Tuesday, May 31, 2005

Jamaican Red Tea


Satu lagi hasil coba-coba karena penasaran. Segelas teh merah tersedia diatas meja, setelah mencium-cium aromanya yang agak asem, seperti buah asem, akhirnya gue memutuskan untuk mecicipnya seujung lidah, lalu gue tenggak langsung. Hasilnya? merem-melek, sambil kejet2. Asem banget bo, mirip2 buah ceremai, cuma lebih menggigit! dan sedikit pahit! (adik bungsu ku yang imut2 itu pernah nyoba dan langsung lari terbirit2, dan berteriak "racuuunn...racuuunn", tapi itu mungkin karena dia memang gak suka yang aneh2 ;) *making excuse*), tapi habis itu perut rasanya adem, dan seger banget. Untungnya diriku sudah terbiasa dengan minuman yang rada aneh. Temu lawak, temu ireng, jamu-jamuan, teh herbal, teh hijau, juice lidah buaya, dll. Dan sekarang tambah lagi perbendaharaan gue, Teh merah! yang rasanya..hmm aneh, tapi masih masuk diakal kok :)

Sebenarnya teh merah (nama latinnya kalau gak salah adalah Hibiscus sabdariffa L. atau Rossele) yang tersaji disini bukan diambil dari daun teh seperti kebanyakan minuman teh lainnya, tetapi diambil dari bunga teh merah asal Jamaica, warnanya sesudah diseduh mirip bir pletok yang diberi kayu secang. Untuk yang suka manis, enaknya teh merah ini di campur dengan gula batu. Langsung disajikan dingin juga bisa, sueger deh.

Dan seperti teh pada umumnya yang memiliki khasiat tinggi, bunga teh merah juga gak kalah yahud, manfaatnya antara lain:
  1. Membantu menurunkan hipertensi & kolesterol
  2. Membantu menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes
  3. Bersifat menetralkan racun alias detosifikasi
  4. Membantu mengurangi panas dalam & sembelit
  5. Membantu meredakan pusing / migrain
  6. Membantu menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit ;;
    Sayangnya gue baru nemu 1 merek yang mengemas teh merah yang diberi nama "Karkade" nama ini adalah nama lain Rossele (Hibiscus sabdariffa L.) di Afrika Utara dan kawasan Timur dekat. Langkanya produsen atau importir minuman herbal ini mungkin karena peminatnya disini masih kurang, disamping rasanya yang memang kurang familiar. Kalau teman-teman yang lain ada yang tau mohon daku di beri tahu :)).
Jeleknya teh merah yang gue pake ini berformat teh celup, karena itu sebaiknya jangan terlalu lama mencelup2kan atau merendamnya dalam air, karena kemasan kertas yang digunakan untuk membungkus teh kemungkinan besar mengandung chlorine. Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Jadi kalau ingin maksimal mendapatkan khasiat si rossele yang dikemas dalam kantong single ini, sebaiknya cukup mencelupkannya hanya sampai air berubah warna menjadi merah.
Melihat khasiatnya yang begitu beragam (terutama karena bisa menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit hehehe..), kayaknya gue akan selalu menambahkan karkade dalam daftar belanja bulanan :).
Selain itu kesehatan adalah harta yang tak ternilai, so...I will eat & drink everything, dan yang penting juga, berasal dari alam :))

Monday, May 30, 2005

Romantic


"Ini buat kamu sayang.." Dipo tersenyum malu2 sambil berlutut di hadapan kekasihnya Tita, sambil memberikan seikat mawar. Mencoba untuk menjadi kekasih yang romantis.
Alih2 berharap Tita akan merespon sikapnya dengan tersipu malu, dan terbang setinggi langit, Tita malah tertawa keras2. Dan Dipo pun kebingungan...
Dalam kehidupan gue, peristiwa2 "sok romantis" yang pernah ada mungkin memang gak se-ekstrim itu :)) tapi memang beberapa kali pernah terjadi. Dan perlakuan seperti itu bakalan salah alamat. Respon gue memang gak akan sekaras Tita, cuma...please deh :)) dont act like a lost prince of love. Maunya terdengar romantis, malah kayak gombal lap pel gak jelas :(( ...
Dan sebaliknya, perlakuan yang dianggap gak romantis n biasa aja, bisa terlihat sangat manis.
Contohnya gini, gue paling suka kalo tiba2 cowok yang jalan sama gue menempatkan dirinya disebalah kanan gue kalo lagi jalan kaki (of course hal ini disesuaikan dengan posisi dimana kita berada, apakah sejajar dengan arah kendaraan atau melawan arah, pokoknya dia selalu menempatkan gue ditempat yang aman, tidak bersebelahan dengan kendaraan) hal seperti ini membuat gue merasa dilindungi (walaupun dalam hal ini gue sebetulnya gak butuh perlindungan), dan...itu gue anggap romantis.
Atau saat janjian ketemu di suatu pusat perbelanjaan, si dia tiba2 beli tiket nonton tanpa direncanakan, dan buru2 menarik gue ke 21 theater karena semenit lagi film akan dimulai, hal yang biasa tapi cukup membuat gue tersenyum bahagia.
Sesuatu yang dilakukan secara spontan, selalu lebih mengena di hati. Seperti petualangan jalan2 ke luar kota tanpa mobil pribadi, dengan transportasi umum. Judulnya: Sambung Menyambung Akhirnya Sampai Juga! n it was fun n of course...very romantic :).
Biasanya cowok melakukan hal2 yang "manis" itu dengan tampang yang cuek, karena menurut mereka biasa aja. Ini survey dari beberapa temen lho, jadi bukan hanya gue aja :)
Jujur, gue belom pernah nerima bunga dari cowok gue yang sekarang, n it doesnt matter, karena apa yang dia lakukan selama ini sudah membuat gue flirting dengan sendirinya.
Mau flash back nih. Dulu, ceritanya gue pernah diajak dinner di KampungDaun sama seseorang, suasananya sih oke banget, dan ndilalah gue suka banget sama tempatnya, dengan saung2nya yang artistik dan romantis plus obor2 yang menyala seperti menari (dulu kampung daun bagus banget, sekarang dah gak terlalu), tiba2 dia kasih gue setangkai bunga mawar (kayaknya dia beli pas gue ke toilet), dengan tampang senyam-senyum, tersipu2 (dengan dandanan super duper dandy), air mukanya seperti berharap gue terbang setinggi langit *mau mual mode on*, dan celakanya keadaan diperburuk dengan lagu2 dari Tommy Page!!! Sumpe deh, habis itu gue pengen buru2 pulang, ilfil berat hahaha...

Memang sih, sesuatu yang romantis itu relatif, mungkin ada yang suka disanjung dan dipuji, dibelikan bunga setiap hari (kalo bunga bakung masih ada yang suka gak ya? :P ), dan disini gue mencoba untuk berbagi, romantis dari kacamata seorang pemilik warung makan itu seperti apa :)). Menurut gue sih sikap romantis itu identik dengan gentle, and caring, bukan perlakuan gak berguna dan terasa seperti accessory yang dilakukan terlalu berlebihan (jadi inget iklan Citra hand & body lotion :P)
Tapi yang jelas hal2 romantis yang dilakukan dengan tulus dan gak dibuat-buat pasti mengena. Dan sesuatu yang artificial pasti terasa sebagai sesuatu yang artificial juga, karena kata hati dan insting gak bisa dibohongi, untuk para cowok dan cewek yang sedang jatuh hati, tetaplah menjadi diri sendiri, karena terlihat mempesona itu bukan karena berakting mempesona, lebih baik terus memperbaiki diri, banyak2 introspeksi, memiliki good personality, and u'll be a romantic person automatically!
Just be your self :))

Friday, May 27, 2005

Being a Pedestrian....Fiuh....

Menjadi pejalan kaki itu sehat. Ya betul! setuju sekali sodara2, tetapi menjadi seorang pejalan kaki juga menanggung resiko yang tinggi, taruhannya gak tanggung2, nyawa semata wayang. Betapa tidak, para pengemudi motor, mobil, becak bahkan sepeda engkol gak pernah mau mengalah dengan suka rela, kalo adapun bisa dihitung dengan jari. Seperti tadi pagi, gue nyeberang di jalan yang cuma ada zebra cross tapi gak ada traffic light, jadi gue mengandalkan nyali, dan insting semata, dan pada saat gue nyeberang kendaraan pertama jaraknya masih jauh, tetapi saat gue udah di tengah2 jalan, tiba2 aja motor nyelonong di depan gue, berlari dengan kecepatan penuh, udah kayak ketakutan dikejar gelombang tsunami, jaraknya sama gue?..tipis! bisa dalam hitungan senti, gila, gak bisa nge-rem dikit apa? atau mungkin memang gak ada remnya?
Kejadian seperti itu gak hanya satu atau dua kali, mobilpun kadang susah banget ngalah sama pejalan kaki, kalo gak nekat, gak bakal bisa sampai di sisi jalan yang lain. Apa ya susahnya berhenti sebentar, menunggu gak sampai 1 menit, untuk ngasih kesempatan orang nyeberang. Apa mungkin hal ini berhubungan dengan psikologi orang Indonesia, khususnya di daerah2 padat penduduk, dimana persaingan hidup amat ketat, sikut sana sikut sini, gerak cepat supaya gak ketinggalan, supaya tetap kebagian jatah, dan cenderung egois, dan individualis. Jadi urusan jalanan pun juga begitu, gak pandang bulu, dan pejalan kaki pun dianggap sebagai saingan, siapa cepat dia dapat. "Jalanan adalah milik gue!"
Sialnya di kota2 besar macam Jakarta trotoar juga gak berfungsi dengan semestinya. Dimana ada trotoar disitu ada yang jualan, alhasil pejalan kaki mengambil jalan biasa, berjalan merapat ke trotoar, takut kena srempet kendaraan, pokoknya gak pernah nyaman, was-was terus.
Trotoar di seberang museum gajah dekat monas itu yang paling lumayan yang pernah gue lihat, trotoarnya lumayan lebar dan teduh. Tapi yaaa..cuma itu :))
Pokoknya menjadi pejalan kaki di Jakarta dan sekitarnya harus ekstra sabar, punya jantung kuat, dan berani mengambil resiko. Selain harus memiliki fisik dan daya tahan tubuh kuat, untuk mengahadapi efek buruk menghirup asap knalpot setiap hari... :))
*Ah...seandainya ada produk sayap buatan untuk manusia....*



Indahnya.....

Tuesday, May 24, 2005

Corat-Coret Akhir Liburan

Hampir empat hari libur sudah! tak terasa gue lewati dengan suka cita, empat hari tiga malam yang membuat gue lupa akan rutinitas hidup, mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan pada saat hari2 kerja, diantaranya membuat report yang gak ada hubungannya sama sekali dengan perusahaan tempat gue mangkal, main game, having fun with our yelow fellow, ngobrol panjang lebar dengan salah satu pemilik warung sebelah yang..ehem :P... pokoknya I Had a lot of Fun! :))
Ah senangnya...
Dan..ketika esok menjelang, dikala rutinitas hampir saja dimulai, gue merasa bagai Cinderella yang berduka seperti ketika waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam dan harus meninggalkan sang pangeran dikala pesta dansa berlangsung di istana nan indah, berlari tergopoh-gopoh. Tetapi yang tertinggal bukanlah sepatu kaca milik sang putri, melainkan bunga-bunga warna-warni harum semerbak yang ada di hati. Besok bunga2 ini harus disimpan dulu.
Empat hari ini betul-betul salah satu penyeimbang hidup, dan semoga saja gue bisa mensyukurinya, dengan mengenyahkan perasaan "gak enak" dan sindrom2 jelek (apalah namanya) yang biasa mampir setiap kali hari libur akan berakhir.
Tuhan memang baik...selain memberikan manusia perasaan capek, sehingga terbesit ide membuat hari libur yang namanya sabtu dan minggu, juga dengan memberikan segala momen-momen besar, dan memberikan inspirasi pada manusia untuk menghentikan rutinitas setiap tanggal dikala momen2 tersebut terjadi, sebagai tanda memperingati dan merayakannya.
Kalau tidak mungkin rumah sakit jiwa sudah penuh saat ini...hehehe...
Tulisan gue ngawur ya? ...biarin deh ^_^

Saturday, May 21, 2005

Ketika Kaki Ku Lelah Berlari

Ketika tangisan membahana, merengek, meraung, mencari sesuatu untuk memenuhi rasa lapar...haus...marah..kecewa.
Lalu aku merangkak, berjalan, pelan..belajar untuk berlari, dan tangis pun bukan hanya sebagai ungkapan marah, kecewa, tapi juga gembira, senang, bahagia...
Dan akhirnya aku berlari, melewati segala sesuatu yang terasa manis, pahit. Melewati berbagai ilusi, khayal, fakta, kenyataan, diantara kebingungan dan ketetapan hati. Dan warna pun seakan tiada habisnya.
Dan suatu saat nanti ketika kaki ku lelah barlari, dalam usaha menggapai akhir dari rasa manis dan pahitnya dunia, dan ketika tujuanku nanti (semoga saja) sudah terlihat, aku harap, Tuhan...sambut aku dengan senyuman, seperti saat Engkau mengirimkan aku ke dunia dengan segala pesan dan amanat cinta-Mu...

Dan akhirnya...maafkanlah aku...

Friday, May 13, 2005

Cow Worker...???

Meski harus bolak-balik compose e-mail untuk para employeer, gue tetap tersenyum, seng sabar yo nduk...bolak-balik juga hati ini komat-kamit mengingatkan diri untuk selalu prihatin tapi sambil berbahagia...lho emang bisa? ya harus bisa donk.
Sudah sebulan ini gue giat lagi cari2 tempat yang mau dan bisa menampung keahlian gue, dan...of course a better carrier, better financial benefit, dan...kepuasan batin. Ah kalau yang terakhir ini kayaknya bakalan nanti2 deh dapetnya, selama jadi orang yang di gaji sama orang dengan pekerjaan monoton minim liburan (setidaknya minim waktu luang) kayaknya batin gue tetap bergejolak deh (cieeee...kayak lagu cinta aja).
Menjadi cow worker...bukan co-worker loh, sepertinya memang harus nrimo ;;)...gaji gak naik..sumonggo...job desk nambah, hayu aja. Walaupun sambil ngelus-ngelus dada.
Mungkin employee dianggap bukan asset, gak perlu di maintenance, dipake aja sampai lungset, kusut. Kalo protes alamat dibuang. Urusan buang-membuang ini bagi perusahaan adalah cost, menyiapkan uang PHK, tunjangan, dll. Makanya gue gak heran sekarang banyak perusahaan yang hobi merekrut karyawan dengan sistem kontrak, gak mikirin PHK, kalo gak suka langsung putus. Kalau gak pintar2 bersyukur pasti udah stroke hehehe..
Pinginnya sih gak selamanya jadi orang gajian, kapan itu? gue gak tau, 1 tahun? 2 tahun? semoga saja gak lama lagi.
M
ensukseskan orang lain, memang cita2 yang gak mudah, perlu keberanian besar, dan hati nurani yang baik. Kapan ya??

Wednesday, May 11, 2005

Catatan Hari Ini

"Huh, sekarang ini bikin KK aja repot, gak bisa nembak kayak dulu lagi, harus ke RT, RW, dll, dan mesti nunggu beberapa hari pula, kalau dulu sehari juga bisa, asal bayar, gak perlu surat keterangan RT segala, males banget."
Sepenggal petikan keluh-kesah seorang teman diatas, menyisakan pertanyaan untuk saya. Katanya sekarang ini penyuapan mendapat sorotan tajam dari publik? tapi masih banyak juga orang-orang yang komplain kalau ada instansi pemerintahan yang bekerja sesuai prosedur, dan kadang memilih, kalau boleh, untuk "nembak" saja kalau mau bikin dokumen atau berbagai surat ijin. Saya kok jadi bingung ya? walaupun saat ini masih sedikit kantor2 pemerintahan yang disiplin mengikuti prosedur dan menghindari penyuapan, tapi alangkah lebih baik kalau kita juga mendukung, ikut berdisiplin juga. Itu menurut saya lo.
Mungkin ada baiknya kita gak hanya melulu komplain dengan pemerintah, protes menggebu2 pake demo segala, kita pun, termasuk saya, harus koreksi diri juga, apa iya kita anti menyuap atau disuap? apa iya kita bisa menghindari korupsi, dan kawan2nya?. Menurut saya pemerintah itu cermin masyarakat, dan masyarakat juga cermin dari pemerintahnya, jadi kalau mau tobat ya harus dua2nya..betul gak sih? apa salah?
Sudah sering kali saya menemukan kejanggalan di lingkungan saya sebagai masyarakat ini, yang mau nembak SIM, suap guru biar anaknya naik kelas, dan hal2 seperti ini bukan sudah lama terjadi, tapi baru saja! baru beberapa hari yang lalu, hasil bersosialisasi dengan para tetangga, ngobrol di angkot, dan teman kerja. Saya sekarang sedang bertanya2 pada diri sendiri...apa gue udah bebas dari praktek2 suap, apa iya gue gak korup? KKN?...wah...agaknya saya harus lebih banyak memikirkan dan koreksi diri.

Tuesday, May 10, 2005

Menghindari Cahaya

Atau...ini yang namanya malu-malu kucing? :))

Sleep Like A Baby...


Ngiri liat cara bobonya...walaupun tidur diantara tumpukan kertas, diatas meja seorang pengrajinIT yang berantakan (upss...maaf buat yang bersangkutan ^_*) si kuning ini seolah gak peduli..yang penting tiduuuurrr sampai sore, sampai sinyal otaknya mengirimkan tanda2 waktunya mengisi perutnya yang membulat gembul dan buncit itu...

My Ussual Dialy Newspaper


Format my dialy newspaper berubah! ^_^ udah lama gue mengidamkan format koran dalam bentuk kompak seperti ini, menurut gue lebih enak dibaca, gak bikin ngantuk. Entah apa hubungannya design sebuah benda-dalam hal ini koran- dengan rasa kantuk dan perasaan senang membaca, mungkinkah seperti kursi yang di design se-ergonomis2 nya supaya orang yang duduk gak merasa pegel, capek, dan sakit pantat (pengetahuan hasil ikutan nimbrung di kelas desain grafis masa kuliah dulu) :)) , oh iya mungkin pakde kere bisa menjelaskan, sepertinya beliau ini seorang designer ^_*.
Yang jelas hari ini gue baca hampir seluruh isi koran!! menyenangkan sekali. Gak perlu kesusahan melipat sewaktu membalik-balik halaman koran yang lebar dan gak perlu merasa gak enak sama orang lain yang duduk disebelah di dalam bus kota dikala sedang sibuk dan asik membaca...hehehehe. Mungkin bagi penikmat koran konvensional (lho kok jadi konvensional? mentang2 ada yang baru? hehehehe) kurang asik membaca koran dalam bentuk kompak seperti tabloid ini. Yang jelas nih brur...gue sedang berbahagia, impian lama gue tentang format koran yang kompak akhirnya ada yang merealisasi ^_^
Note: sayang gue gak nemu gambar yang sesuai, gambar diatas sepertinya masih dalam format lama :((. Apa mau difoto aja ya? gak sempet deh :)))

Yellow Fellow


Introducing our very cutie pet...picture taken when he laid down with no guilty feeling on my boyfriend's desk....is he a disturber or a stress relaxing thing...hmmm... he could be both :* :))
By the way...we love this cat :))

Wednesday, May 04, 2005

Run...Mimi...Run...

buzz!...temen gue si CK tiba2 nongol di yahoo massanger...

"eh..jadi gak loe dateng hari minggu nanti"
"emm...dateng kemana?, ke rumah loe?"
"bukan...kawinan Allid, gemana seh"
"hah? bukannya baru bulan Juni?"
"ah elo..gemana sih, tgl 8 Mei! sana catet di reminder lo!!!"
"masa sih? bener ya? kok gue bisa lupa ya, berarti 4 hari lagi donk"
"adoooh nih anak...ya iya, dateng sama sapa loe nanti?"
"hmmm....sama siapa aja, sama loe juga boleh"


ting tong!!...giliran Iwed yang nongol di YM...

"woi jeng, gue ke Jakarta minggu depan, loe dah janji temenin gue ke Vertigo loh ;;) "
"hmmm...Vertigo ya? minggu depan?" (buru2 buka agenda...Iwed, minggu depan, Vertigo..gak ada...??)
"insya Allah ya Wed :)"
"bener ya, loe kan udah janji ;), sampai jumpa minggu depan"

Damn...kenapa jadi lupa semua begini.
everything run like a wind, cepeeett banget, kayaknya baru kemarin gue terima undangan Allid, dan saat gue baca dalam hati gue bilang, " ah masih 2 bulan lagi". Waktu berlalu begitu cepat, atau gue yang terlalu sibuk? ah gak juga, kerjaan di kantor memang overload tapi gue masih bisa handle, walaupun memang sedikit monoton :((
Kalau dipikir, waktu adalah sesuatu yang berbanding lurus dengan umur, semakin tua, semakin cepat waktu berjalan. Seiring dengan tanggung jawab yang juga bertambah banyak.
Dulu sebelum gue terjebak dalam kedewasaan yang secara sadar memang gue inginkan, waktu tidak berjalan secepat ini. waktu menunggu bel berbunyi usai belajar di sekolah sangat terasa, kadang2 terasa sangat membosankan, padahal belajar juga sama sibuknya dengan bekerja saat ini. Menunggu akhir pekan menjadi penantian tiada akhir. Masa2 liburan tahunan sekolah, yang waktu itu berlangsung selama 30 hari, memang terasa seperti layaknya 30 hari.
Sekarang setelah menjadi perempuan -yang katanya- dewasa dengan usia lebih dari 1/4 abad, waktu terasa seperti bola bowling yang bergulir di jalurnya. Sepekan seolah-olah tak sampai 7 hari. Belum lama gajian yang jatuhnya setiap tanggal 25, tau2 uang juga sudah habis, kalo dipikir boros gak juga, pas liat kalender tau2 sudah mau tanggal 25 lagi.
Setiap kembali ke kantor, gue selalu diam sejenak di depan meja...trus membatin...perasaan baruuu aja gue disini, kayak gak pulang...
Dan tak terasa hampir semua teman2 sebaya telah atau akan menikah, banyak juga yang sudah beranak pinak.
Waktu...memang sudah berhasil membuat gue berpikir tentang apa yang sudah gue isi dikehidupan ini, yang gue persembahkan untuk Sang Pencipta sampai pada saat gue meninggalkan dunia. Rasanya waktu yang gue punya sangat pendek sekali, apa gue bisa mewujudkan cinta gue untuk-Nya, untuk kedua orang tua gue, untuk sesama?
Waktu adalah tantangan, gue harus bisa mengalahkan waktu, gue gak ingin waktu menjadikan gue seonggok manusia tanpa makna, mengikuti segala permainan waktu, dia yang harusnya gue kendalikan, ini adalah PR, dan semoga usia gue mencukupi untuk menambang segala kebajikan untuk menjadikan waktu menjadi sesuatu yang patut dipertanggungjawabkan dengan cinta untuk Pemilik rumah mega besar ini, suatu saat bila gue sudah dipensiunkan dari dunia.
Ah..life is just like a roll of toilet paper, its go faster when its closer to the end.

Sunday, May 01, 2005

Lets Volt-In !



Kemarin tgl 30 April akhirnya gue bersedia ikut nonton Voltus V di gedung A perpustakan nasional Depdiknas. Serial animasi jamdul ini diputar penuh, 40 episode ditayangkan secara maraton, dalam bahasa aslinya disertai dengan teks berbahasa inggris.

Serial animasi ini gue nikmati pertama kali sekitar tahun 80-an, masih SD kelas 2 atau kelas 3 (gak inget) dan berhasil menjadi salah satu tontonan favorite gue, sebenernya sih serial Gogle V yang paling merasuk dalam ingatan, karena Gogle V ini muncul setelah Voltus dan gue udah agak gede, dalam segi cerita sih Voltus memang lebih kompleks dari Gogle V, cuma apa mau dikata gue memang terlalu kecil untuk mengerti ceritanya, cuma senang liat gambar dan proses Volt in dimana kelima pesawat tempur yang dikemudikan lima jagoan Voltus (Kenichi Gou, Ippei, Daijirou, Hiyoshi, dan Megumi) bersatu membentuk sebuah robot-yang waktu itu gue anggep kerennya minta ampun.

Kemarin itu saat yang tapat untuk me-refresh ingatan gue tentang Voltus, dan gue menikmati sekali. Dari 40 episode yang ditayangkan gue hanya sanggup melihat sekitar 7 atau 8 episode, episode awal cuma Voltus 0 sampai 3 aja yang sempet gue tonton di layar utama (layar besar), selebihnya episode 30-35 yang ditayangkan dilayar tv berukuran kecil di ruang tambahan perpustakaan, episode2 terakhir ini yang menurut gue lebih asik ditonton karena mulai kompleks konfliknya, sayang gue gak sempet nonton episode terakhir, katanya sih seru banget ! :( sedih...

Ya..walaupun nonton-nya kurang nyaman (habis gratisan sih hehehe) tapi cukup mengesankan juga, gue bisa melihat antusiasme penonton dari segala umur, wajah2 senang mereka, dan aura nostalgia yang tercipta sungguh membuat gue melayang pada saat 20-22 tahun yang lalu, di depan ruang tv dengan muka tegang, senang, dan penasaran, dan habis itu si kecil Mimi pasti membayangkan jadi pilot salah satu pesawat tempur.




Kalau dibandingkan dengan anime2 sekarang, Voltus V memang jauh, terkesan kuno, klasik, dan bersahaja. Tapi karisma Voltus V memang gak bisa dibohongi, kemarin semua orang seperti tersihir, walau ada celetukan2 jahil tetapi mereka, termasuk gue tetap sama tertegunnya seperti masa kanak2 dulu.