Satu lagi hasil coba-coba karena penasaran. Segelas teh merah tersedia diatas meja, setelah mencium-cium aromanya yang agak asem, seperti buah asem, akhirnya gue memutuskan untuk mecicipnya seujung lidah, lalu gue tenggak langsung. Hasilnya? merem-melek, sambil kejet2. Asem banget bo, mirip2 buah ceremai, cuma lebih menggigit! dan sedikit pahit! (adik bungsu ku yang imut2 itu pernah nyoba dan langsung lari terbirit2, dan berteriak "racuuunn...racuuunn", tapi itu mungkin karena dia memang gak suka yang aneh2 ;) *making excuse*), tapi habis itu perut rasanya adem, dan seger banget. Untungnya diriku sudah terbiasa dengan minuman yang rada aneh. Temu lawak, temu ireng, jamu-jamuan, teh herbal, teh hijau, juice lidah buaya, dll. Dan sekarang tambah lagi perbendaharaan gue, Teh merah! yang rasanya..hmm aneh, tapi masih masuk diakal kok :)
Sebenarnya teh merah (nama latinnya kalau gak salah adalah Hibiscus sabdariffa L. atau Rossele) yang tersaji disini bukan diambil dari daun teh seperti kebanyakan minuman teh lainnya, tetapi diambil dari bunga teh merah asal Jamaica, warnanya sesudah diseduh mirip bir pletok yang diberi kayu secang. Untuk yang suka manis, enaknya teh merah ini di campur dengan gula batu. Langsung disajikan dingin juga bisa, sueger deh.
Dan seperti teh pada umumnya yang memiliki khasiat tinggi, bunga teh merah juga gak kalah yahud, manfaatnya antara lain:
- Membantu menurunkan hipertensi & kolesterol
- Membantu menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes
- Bersifat menetralkan racun alias detosifikasi
- Membantu mengurangi panas dalam & sembelit
- Membantu meredakan pusing / migrain
- Membantu menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit ;; Sayangnya gue baru nemu 1 merek yang mengemas teh merah yang diberi nama "Karkade" nama ini adalah nama lain Rossele (Hibiscus sabdariffa L.) di Afrika Utara dan kawasan Timur dekat. Langkanya produsen atau importir minuman herbal ini mungkin karena peminatnya disini masih kurang, disamping rasanya yang memang kurang familiar. Kalau teman-teman yang lain ada yang tau mohon daku di beri tahu :)).
Jeleknya teh merah yang gue pake ini berformat teh celup, karena itu sebaiknya jangan terlalu lama mencelup2kan atau merendamnya dalam air, karena kemasan kertas yang digunakan untuk membungkus teh kemungkinan besar mengandung chlorine. Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Jadi kalau ingin maksimal mendapatkan khasiat si rossele yang dikemas dalam kantong single ini, sebaiknya cukup mencelupkannya hanya sampai air berubah warna menjadi merah.
Melihat khasiatnya yang begitu beragam (terutama karena bisa menyeimbangkan berat badan & menghaluskan kulit hehehe..), kayaknya gue akan selalu menambahkan karkade dalam daftar belanja bulanan :).
Selain itu kesehatan adalah harta yang tak ternilai, so...I will eat & drink everything, dan yang penting juga, berasal dari alam :))








