..... masih ada satu hari lagi, tomorrow is the day for make a quick decision...
Semoga gue bisa mensyukuri semuanya, baik.. buruk.. menurut gue pasti baik menurut Kanjeng Gusti.. kalo gue pintar mengambil hikmah..
Semoga juga, pilihan gue nanti menjadi salah satu pilihan awal tahun yang membawa kemaslahatan.. Amien..
Tuesday, December 27, 2005
Quick... Choose a Card!
Thursday, December 01, 2005
Celoteh Sore...DiArY-BLoG dan sedikit tentang DodoliPeT

Kenapa gue bilang salah satu? karena gue punya banyak buku diary, bukan karena satu dairy gak cukup, tapi karena gue gak pernah awet sama satu buku. Kadang kalo nemu buku bagus lantas gue beli, lupa kalo di rumah sudah punya, tepatnya dilupa-lupain. Boros? kayaknya! Nyesel? sudah pasti! karena kalo uang yang gue belanjain buat diary2 itu kalo dikumpulin bisa buat beli parfum The Body Shop saat ini. Dan lagi isinya juga cuma gitu2 aja, kebanyakan tentang masa2 sekolah, cowok, dan hal2 gak penting lainnya, tapi walaupun gak penting, tetep aja lucu kalo dibaca ulang, jayus abiiiizz!! bahasanya itu loohh, kayak dibuat2, dibagus2in, padahal gak ada yang baca kecuali gue. Biasanya gue nulis diary sambil ndelosor (tiduran tengkurap) diatas tempat tidur, menerawang, mikir2, senyum2, lalu menuliskan aksara demi aksara, kadang2 digambar-gambar, pulpennya warna-warni, pake spidol juga suka, kalo lagi iseng pake krayon! salah satu hobi gue kalo gak boleh dibilang kesukaan yang aneh adalah mencoba2 alat tulis, kalo buku bisa ditulis sama arang mungkin akan gue coba pake arang. Arang juga alat tulis kan? eh bukan ya? maap :))
Setiap diary pasti punya nama, sok imut kali ya :P ada yang namanya Bintang, Bulan, Matahari, Mory, Dike,.... gue gak inget lagi. Di awal paragraf pasti ada tulisan "Dear Dike" atau "Bintang sayang".... *bersemu2 nih...hihihi isin aku :P
Thursday, November 24, 2005
Letters Through Times
Mau bikin surat wasiat, surat pengakuan dosa, ..mau bikin peta harta karun, or a secret letter untuk disimpan sendiri tapi bingung mau bikin dimana dan dengan media apa agar kerahasiaannya tetap terjaga? dan terutama agar bisa di reminder lagi bahkan untuk jangka waktu 20 tahun kedepan? Hubungi 0813-188600-XX :)).... huuusss becanda aja nih. Tapi betul kok, kita-kita bisa bikin dokumen rahasia yang tetap tersimpan sampai beberapa dekade. Caranya gampang, sodara2 tinggal mengunjungi situs ini. Situs Forbes.com yang dimiliki Forbes Magazine tersebut melayani pengiriman e-mail ke diri sendiri yang akan dikirimkan di waktu tertentu yang ditetapkan oleh si pengirim e-mail. Jadi misalnya gue pingin bikin surat yang isinya cerita tentang masa-masa pacaran sampai kehidupan perkawinan gue nanti, terus gue kirim ke e-mail gue sendiri melalui link yang udah gue tempel diatas itu, nanti sama mereka akan dikirimkan 5 atau 20 tahun mendatang ke e-mail gue (tergantung gue maunya berapa lama). So e-mail yang berisi cerita tadi bisa gue liat lagi, mungkin untuk bernostalgia, atau gue jadiin kado buat pasangan trus baca sama2 deh, romantis juga kan ;).
Tapi Forbes juga realistis, walaupun iming2nya mereka akan do the best to keep and deliver the letter on time to us, tapi gak menutup kemungkinan juga untuk gagal. Karena mereka juga gak bisa memastikan apakah mereka -Forbes Magazine- akan tetap bertahan sampai 20 tahun kedepan, walaupun memang mereka telah eksis selama 85 tahun sampai saat ini. Selain itu mereka juga tidak dapat memperkirakan apakah database dan aplikasinya akan tetap duduk manis di server mereka selama jangka waktu sampai 20 tahun. Maka dari itu Forbes juga menggandeng dua partner yang berbeda untuk mendukung project mereka, salah satunya adalah ini. Jadi kalo ada apa2, partner2 mereka akan meneruskannya. Kalo semuanya bangkrut, ya gak tau lagi deh hehehe ;)
Tuesday, November 22, 2005
JEJAK ROKOK KLOBOT
Bungkusan dekil itu tersembul di laci almari papa, warnanya coklat, sepintas seperti sampul coklat buku2 SD gue. Bentuknya kotak ukurannya kira2 4x10 cm isinya ada 4 batang, tanpa merek. Sayangnya gak bisa gue poto karena gak ada kamera :(. Hanya gambar disamping ini yang kira2 mirip dengan isi bungkusan itu -kecuali mereknya dan bentuknya yang makin besar kayak huruf A- jadi ya gue tempel aja. Oh iya posting ini harusnya lebih cocok ditulis pakdhe ;) Kenapa bungkusan itu ada di almari seorang bokap yang tidak merokok? ternyata itu kenang2an dari mbah kakung, hasil ngembat dari atas meja makan omah ijo katanya. Ckckck kleptomania atau keinginan sentimentil ya pap? hihihi maap :)
Mbah kakung memang seorang perokok berat, mulai dari cerutu, menghisap pipa rokok, lingwe alias linting dewe, sampai klobot. Hobi itu diikuti sama mbah putri, yang jelas cewek kalo merokok di jaman itu pastinya sih bukan untuk gaya2an, apalagi mengikuti trend, tapi untuk mengganti kebiasaan menginang yang memang kurang praktis.
si mbah. Menimang-nimang bungkus rokok klobot mbah kakung, ragu2 antara nyobain atau gak. Akhirnya gue putuskan untuk tetap meletakkannya di tempat 'persembunyiannya' selama ini. Sayang..biar saja gak tersentuh untuk waktu yang gak ditentukan, siapa tau nanti bisa gue tunjukin ke anak gue nanti, biar dia merasakan 'bersentuhan langsung' dengan jaman mbahnya, ingat asal-usulnya, walaupun hanya lewat sebungkus rokok klobot yang warnanya sudah kumel.
Thursday, November 17, 2005
Me is The Team
Wednesday, November 16, 2005
Time is ticking...
I wonder how can I be like this stupid in these few days. Hari sabtu nanti adalah salah satu hari yang bersejarah, cikal bakal sebuah hari bersejarah yang lain, dua keluarga bertemu. Walaupun hanya silaturahmi, tapi hal itu sudah cukup membuat gue keringat dingin, makin deket harinya rasanya semakin deg2an. Detak jantung bukan lagi di kali dua tapi pangkat lima for each day!!
Monday, November 14, 2005
Back to nomal?
Hari ini udara di Jakarta dan sekitarnya kembali berpolusi, setelah beberapa minggu terakhir terasa agak menyegarkan. Sepeda motor berjumlah 5 kali lipat mungkin, mobil pun begitu, sumpah serapah dari para pengendara termasuk supir angkot menghiasi langit2 Jakarta, suara rem berdecit2 memekakkan telinga. Tukang becak (didaerah gue masih ada, jadi jangan protes) susah payah ngeles kanan ngeles kiri, menahan beban penumpangnya sambil mencari selah2 sempit diantara sepeda motor, mobil, dan angkot. Jakarta dan sekitarnya berpeluh kembali.
Loh kok ya aku ngelantur sih? mungkin efek pusing sore ini, sebutir pil penghilang rasa sakit kepala memang gak mempan nih kayaknya.
Thursday, November 10, 2005
Sugeng Riyadhi ...
Ya ya...kembali lagi ke rutinitas sehari-hari, setelah hampir dua minggu rehat dan meluangkan waktu bersilaturahmi. Hidangan di meja makan bukan lagi ketupat, kue-kue labaran tidak lagi berlipat.
Monday, October 24, 2005
Catatan Kecil Kupu-Kupu Mungil
Aku bermatamorfosis, bergelut dalam tarian kepompong, menyerap nutrisi dengan segala zat baik dan buruk, mencoba menjadi kupu-kupu yang bersayap cerah terang, berwarna kuat, dan berharap bisa terbang ke ladang bunga yang luas..tanpa batas. Bukan kembali kesini, lalu...menjadi kepompong yang mati...
Wednesday, October 19, 2005
Mudik...Napak Tilas...
Nganjuk dan Blitar, dua kota yang menyejukkan hati. Walaupun eyang semua udah gak ada, tapi dengan mengunjungi rumah masa kecil nyak babe adalah suatu bentuk penelusuran dan pengenalan tidak langsung kepada beliau-beliau, dan otomatis kehadiran eyang selalu saja terasa. Eit..jangan berpikir tentang dunia lain disini ;). Maksudnya di rumah2 tersebut selalu saja ada makanan tradisi keluarga yang selalu dibuat bila sedang berkumpul. Atau melihat koleksi kain2 tua eyang putri, melihat2 foto keluarga (sayang gue gak sempet repro, jadi gak bisa di upload), dan mendengarkan cerita2 bude, pakde, om dan tante yang bernostalgia. "Omah ijo" adalah julukan kita untuk sebuah rumah tua di Nganjuk, dimana masa kecil dan remaja ibu dilewatkan. Sebuah Rumah dengan atap2nya yang tinggi, puluhan jendela, ubin abu2, serta puluhan pohon besar dan kecil, sungguh sangat menentramkan jiwa. Gak pake AC ya gak masyalah, walaupun Nganjuk adalah kota yang lumayan hangat. - Timbangan bebek (buat main pasar-pasaran)
- Sumur bulat (Selalu penasaran dengan dasarnya, dan kengerian sendiri ngebayangin gue jatuh dari pinggir sumur. Anak kecil yang aneh, gue sampe heran sendiri kalo inget hehehe).
- Pompa air tangan (seneng mompa sampe banjiiiir)
- Pohon kol banda (bahan sayuran gado2, bumbunya: tanah liat, krupuknya: daun kering, ada yang mau?:P)
- Kaleng krupuk (aneh aja bentuknya, bunder ser)
- Kecap cap sawi (yang jelas enak, dan adanya cuma di Nganjuk dan sekitarnya)
- Kursi2 dan sofa2 kuning gading (gue gak tau kenapa ada di semua tempat di ruang tamu)
- Pawon (dapur besar, biasanya kalo ada hajatan masaknya disini, rame2 sama tetangga, kalo gak ada hajatan ya kosong, rada serem karena letaknya yang terpisah dari rumah)
- Madumongso (makanan yang terbuat dari ketan hitam yang dimasak bersama gula aren sampe kental dan bisa dipulung, dibungkus menyerupai permen dalam kertas krep warna-warni. Selalu ada, gak pernah absen)
Ke 10 benda, ruang, dan makanan diatas adalah hal yang paling membekas di kepala ini.
Oh iya kalo ada yang mengunjungi kota Nganjuk ini, jangan lupa makan nasi pecel, plus gorengan (paru, babat, empal, dll) yang ada di Jl. Dr. Sutomo, dijamin puasssss. Yang makan mengelilingi meja bundar yang diatasnya tersedia lauk-pauk yang diambil sendiri, pecelnya pake lamtoro, bumbunya medok, sayurnya selalu segar dan kumplit, nasinya pulen dan anget. Plus kerupuk opak. Duh jadi laper deh :(( .
Nah, kalo di Blitar gak begitu banyak yang bisa memesona gue seperti di Nganjuk. Tempat babe gue main2 masa kecil ini gak banyak khasnya. Yang gue inget tentang rumah ini:
- Ayam, soang dan bebek yang ada di halaman belakang, TV dengan pintu geser, ikan kecil2 yang ada di bak mandi. Apalagi ya...
- Mangut ikan pari!!! waduh ini enak sekali. Waktu eyang putri masih ada, gue suka dimasakain mangut ikan pari pake kuah santan. Mangut itu adalah ikan diasapin, rasanya khas banget! Apalagi kalo sayur mangutnya dikasih cabe rawit merah utuh, sama pete, dimakan pake nasi anget..hhhhmmmmmm...nyam nyam deh. (perut gue mulai perih nih, kenapa ya?).
- Di Blitar desa-desa nya masih asri, pohon berbuah banyak sekali disini, di rumah sodara gue ada salak, rambutan rapiah (spellingnya gimana ya), duren, jambu air hijau. Dan anehnya selalu berbuah! singkongnya kurus2, tapi pulen, empuk, dan gurih.
Setelah Nganjuk dan Blitar, tujuan akhir biasanya Surabaya. My beloved town ini mempunyai sejuta kenangan buat gue, masa kecil yang indah itu gue lewati disini, walaupun disini gak ada rumah eyang, tapi selalu saja gue dan keluarga menyempatkan bermalam di kota yang makanan dan masakannya bikin gue mabuk kepayang. Napak tilas masa kecil disini betul2 menyenangkan, dan menyejukkan hati (suit suiiiit).
Aaahh Tiba2 gue kangen sekali pulang kampung :((. Ritual berkemas sebelum mudik itu yang asik sekali plus ngangenin. Bermobil dari kota yang satu ke kota yang lain sampe ke kota tujuan, pemandangan jalur selatan yang gak pernah ngebosenin, atau jalur utara dengan pantai2 yang sayangnya udah banyak yang kotor. Dialek2 yang berubah-ubah dari jawa barat, masuk ke cirebon, lalu jawa tengah, berikutnya dialek transisi antara jawa tengah dan timur, sampe suroboyoan.
Mudik itu indah banget ya. *sambil ngebayangin.....plus perut laper...
Selamat menuntaskan ibadah puasa teman-teman, 13 hari lagi, hari besar itu akan datang. Selamat mudik bagi yang mudik nanti :)) salam buat kampung halaman....dimanapun...
Friday, October 14, 2005
Tajil
Wednesday, October 12, 2005
Dunia Lain
Kadang gue masih terkaget-kaget dengan suasana "santai" kayak gini, setelah 4 bulan hengkang dari pabrik yang notabene rame, sedikit bising, dengan orang yang berlalu-lalang dengan langkah cepat2, gue masih rada kagok. Dibilang enak, ya enak, dibilang gak, ya gak. Enaknya kalo kitanya emang sadar akan profesionalitas (bener gak nih bahasanya) suasana hommy seperti ini sangat mendukung produktifitas (nulis blog pagi2..wakakakaka..maap maap bos, baru kali ini kok aye kutak-katik warung pagi2, kerjaan dah beres, tinggal finishing touch ;)). Dan suasana kayak gini bisa dibilang gak enak, kalo kitanya "terbuai" dengan kesantaian, kayak orang tidur kebanyakan, bukannya seger malah males.
Di kumpeni ini (seperti kata pak kere : kumpeni. Hihihi) yang diutamakan output, terserah deh mau dateng siang kek, malem kek, yang penting kerjaan kelar, beres, dan profesional.
Wednesday, October 05, 2005
Kring Kring Kring
Tuesday, September 27, 2005
Papa....dan Mimi.....
Rasa kangen ke mama dan adik cuma bisa diobati dengan surat, dan kiriman foto terbaru mereka, kadang mimi sedih juga sih.
*I love you so much papa... *hugs
Friday, September 23, 2005
Pijat...Monggo Kerso...
Tapi semenjak yu Sumi pulang kampung nengokin anak tersayang, dan suaminya tercinta, otomatis hobi gue yang satu ini jarang ditekuni lagi. Paling2 pijat refleksi dan tentunya gak seenak yu Sumi rasanya.
Tuesday, September 20, 2005
Yoyo
Kemarin sore waktu jalan2 di kompleks pertokoan dekat rumah, gue ketemu yoyo. Bukan si yoyo di sinetron yang gak jelas itu, tapi yoyo si bulat yang bisanya naik dan turun. Lucu, menggemaskan, pingin beli, buat koleksi. Tapi sayang ternyata gak dijual, “Cuma buat display aja kok mbak” kata si pramuniaganya….ooooh, ya sudah ndak apa2 :)Dan akhir2 ini, gue merasa seperti si yoyo, yang demennya naik turun gak jelas, bukan lantaran tangga, tapi berat badan!...dan seperti biasa, acara kantor, meeting, dan kumpul2 jadi kambing hitam, karena acara2 kayak gitu biasanya menyediakan “nutrisi” berlimpah yang jadi sasaran gue. Soes isi ragout, kroket keju, lemper, sosis solo, risoles, dkk…
Mereka (kudapan2 yang sudah disebutkan tadi) senasib sama babi hutan demenannya obelix. Ya..gue emang kayak obelix yang jadi liar dan lari2 gak karuan ngejar2 si babi hutan malang beserta saudara2nya itu.
Begitu liat makanan dengan tekstur yang “lucu” dengan rasa gurih, medok, dan sarat isi, gue langsung lupa kalo gue harus diet (tahun depan harus langsing, kalo gak mau jadi bacang pas pake kebaya). Risol dan sepupunya dalam sekejap bersemayan di perut gue. Alhasil besoknya naik 1 kilo! Padahal baru sebulan ini jarum timbangan di rumah bergeser ke kiri dua strip :(( hu hu hu hu….
Fitness! Kayaknya ini satu2nya jalan merombak metabolisme yang udah salah. Semoga bulan depan gue udah bisa nongkrongin gym. Kebetulan lagi dalam waktu dekat memasuki bulan puasa…bulan detoksifikasi plus perampingan…sip deh ;) (ih kok jadi pamrih sih).
Dan gue tetap optimis, semoga dengan ditambah ritme kerja yang biramanya 1 per 2 ini gue bisa cepet menyusut.
Mudah-mudahan tahun depan kebaya cantik itu bisa serasi sama gue….dan gak jadi miss bacang :))
Hhhhhmm..rasa rasanya yoyo bagus juga untuk suvenir ya ;)

Friday, September 16, 2005
Tour de Garut...Goes to Papandayan
Intro
Malam semakin larut, hampir pagi malah, langit masih berwarna hitam beludru, bagus sekali, seperti kanvas tanpa bingkai pembatas ketika bintang bermunculan membentuk sebuah gugus yang sangat mempesona, walaupun gue melihatnya dari jendela bus, tetapi pemandangan yang luar biasa itu seperti gue lihat sambil tiduran di padang rumput.
Hari Pertama
Pagi pun menjelang, bintang pun sudah disimpan di balik layar, saatnya mengucapkan selamat pagi pada mentari. Tepat pukul 6 pagi bus yang membawa gue akhirnya menyandarkan pantatnya di terminal Guntur, Garut. Dingin langsung menyambut, hmmm I feel so different. Suasana yang lain telah menyelimuti gue, orang lalu lalang saling sapa dalam bahasa sunda yang kental, penjaja sarapan pagi sudah siap di tempatnya, angkot2 berwarna hijau, kuning, coklat, colt dan becak super sempit berseliweran (untuk ukuran gue hehehe), walaupun baru satu dua. Welcome to Garut. I am ready for "a walk.
ka kemungkinan nemu penginapan. Dan setelah lebih dari 10 orang informan dan penjaja serabi serta menghabiskan waktu sekitar 2 jam!! akhirnya ketemu juga tuh jalan. Hanya ada satu penginapan mungil di jalan itu, dan ternyata bersih juga (ah gak sia2). Untung saja, soalnya udah males cari alternatif lain, kaki gue udah gemporr, paha nyut2an.
n bermalas2an sebentar sambil merem2 gak jelas sampe menjelang sore, gue memutuskan untuk jalan2, cari apalagi kalo gak cari makanan. Yang agak mengecewakan kenapa disini semua orang jualan mie bakso? :(( makanan ini mah udah familiar banget, di Jakarta juga banyak, rasanya beda dikit, cuma beda di taburan udang keringnya.Setelah menghabiskan semangkuk besar mie bakso ala garut, kita jalan2 di pusat kota garut, yang jelas didominasi pertokoan, disini banyak yang menjual tembakau dan cengkeh untuk dijadikan rokok lintingan plus saos tembakaunya, pinginnya sih coba beli, penasaran, tapi urung karena kebanyakan yang nongkrongin aki-aki, rada tengsin juga hehehe.
putar2 di kota yang sejuk itu, gue pulang ke penginapan, istirahat, untuk selanjutnya makan malam di jalan Siliwangi.Malam pun menjelang, selepas sholat Isya, gue menyusuri jalan Siliwangi, kalau siang jalan ini bisa dilewati mobil, motor, dan kendaraan lain, tapi kalau malam, jangan harap, jl. Siliwangi seperti disulap menjadi pasar malam kecil, tapi isinya pedagang makanan semua, di kiri dan kanan, jalan ditengah2 antara para pedagang itu hanya cukup dilewati pejalan kaki, atau sepeda motor dan becak yang nekat berusaha menerobos untuk sampai ke ujung jalan.
Makanan disini rasanya manis, bahkan masakan sunda yang menyediakan ayam goreng dan bakar beserta lalapnya yang harusnya gurih, pedas, dan segar.
Perjalanan ke Papandayan memakan waktu kurang dari satu jam, dari Garut hanya naik colt jurusan Bandung satu kali menuju ke alun2 Ciseureupan. Dari alun2 Ciseureupan disambung ojek, ongkosnya 10.000 rupiah, gak terlalu mahal sih, mengingat jalan naik ke alun2 satu kawasan gunung Papandayan berkelok2 dan menanjak, dan tentunya dingin buanget, karena kita naik masih jam 6.30 pagi, kabut juga masih tebal. Orang2 dusun di kawasan gunung papandayan sudah aktif bekerja, ibu2, bapak2, kakek nenek, sudah berlalu lalang membawa pikulan masing2, lingkungan yang masih alami jarang polusi dan paksaan keadaan membuat stamina mereka sangat fit apalagi dibanding "orang kota"...salut! Pemandangan kiri kanan jalan bagus banget. Kebun, sawah, bunga liar, pohon2 besar, edelweis, sayur-mayur yang siap diangkut pengepul, plus hamparan kabut tipis yang kadang menebal, mengingatkan gue akan lukisan2 yang sering dibuat para seniman, dan yang ini jelas lebih keren ^_^
akhirnya sampai juga di alun2 satu, dibawalah kita sama tukang ojek ke salah satu warung kopi di kawasan pelataran alun2, si empunya warung yang ternyata bibi si tukang ojek orangnya ramah banget, tukang ojeknya juga, kita ditawari masuk ke bagian belakang warung, disuguhi air teh hangat, dan menyilakan duduk di bale2 yang depannya ada tungku berbahan kayu bakar, seperti api unggun. Karena belum sarapan, gue pesen nasi goreng sepiring, tentunya tanpa kecap. Rasanya...hmmm standar sih, lumayan lah daripada gak ada hehehe...yang jelas si bibi dan tukang ojek ini menurut gue mempunyai kemampuan marketing yang baik, membuat orang merasa hommy, dan nyaman walaupun dengan kesederhanaan fasilitas, jadi kayaknya gue gak kapok deh :))Sampai ke "pintu gerbang" gunung mulailah jalan menerjal, licin berpasir dan berkerikil, satu dua pendaki pun sudah tampak, mendaki...dan mendaki....kawah2 pun mulai tampak, bau belerang menyengat, oh iya..kawah di Papadayan sudah bisa dinikmati setelah jalan 30 - 40 menitan, kawah yang ada di "bawah" ini mungkin kawah2 baru karena Papandayan belum lama bangun, kalo gak salah th. 2003 meletus jadi muntahan materialnya masih agak "hangat" dan tentunya menimbulkan
kawah baru, yang gue liat disini ada 3 kawah, ini baru dibawah. Cuma gue gak sempet deketin, selain gak mau konyol karena gak ada guide, juga karena gue liat gak ada yang nyamperin, jadi hanya puas melihat dan menikmati baunya hehehe, gue jadi inget gatot koco mungkinkah tubuhnya berparfum belerang? hihihi...
Makin lama jalan gue makin lambat, sebentar2 berhenti, ambil nafas, mengais2 oksigen, dan tentunya sudah kebalap sama pendaki berpengalaman, apalagi sama penduduk lokal, hebatnya ada nenek2 nyalip gue, bawa gendongan pula, ampun deh. Sepertinya dibalik punggung Papandayan ada beberapa kebun dan sawah yang sehari2 mereka garap dan jalan gunung adalah jalan satunya menuju ladang hidup mereka. Satu dua pekerja lokal seperti halnya si nenek, melewati gue dengan sigapnya, layaknya jalan di Plaza Senayan, yang berlantai marmer licin tanpa hambatan. Hebat hebat hebat...nafas mereka sama sekali gak terlihat tersengal2, benar2 santai cok! dan gue mengutuk diri sendiri...Olahraga makanya!!!
Ya Intan..sedikit lagi, 5 langkah lagi samp!!! ayo2. Dan setelah satu jam, akhirnya sampai juga, alhamdullillah!! terimakasih Tuhan!! aaahhh...senangnyaaaa...pemandangan dari sini bagus banget, dan gue bangga juga sih, untuk orang yang jarang olahraga setidaknya gue bisa sampai setengah gunung hehehe...
Tiba saatnya "turun gunung", and trust me!! turun gunung itu 3 x lebih menakutkan daripada naik. Baru pertama menginjak jalan turun aja gue udah kepleset, untung gak guling2 kebawah, ampun deh. Pilihan gue: Nyeker aja deh. Padahal harusnya gak boleh, resiko tertusuk kerikil dan jadi inceran uler lebih besar. Tapi gue lebih takut kepleset apalagi gue pake sendal jepit, licin banget!! Perjalanan turun seperti jalan yang gak pernah gue lewati, padahal sama. Tampak bawah dan tampak atas betul2 lain. Satu..dua...bertumpu lagi ke dahan2, lebih lambat daripada naik...betul2 scary, liciiiiiin....
Dan perjalanan menuju sungai kecil tadi, lalu kawah2 tadi rasanya lebih menyenangkan, karena tahap yang paling mengerikan sudah lewat, layaknya turis aja, udah bisa ketawa2. Lega. Saking leganya gue sempet jatuh terguling di lahan yang "relatif aman" danlandai sekali. Gak parah sih, lecet aja dikit. Kayak jatuh kesandung di jalan aspal. Dan perjalanan ke bawah lebih menyenangkan, terasa cepat, walaupun tetap sulit. Akhirnya "pintu masuk" cagar alam hampir terlihat.
Tepat jam 12 siang, sesuai perkiraan, akhirnya sampai juga di warung si bibi, yang jelas gue pengen Bandrek! eh bandrek disini enak sekali loooh, bukan bandrek instan, tapi racikan sendiri..pedes, anget, manisnya pas tenan, minum sambil selonjoran, nikmat sekali, paha udah "ludes" biarin deh, yang jelas gue seneng. Pendakian kecil ini membuat gue bersyukur dikasih hidup, yang jelas gue merasa lemah dan kecil, tiada kuasa. Kepasrahan dan pemandangan yang menakjubkan membuat kebesaran Ilahi lebih terasa.
Sore hari udah sampai di Garut, karena seharian energi habis diperas rasa penasaran akan Papandayan, perutpun minta diisi, tujuan selanjutnya rumah makan ampera, bayangan gue: nasi + lauk pauk sundanesse seperti di rumah makan ampera, Bandung. Dan ternyata rasanya...manis lagi :(( ampera disini bukan ampera seperti yang ada di Bandung...ihiks...tapi gak apa2..sikat aja lah.
Pulang...mari kita pulang...puncak gunung Papandayan masih terlihat dari balik jendela bus, menggantung di langit, termangu, dan masih takjub, yang disesalkan adalah: g
ak sempet beli pepes ikan mas mak Ecot (bukan mak Erot loh). Hanya perlu waktu 3 jam, dan akhirnya...Welcome home Mimi...
I'll be going to Papandayan again. Dan kali lain semoga gue bisa stay one night up there. *And live goes on...ayo..kerja lagi!! hap hap hap....*
Kesedihan VS Kesusahan ???
Cobaan dalam kesusahaan, sering menjadi koreksi kita. "Mungkin gue kurang beramal" ..."Mungkin gue kurang bersyukur"..."Mungkin, dia memang bukan jodoh gue".
Wednesday, September 07, 2005
Memahami Perbedaan...
Mungkin kalau sudah begitu bisa ditanya; apakah kita sudah total dalam menyatukan diri dengan-Nya? Mengapa niat itu bisa dikalahkan dengan ketakutan? Bukankah seharusnya ibadah itu khusuk, dengan menutup semua koneksi dengan dunia luar saat berniat untuk ibadah, dan tidak merasa terganggu dengan hal lain?
Tuesday, August 09, 2005
Keep up the good work
Monday, August 08, 2005
......
Friday, August 05, 2005
Catatan Sebelum Pulang Kantor
Bagi yang pernah mengalami kekecewaan terhadap pasangan, mungkin lagunya serieus 'rocker juga manusia' bisa diganti dengan bait diatas :D
Jangan pernah terlalu meninggikan pasangan, kalo gak mau jatuh, dia cuma manusia, bukan malaikat tanpa cela. Jadi berusahalah untuk tidak terlalu bersedih bila akan atau sudah kehilangan pasangan. Dia cuma manusia gitu loh! nothing spesial, cuma perasaan cinta saja yang bikin mereka spesial. So..keep walking on...God loves u ^_^
Saturday, July 30, 2005
Apa sih...
Saturday, July 23, 2005
Pindah...
Waroeng Ku Buka Lagi ^_^
Tuesday, June 28, 2005
PMS
Monday, June 27, 2005
Kula Kroso Bejo
Main menu di google versi english ada : Web Images Groups News More
Kalau versi jawanya : Web Gambar-gambar Paguyuban Kabeh Topik
Wah....kalo caranya gini, sesepuh2 dalam keluarga gue yang memang gak bisa bahasa indonesia, apalagi inggeris bakalan gak ketinggalan info dari internet nih :)) asik banget kan.
Kalau mau cari yang lebih detail alias advance search, tinggal di klik nggolekki sing luwih pepak. Besok, kalo pulang kampung, si mbah mau tak ajarin nge-net, sapa tau mau cari primbon. Ya asal doi gak nemu gambar2 yang hot. Bisa serangan jantung nanti hehehe...
Friday, June 24, 2005
Catatan Jumat
Wednesday, June 22, 2005
Waterfalls
Tapi perjalanan yang melelahkan itu sangat layak dengan hasil yang di dapat. Air terjunnya keren banget, eksotis deh, masih perawan, kayaknya jaraaaaaaaang banget didatengin, ya mungkin karena susah dan agak berat medan jalannya. Dingin yang menusuk dan membuat kita menggigil kayaknya gak ada artinya, udah terlalu senang sih. Waktu itu hujan pula, untung gue belom tau tentang longsor di air terjun, mungkin kalo udah tau gue bakalan sedikit paranoid. Rokok yang tinggal semata wayang dan berhasil dibakar langsung dilindungi dari hujan ntah pake tangan, daun, apa aja, pokoknya jangan sampe mati, lumayan buat ngusir dingin.




