak pulang. Dan tentunya masih dingin mengigit.
Setelah sampai di alun2 Ciseureupan, perpisahan dengan si tukang ojekpun berlangsung, jangan kapok dan sering2 kesini ya neng. Tentunya gak sampai nangis2an loh hehehe.
Sore hari udah sampai di Garut, karena seharian energi habis diperas rasa penasaran akan Papandayan, perutpun minta diisi, tujuan selanjutnya rumah makan ampera, bayangan gue: nasi + lauk pauk sundanesse seperti di rumah makan ampera, Bandung. Dan ternyata rasanya...manis lagi :(( ampera disini bukan ampera seperti yang ada di Bandung...ihiks...tapi gak apa2..sikat aja lah.
Setelah sampai penginapan, mandi, dan sholat magrib, gue jalan2 lagi ke jl. Siliwangi, nongkrong di warung kopi yang kemarin, kali ini pesanan gue bukan soda susu jeruk, tapi kopi panas. Nikmaaattt.
Going Home...
Pulang...mari kita pulang...puncak gunung Papandayan masih terlihat dari balik jendela bus, menggantung di langit, termangu, dan masih takjub, yang disesalkan adalah: gak sempet beli pepes ikan mas mak Ecot (bukan mak Erot loh).
Pemandanganpun berganti, memasuki subang, terus ke padalarang, atmosfir kota besar pun sudah terasa, bus sudah memasuki Bandung, masuk tol Cipularang. Terus dan terus...
Hanya perlu waktu 3 jam, dan akhirnya...Welcome home Mimi...
I'll be going to Papandayan again. Dan kali lain semoga gue bisa stay one night up there.
*And live goes on...ayo..kerja lagi!! hap hap hap....*

Kesedihan VS Kesusahan ???

"Sabar ya, semua itu cobaan dari Tuhan, berhentilah menangis, jangan bersedih"
Sebuah kalimat yang berisi kata2 paling sering dilontarkan, mencoba menenangkan hati yang gundah-gulana, sedih, terbuang, kehilangan, dan lain sebagainya.
Tetapi di kala kita merasa senang, suka-cita, bahagia, merasa beruntung (dalam kutip dalam bahasa manusia), kita atau orang lain tidak pernah merasakan itu sebagai cobaan, mungkin ngerti, tapi jarang sadar. Tidak/jarang merasakan alert yang ada dibaliknya. Apakah ini sebuah peringatan? atau amanah untuk membahagiakan keluarga, orang lain, atau masayarakat luas sekalipun?
Apakah ini ujian ketamakan, keserakahan, atau tentang rasa syukur?
Cobaan dalam kesusahaan, sering menjadi koreksi kita. "Mungkin gue kurang beramal" ..."Mungkin gue kurang bersyukur"..."Mungkin, dia memang bukan jodoh gue".
Ya..kesedihan dan kesusahan sering kali membawa perenungan, pencarian terhadap sesuatu yang dapat menyenangkan dan menenangkan diri.
Tetapi apakah kesenangan juga sering membawa kita dalam keadaan demikian?
"Ambil hikmahnya saja"...kata2 ini pun sering terdengar dikala kita "susah". Kalau "senang" ? ...pernah tidak ya?
Bisakah kita mengategorikan senang dan susah dalam satu wadah? sebagai text book yang sama-sama penting dalam pelajaran hidup, yang dapat mematangkan ruhani, yang bisa mengantarkan kita pada sebuah cinta-Nya.
Kalau saja kita bisa selalu tidak tenggelam dalam kesenangan dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan...
Semoga kita tidak pernah berhenti belajar...dan tidak mandeg karena keputus-asaan...

Wednesday, September 07, 2005

Memahami Perbedaan...

Memahami perbedaan. Mungkin memang bukan hal yang mudah, apalagi kalau menyangkut keyakinan dalam memuja sang khalik, penutupan beberapa rumah ibadah akhir2 ini adalah contoh yang konkret. Saat kebenaran hanya diyakini milik sebagian kelompok, saat itu pula anti pati menyelubungi segenap jiwa. Setiap langkah dan cara memuja Sang Maha Kuasa seolah harus sama, tanpa tedeng aling2, berbeda sedikit langsung mendapat stempel kafir, pola pikir seperti ini bukan hanya mendera kaum mayoritas, yang minoritas pun punya pikiran sama (kebanyakan), perbedaan pemujaan dianggap mencemari Sang Khalik. Mungkin ini pikiran dari manusia yang mencoba menebak arah pikiran Sang Pencipta (ah mungkin saya juga sedang melakukannya saat ini) dengan kemanusiaannya yang amat sangat terbatas. Sepertinya Tuhan berada dalam tas, dan tiada kuasa atas alam semesta. Apa memang betul keangkara murkaan yang terjadi adalah manifestasi wajah-Nya? yang disaat menurunkan rizki, memberikan udara, air, panas, hujan, tidak mempedulikan si kaya, si miskin, perampok, ustadz, atau pendeta?
Saat lingkungan mayoritas merasa "dicemari" oleh peribadahan yang lain, saat itu pula iman menemukan goyah, penuh cemas, kuatir, dan merasa diujung tanduk. Lalu merasa terganggu.
Mungkin kalau sudah begitu bisa ditanya; apakah kita sudah total dalam menyatukan diri dengan-Nya? Mengapa niat itu bisa dikalahkan dengan ketakutan? Bukankah seharusnya ibadah itu khusuk, dengan menutup semua koneksi dengan dunia luar saat berniat untuk ibadah, dan tidak merasa terganggu dengan hal lain?
Ibadah menjadi tercemari prasangka, ketakutan, dan kebencian. Saat mulut memuji Tuhan, disaat yang sama tangan menyakiti ciptaan-Nya. Apakah memang begitu?
Kalau merasa terancam dengan kebaikan2 sosial yang dilakukan umat lain, bukankah itu harusnya menjadi koreksi. Mengapa tidak berbuat hal yang sama atau bahkan lebih? menjadi penolong sesama, dan dapat menyegarkan jiwa yang merasa papa, tertindas, miskin, terluka.
Mungkinkah wibawa Tuhan bisa didapat dari kekerasan, baik fisik ataupun mental? Sependek pengetahuan saya, di dalam agama apapun, Sang Khalik itu maha penyayang dan pengasih. Menyiarkan agama dengan mengadopsi sifat2 Tuhan (walaupun tak kan bisa menandingi) mungin bisa lebih menyusup ke dalam setiap jiwa.
Maafkan saya kalau ungkapan isi hati ini membuat angkara, marah, dan terluka...maaf....saya hanya mengungkapkan, menulis dengan menggunakan kemanusiaan saya yang amat terbatas...

Tuesday, August 09, 2005

Keep up the good work

Ketika sesuatu yang diinginkan telah didapat, kita sering merasa was2, takut untuk kehilangan. Beda sebelum sesuatu itu didapat, segala daya upaya dikerahkan. Bekerja, dengan lebih baik, berusaha untuk menghasilkan performa yang sempurna, dan masih terbebas dari rasa takut kehilangan. Dan perasaan bebas itu yang membuat kita bebas berekspresi & berkreasi sehingga menghasilkan kinerja yang kreatif bahkan inovatif.
Sebenarnya manusia gak perlu terlalu was2 dan takut kehilangan kalau mine set nya di stel masih seperti dikala MENGINGINKAN sesuatu. Bekerja dengan sempurna, bebas dari perasaan was2. Bila berhasil mungkin akan diberikan amanah yang lebih besar lagi, sebagai ujian untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi untuk mendapatkan cinta-Nya.
Semoga kita adalah orang2 yang tidak memiliki rasa was2 berlebihan, dan tentunya tidak juga cepat merasa puas.
Just keep up the good work!

Monday, August 08, 2005

......

Begitu banyak rumput2 patah...dan ilalang yang tumbuh baik tak jua bersyukur...sedih karena ditakdirkan sebagai ilalang...
Maafkan aku Tuhan, ilalang yang kadang lupa bersyukur atas embun dan sinar matahari. Rumput2 itu membuat aku patah hati.
Andai aku bisa mengundang mereka semua ke tempat dimana aku tumbuh...
Beri aku kekuatan Tuhan...

Friday, August 05, 2005

Catatan Sebelum Pulang Kantor

Dia cuma manusiaaaaa.... (*serieus sing)

Bagi yang pernah mengalami kekecewaan terhadap pasangan, mungkin lagunya serieus 'rocker juga manusia' bisa diganti dengan bait diatas :D

Jangan pernah terlalu meninggikan pasangan, kalo gak mau jatuh, dia cuma manusia, bukan malaikat tanpa cela. Jadi berusahalah untuk tidak terlalu bersedih bila akan atau sudah kehilangan pasangan. Dia cuma manusia gitu loh! nothing spesial, cuma perasaan cinta saja yang bikin mereka spesial. So..keep walking on...God loves u ^_^

Saturday, July 30, 2005

Apa sih...

Satu lagi! salah satu temen baik gue menikah, selamat ya..ikut seneng deh Dini. Walaupun perjalanan ke rumah mu itu gila2an, ternyata sawangan itu jauh yaa hehehe, tapi gak apa2 gue udah puas karena bisa dateng pas akad. Seperti biasa pertanyaan temen gue selalu "kapan nih nyusul gue?" hmmm...gue? ^_^ kapan2 lah..masih jauh kaliiiii. Bayangan untuk merit kayaknya seperti orang yang punya kelainan silinder pada mata, kedip sedikit jelas, kedip lagi eh...gak jelas lagi, kadang terang, kadang burem hihihihi...
Retak sedikit pada gelas, bisa menyebabkan retakan yang lebih lebar kan. Kalo males jaganya bakal kebelah deh tuh gelas. Nah susahnya gue kadang males jaga gitu, abis udah gompel dikit sih :P tapi kadang pengen juga jaga, kadang pengen daku tambal, supaya bisa dibuat minum lagi.
*Ditulis dengan rasa nano2...

Saturday, July 23, 2005

Pindah...

Berbicara tentang pindah berarti berbicara tentang adaptasi. Dalam sebulan ini gue dan orang2 terdekat gue mengalami kepindahan (kepindahan? hmmm bahasa yang aneh :P)
Pindah kerja di kota yang lain, sesuatu yang gak terlalu sulit sebetulnya, cuma setiap pindah, ntah itu pindah rumah, pindah sekolah, atau yang lainnya, pasti diawali dengan perasaan yang "gak enak" dalam arti agak janggal, seperti homesick mungkin. Tapi untungnya gue sudah terbiasa dengan yang namanya pindah, lagi pula gue juga bukan tipe yang susah beradaptasi, kalo susah itu pasti suasana kota, rumah, kantor, sekolah, atau apapun yang baru..memang betul2 parah, mess up. Alhamdulillah, so far so good, lumayan hommy. Sama juga seperti pindah ke lain hati, walaupun susah, tapi gue cukup adaptable kalo memang sudah cocok hehehe...(kalo udah cocok pasti adaptable lah!! *tuing...)
Begitu pula dengan si pus meong, dia juga pindah, dan sekarang gue sedang berada di kandang barunya, yang menurut gue memang jauh lebih bagus, lebih nyaman, sangat hommy, ada kolam renangnya lagi! tapi teteup aja perasaan gue janggal. Satu lagi, si pus meong ini kayaknya kok malah batinnya gak tenang di kandang baru, mudah2an gue bisa menghibur piaraan gue yang satu ini ^_* hehehe...
Oh iya, ngomong2 tentang gebetan jaman jebot (ceritanya lagi gak nyambung nih sama alinea-alinea sebelumnya, cuma jadi inget aja, mungkin ada hubungannya sama pindah ke lain hati..ihiks), setiap orang pasti punya, dan gue pingin nanya nih (kalo ada yang baca) gimana rasanya kamu/kalian/panjenengan/sampean kalo tiba2 disapa sama sang pujaan jaman kuno? kalo gue..terus terang seneng! (terus terang banget ya gue, gak ada basa-basinya :P eh biarin aja lagi...) Seneng disini bukan berarti gue kembali suka lagi, tapi lebih ke arah gue bisa juga temenan sama dia at least tau tentang nih orang (dengan catatan nih gebetan emang gak pernah kesampean, lebih tepatnya gue disini sebagai secret admirer). Dan bersyukur. Kenapa? karena setelah ngobrol2 panjang lebar, akhirnya gue tau kenapa gue gak ditakdirkan (even pacaran) sama gebetan jebot ini. Karena..ternyata emang sama sekali gak match bo! gak nyambung, dan bikin ilfil berat :P
Kadang kala kita pikir ada sesuatu/seseorang/apapun yang baik bagi kita, kita bakalan mati2an ngedapetinnya, karena menurut gue kadang manusia memang terlalu sombong, alih2 merasa yang terbaik, ternyata itu justru yang terburuk. Kata2 gue basi? mungkin. Tapi kenyataannya hal ini selalu gue temukan disekitar. Mudah2an semakin berumur kita juga semakin berilmu, semakin pake logika (ditujukan juga buat seorang teman yang sedang bingung), dan yang pastinya sih, selalu ngobrol sama yang Maha Mengerti semoga diberi petunjuk. Karena kita sebenarnya "gak ngerti apa2"
Waduh...jadi campur aduk gini ya ceritanya...*garuk2 kepala. Biarin aja deh :P
Terlalu spontan? hmmm..kayaknya sih...

Waroeng Ku Buka Lagi ^_^

Setelah rehat sekian lama akhirnya aku bisa buka lagi nih warung. Dan pertama kali masuk dapur rasanya kagok banget, yaa..seperti kebanyakan orang yang kelamaan cuti yang kagok atau ngerasa aneh pas megang kerjaan disaat masuk kantor aja.
Masakan gue akhir2 ini hasilnya asin, kadang manis, kadang hambar, gak karu2an gitu looh! kalo udah gitu masakan tadi berakhir di tempat sampah, alias masuk recycle bin :D
Warung jeng Mimi ini bukannya di renovasi, tapi jeng Mimi memang susah cari waktu kosong, bahkan sekedar masuk dapur. Tapi mudah2an setelah semuanya agak settle jeng Mimi bakal buka terus nih warung, pun gak ada yang beli hehehe....nyang penting hepi ^_*
Sudah dulu ah, hari ini buka setengah hari aja, jeng Mimi pingin jalan2 dulu, mau shoping ke tokonya pak kere, atau ngupi di tempat si mpok, atau keliling2 gak karuan, ke warung, toko, bahkan pasar sekalipun, mumpung gak dikejar2 deadline si klaien :))

Tuesday, June 28, 2005

PMS

Sekali sebulan, gak sering2 amat, tapi efek sampingnya banyak, jerawat, sakit perut, dan uring-uringan.
Dan sekarang gue gak tau apa memang hal tersebut yang bikin gue dari kemarin maunya marah2 terus, mengingat situasi dan kondisi lingkungan gue memang lagi sangat menyebalkan! Pokoknya bad mood deh.
Kalau lagi begini, jeleknya kalau inget sesuatu yang menyebalkan, apalagi ditambah baca2 primbon masa lalu, yang sebenernya gak perlu dibaca lagi karena gak penting, rasanya mau meledak. Kalo si mbah liwat dan liat diriku ini pasti sudah bilang "nyebut nduk..nyebut.." "sing eling" (si mbah biasa meng-hiperbola-kan sesuatu, kadang gue disangka kesurupan kalo lagi ngomel, padahal ngomelnya gak sama orang, tapi ngomel sendiri hihihi...emang kayak kesurupan ya?).
Kalo sudah begini, semua orang bisa kelihatan menyebalkan, salah satunya si dia yang memang akhir2 ini menjadi sumber dari segala sumber kekesalan gue hehehehe, ya maap deh, gak akan kebakar kalo gak ada api kan dear ;;) jadi jangan salahkan daku yang sering sekali jengkel tanpa sebab, itu adalah efek samping jangka panjang.
Ah mendingan saya makan saja deh...daripada tambah ngawur :))

Monday, June 27, 2005

Kula Kroso Bejo

Iseng-iseng googling, gak sengaja nemu menu bahasa jawa di google, sumpe deh, gue baru liat! ada yang versi bahasa jawa :)))) , menarik banget kan. Mungkin gue emang telat taunya, atau emang gak pernah merhatiin menu, pokoknya browsing :)
Main menu di google versi english ada : Web Images Groups News More
Kalau versi jawanya : Web Gambar-gambar Paguyuban Kabeh Topik
Wah....kalo caranya gini, sesepuh2 dalam keluarga gue yang memang gak bisa bahasa indonesia, apalagi inggeris bakalan gak ketinggalan info dari internet nih :)) asik banget kan.
Kalau mau cari yang lebih detail alias advance search, tinggal di klik
nggolekki sing luwih pepak.
Besok, kalo pulang kampung, si mbah mau tak ajarin nge-net, sapa tau mau cari primbon. Ya asal doi gak nemu gambar2 yang hot. Bisa serangan jantung nanti hehehe...

Friday, June 24, 2005

Catatan Jumat

Hari ini memang betul-betul hari rejeki nomplok, siang tadi temanku yang kerja di kota sebelah dalam satu kabupaten tiba2 telpon, ajak makan siang bareng temen2 kantornya, ceritanya dia mau traktir2 karena hari ini hari terakhir masuk kantor, mulai senin bakalan cuti 2 minggu dalam rangka melepas masa lajang. Jadilah kita makan di Paparonz (adanya disini cuma ini sih, padahal enakan Pizza Hut kalo menurut gue - udah gratis pake protes lagi ya hahaha). Nah rejekinya itu bukan hanya "makan siang" nya, tapi atas ajakannya yang gak biasa + bawa temen2nya pula, yang artinya gue dapet temen baru, trus mengalami unusual happy time (walaupun cuma ngobrol n ketawa-ketiwi), karena biasanya daku setiap hari jumat paling banter jalan2 ke plaza daerah disini, atau cuma nongkrong di pabrik, melototin computer sambil main game, blogging, atau chatting, atau browsing (kok kebanyakan ataunya sih..).
Pulang dari makan siang, sampe kantor dapet Hoka2 Bento dari si Bos + semangkuk Chili Meat :))...tumben amat ya. Mungkin rejeki pra-resign heuheuheuhe...
Oh iya, ngomong2 resign gue cabut dulu deh, mau beres2 laporan, biar gue gak jadi tahanan kantor :))
*kekenyangan*

Wednesday, June 22, 2005

Waterfalls

Tiba-tiba saja gue pingin banget ke air terjun. Dingin-dingin begini? yeap..justru karena dingin menusuk tulang seperti di dalem ruang kantor ini gue jadi kepingiiiin banget mengunjungi air terjun, inget masa-masa ikutan baksosnya FSRD di Cidahu, Sukabumi. Waktu itu tahun berapa ya? wah udah lama banget deh, satu2nya anak FE yang nyempil dan nyaru diantara sekawanan makhluk2 yang antik, eksentrik, menarik (uuuppss...maap nih teman2 FSRD yang mungkin baca :P ...itu adalah testimonial looo. Thanks for allowing me to be your friend gals, mungkin kalo gak gue punya temen dan sahabat seperti kalian, gak bakal punya pengalaman yang begitu mengesankan seperti baksos Cidahu itu. Tau sendiri kan fakultas gue? kebanyakan gengsi, terlalu glamour, dan gak asik lah hehehehe...).
Gue menamakan air terjun di Cidahu itu "Curug Longwe", bukan karena banyak kelong wewe loh, bukaaannn. Tapi karena jalan menuju curug yang gue gak tau namanya itu sangat jauh (long way *kriuk*), dengan medan yang cukup menguras fisik dan mental, sempit, terjal, berliku (waaaaaaa....jadi kangeeeeennn syekali deh) jadilah "Curug Longwe", semena2 banget gak sih namainnya?, (mungkin mas pendaki gunung tau :).
Tapi perjalanan yang melelahkan itu sangat layak dengan hasil yang di dapat. Air terjunnya keren banget, eksotis deh, masih perawan, kayaknya jaraaaaaaaang banget didatengin, ya mungkin karena susah dan agak berat medan jalannya. Dingin yang menusuk dan membuat kita menggigil kayaknya gak ada artinya, udah terlalu senang sih. Waktu itu hujan pula, untung gue belom tau tentang longsor di air terjun, mungkin kalo udah tau gue bakalan sedikit paranoid. Rokok yang tinggal semata wayang dan berhasil dibakar langsung dilindungi dari hujan ntah pake tangan, daun, apa aja, pokoknya jangan sampe mati, lumayan buat ngusir dingin.
Saking bagusnya tuh curug gue sampe males balik ke pos, tapi berhubung gue gak mau jadi makhluk penunggu curug, dengan berat hati gue balik. Sesampainya di pos gue langsung makan indomie rebus di warung2 yang berderet di sekitar lokasi perkemahan (gue sih nginepnya di mobil, gak dapet jatah kemah hehehe). Seperti biasa kalo gue berada di daerah yang dingin, bawaannya makan terus, di Cidahu itu makan indomie bisa 6-8 kali! hebat, gimana gak tambah "montok" ya ckckckckck, tapi itu duluuuuu :)), sekarang? gak tau deh, dah jarang pergi2 sih, gak pernah ngetes perut di udara dingin lagi. Sapa tau lebih membabi buta hehehe.
Sebenernya sih gue juga kepingin ke air terjun Coban Rondo dan Coban Glotak (12-13 km dari Batu, Malang) . Atau yang belum dikelola menjadi objek wisata, Coban Pelangi,sekitar 2 km dari Desa Gubuk Klakah Kecamatan Poncokusumo di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas, dengan tinggi 30 meter, dan untuk menuju lokasi ada jalan setapak sepanjang 1,5 kmdan ada shelter tempat istirahat sejenak.
Someday kalo gue pingin pulang kampung, tak mampir ke Malang! ^_^
Air terjun selalu terlihat misterius di mata gue. Kuat, eksotik, dan penuh rahasia, sama seperti kala gue berusaha melihat de dalam laut dari atas dek kapal, begitu juga danau. Misterius dan bikin penasaran, ya walaupun ini memang perasaan gue aja :).
Dan...sekarang tiba2 gue kangen berada disana.....menikmati karya seni asli...yang bisa membuat gue merasa bebas, bersyukur, dan sejuta perasaan indah lainnya.