Thursday, November 24, 2005

Letters Through Times

Mau bikin surat wasiat, surat pengakuan dosa, ..mau bikin peta harta karun, or a secret letter untuk disimpan sendiri tapi bingung mau bikin dimana dan dengan media apa agar kerahasiaannya tetap terjaga? dan terutama agar bisa di reminder lagi bahkan untuk jangka waktu 20 tahun kedepan? Hubungi 0813-188600-XX :)).... huuusss becanda aja nih. Tapi betul kok, kita-kita bisa bikin dokumen rahasia yang tetap tersimpan sampai beberapa dekade. Caranya gampang, sodara2 tinggal mengunjungi situs ini.
Situs Forbes.com yang dimiliki Forbes Magazine tersebut melayani pengiriman e-mail ke diri sendiri yang akan dikirimkan di waktu tertentu yang ditetapkan oleh si pengirim e-mail. Jadi misalnya gue pingin bikin surat yang isinya
cerita tentang masa-masa pacaran sampai kehidupan perkawinan gue nanti, terus gue kirim ke e-mail gue sendiri melalui link yang udah gue tempel diatas itu, nanti sama mereka akan dikirimkan 5 atau 20 tahun mendatang ke e-mail gue (tergantung gue maunya berapa lama). So e-mail yang berisi cerita tadi bisa gue liat lagi, mungkin untuk bernostalgia, atau gue jadiin kado buat pasangan trus baca sama2 deh, romantis juga kan ;).
Tapi Forbes juga realistis, walaupun iming2nya mereka akan do the best to keep and deliver the letter on time to us, tapi gak menutup kemungkinan juga untuk gagal. Karena mereka juga gak bisa memastikan apakah mereka -Forbes Magazine- akan tetap bertahan sampai 20 tahun kedepan, walaupun memang mereka telah eksis selama 85 tahun sampai saat ini. Selain itu mereka juga tidak dapat memperkirakan apakah database dan aplikasinya akan tetap duduk manis di server mereka selama jangka waktu sampai 20 tahun. Maka dari itu Forbes juga menggandeng dua partner yang berbeda untuk mendukung project mereka, salah satunya adalah ini. Jadi kalo ada apa2, partner2 mereka akan meneruskannya. Kalo semuanya bangkrut, ya gak tau lagi deh hehehe ;)
Temen gue bilang layanan The E-mail Time Capsule ini (oh iya dari tadi gue gak nyebutin nama layanannya ya:P ) cuma proyek iseng, manfaatnya gak terlalu besar. Hmmm....manfaatnya ....emang gak terlalu penting untuk saat ini kali ya, untuk gue khususnya hehehe, tapi siapa tau someday layanan ini bakal populer. Bagi gue sih lumayan lah buat 'hiburan' atau sekedar iseng2, pokoknya buat hepi2an aja (bahasanya..ampun deh x(..)
Jadi sodara2 bila kita ingin membuat lantas menyembunyikan dokumen agar tetap rahasia sampai saat yang telah ditentukan tiba, kita gak perlu lagi ngumpetin dokumen/tulisan/ ke dalam peti atau kotak besi yang dikunci rapat2 dengan pengaman 10 lapis, dan menimbunnya secara membabi buta (karena takut terlacak anjing) ke dalam tanah, seperti yang dilakukan orang2 di jaman dimana bajak laut masih menjadi trend. Cukup klik ini saja..beres...
And u can say to the hidden document..."see u next year, 5 years later, or 20 years later...bye-bye, sayonara, adios amigos" ;)

Tuesday, November 22, 2005

JEJAK ROKOK KLOBOT

Bungkusan dekil itu tersembul di laci almari papa, warnanya coklat, sepintas seperti sampul coklat buku2 SD gue. Bentuknya kotak ukurannya kira2 4x10 cm isinya ada 4 batang, tanpa merek. Sayangnya gak bisa gue poto karena gak ada kamera :(. Hanya gambar disamping ini yang kira2 mirip dengan isi bungkusan itu -kecuali mereknya dan bentuknya yang makin besar kayak huruf A- jadi ya gue tempel aja. Oh iya posting ini harusnya lebih cocok ditulis pakdhe ;)
Kenapa bungkusan itu ada di almari seorang bokap yang tidak merokok? ternyata itu kenang2an dari mbah kakung, hasil ngembat dari atas meja makan omah ijo katanya. Ckckck kleptomania atau keinginan sentimentil ya pap? hihihi maap :)
Mbah kakung memang seorang perokok berat, mulai dari cerutu, menghisap pipa rokok, lingwe alias linting dewe, sampai klobot. Hobi itu diikuti sama mbah putri, yang jelas cewek kalo merokok di jaman itu pastinya sih bukan untuk gaya2an, apalagi mengikuti trend, tapi untuk mengganti kebiasaan menginang yang memang kurang praktis.
Ada cerita yang unik berkaitan dengan rokok klobot, konon Roro Mendut putri dari Pati itu jualan rokok kretek yang dibungkus daun jagung kering ini. Karna rokoknya direkatkan dengan ludah sang putri maka dagangannya pun laris manis! kebanyakan laki2 yang beli. Ckckck baru ludahnya aja udah pada tergoda....uhuuuuy :))
Dulu, waktu gue masih sering ber-romantis2an dengan mengunjungi Nganjuk dan sekitarnya, gue selalu beli rokok lokal bangsa klobot ini, tapi yang udah dikemas dan bermerk, sebenernya tujuan gue beli bukan totally untuk dikonsumsi, tapi seneng aja liatnya, abis merknya aneh2, ada Tjap Djeruk (yg ini kretek dengan bungkus non klobot) Tjap Manggis, Tjap Kopiah, dll. Bagi gue rokok klobot ini tergolong berat, menghirupnya harus tarik napas dalam2, dikeluarin asepnya pelan2, kalo gak gitu..ngalamat tersedak. Sewaktu menghirupnya gue merasa 'aroma disekeliling gue berbeda, sedikit kuno dan...romantis, hihihi aneh ya...:))
Di Nganjuk setiap toko kelontong tradisional yang umumnya dimiliki oleh encek2 ini pasti jual rokok klobot, ada yang sudah dikemas dengan merk (seperti yang suka gue beli), tanpa merk (seperti jejak rokok klobot si mbah yang ada di lemari berkas bokap), sampe yang belum diracik, alias masih berupa tembakau, minyak cengkeh dan saus rokok yang terpisah, jenis yang terakhir ini mungkin ditujukan bagi orang2 yang udah jago "ngoplos" rokok, biasanya sih para senior2 seangkatan si mbah.
Ada juga rokok klembak, yaitu rokok klobot campuran tembakau, minyak cengkeh, dan kemenyan..huih..yang ini gue belom pernah ngerasain, kalopun nemu juga gak berani ngisep. Gak kebayang rasanya cok!
Katanya sih rokok kretek asli yang asalnya cuma dari lintingan tembakau yang dibungkus klobot plus diolesi minyak cengkeh dipercaya bisa menjadi obat dada sesak. Gak tau betul apa nggak, yang jelas cerita ini sudah dipercayai dikalangan perokok tradisional di jawa. Ntah karena sugesti atau gak, mereka yang punya masalah sakit dada (bukan sakit hati lo) langsung berkurang rasa sakitnya setelah mengkonsumsi rokok klobot ini.
Untuk bangsa rokok kretek terkenal seperti Dji Sam Soe, di bagian belakang bungkusnya mencantumkan kata2 yang berkaitan dengan kepercayaan diatas, kalo gak salah bunyinya gini: "sangat bagus untuk batuk..." gue gak inget lagi lanjutannya, karena jarang beli.

Menimang-nimang bungkus rokok klobot mbah kakung, ragu2 antara nyobain atau gak. Akhirnya gue putuskan untuk tetap meletakkannya di tempat 'persembunyiannya' selama ini. Sayang..biar saja gak tersentuh untuk waktu yang gak ditentukan, siapa tau nanti bisa gue tunjukin ke anak gue nanti, biar dia merasakan 'bersentuhan langsung' dengan jaman mbahnya, ingat asal-usulnya, walaupun hanya lewat sebungkus rokok klobot yang warnanya sudah kumel.

Thursday, November 17, 2005

Me is The Team

Bekerja tanpa supervisi, another challenge to handle. Bulan depan salah satu senior gue (kalau gak boleh dibilang atasan) yang tersisa di kantor akan mengundurkan diri. Dan its a little bit shocky. Karena terus terang baru kali ini gue kerja seorang diri, biasanya minimal berdua, bersama pak senior. Good sign or a bad sign? semua tergantung gue, betul begitu kawan2? ya ya ... me is the team now.
Yang jelas harus bisa mengkoordinasi badan dan pikiran sendiri lebih dari biasanya, mulai membiasakan diri dengan -yang pasti- dokumen, laporan, dan 'produk' yang dulu dihasilkan atasanku itu, yang sedikit banyak akan menjadi tanggung jawab gue walaupun gak semua, minimal sampai dapet penggantinya. Karena seperti kebanyakan top user, begitupun disini, gue dituntut mengerti dan lancar menjelaskan, menjawab semua unek2 dan pertanyaan mereka, walaupun gue sebelumnya gak terbiasa dengan kerjaan yang diluar 'kerjaan' gue.
So.. biar lancar kayaknya sih, bakalan kayak waktu kuliah dulu, belajar, dan mengerjakan contoh soal nyata yang bisa didapet dari orang2 disekitar gue yang sering berhubungan dengan bapak satu itu.
Ya seperti orang belajar nyetir mobil, makin sering bawa makin lancar.
Dulu kata bokap, nge-pel lantai aja butuh belajar, kalo dianggap enteng ya bakalan kagok, wagu kalo orang jawa bilang. Dan kalau kerja itu jangan terlalu tergantung sama orang secara subjektif. Mungkin maksudnya kita gak boleh merasa 'gak enak kerja' secara terus menerus bila kehilangan teman kerja yang kooperatif, atau jadi gak semangat, males, dan gak termotivasi lagi.
Intinya can work individually as good as a team begitu.
Oke..begreifen papa ;) sip deh
Mungkin kata Kanjeng Gusti gue harus lebih dewasa (emang sih selama ini gue merasa sepertinya masih awal2 dua puluhan ;)), harus menghadapi persoalan yang lebih kompleks, harus lebih berani mengambil keputusan.
This must be the best for me for us. Good luck my friend, God bless u always :))

Wednesday, November 16, 2005

Time is ticking...

+: My heart beating faster nih, semakin dekat rasanya makin jantungan.............
Apa yang akan terjadi sabtu nanti ya?
O: Tenang aja sayang, gak usah dipikirin, nothing to loose aja, kalo gak berhasil
ya dicoba lagi
+: Gimana gak dipikirin, sabtu nanti kan penentu langkah selanjutnya untuk kita.
Harus berjalan lancar! kalo gak..aku bisa kena serangan jantung, masa mau
adu argumen lagi sama papa
O: Aku yang menghadapi nanti, sabtu besok kamu nonton tivi aja ya, gak usah
ikut-ikutan nimbrung ;) pokoknya beres
+: Emang sih cuma perkenalan aja, tapi...
O: sssssttt... :) sini... I just wanna hug u...
I wonder how can I be like this stupid in these few days. Hari sabtu nanti adalah salah satu hari yang bersejarah, cikal bakal sebuah hari bersejarah yang lain, dua keluarga bertemu. Walaupun hanya silaturahmi, tapi hal itu sudah cukup membuat gue keringat dingin, makin deket harinya rasanya semakin deg2an. Detak jantung bukan lagi di kali dua tapi pangkat lima for each day!!
Bukan apa2, my lovely papa itu agak2 gimana ya...hmmm terlalu masang muka serem, jadi inget pak Raden yang sewot kalo jambunya dicolong pak Ogah. Dan.. he is so unpredictable, kadang ramah, kadang jutek, tapi anehnya my lovely 'diablo' masih tenang2 aja tuh, heran. Gue cuma berharap dia jadi pelobi handal sabtu nanti...semoga saja...

Monday, November 14, 2005

Back to nomal?

Jakarta kembali menunjukkan wajah aslinya, hari ini hari yang sangat2 macet, apalagi gue berangkat dari daerah pinggiran yang memang naujubilah matjetnyaaa!!! mungkin hal ini dikarenakan orang2 yang pada mudik dah balik lagi dan menikmati rutinitas pulang pergi ke kantor seperti biasanya. Sebelum hari senin ini, berangkat dari rumah jam 6.45 sampe kantor jam 7.45, sekarang dengan jam yang sama gue sampe kantor jam 9.15, dan macet paling parah tragisnya gue alami di kompleks perumahan sendiri. Nasib tinggal di daerah urban mungkin :(
Hari ini udara di Jakarta dan sekitarnya kembali berpolusi, setelah beberapa minggu terakhir terasa agak menyegarkan. Sepeda motor berjumlah 5 kali lipat mungkin, mobil pun begitu, sumpah serapah dari para pengendara termasuk supir angkot menghiasi langit2 Jakarta, suara rem berdecit2 memekakkan telinga. Tukang becak (didaerah gue masih ada, jadi jangan protes) susah payah ngeles kanan ngeles kiri, menahan beban penumpangnya sambil mencari selah2 sempit diantara sepeda motor, mobil, dan angkot. Jakarta dan sekitarnya berpeluh kembali.
Kemajuan jaman, atau kemunduran? tapi yang jelas kemajuan jaman memang selalu membawa masalah. Ada gak ya pemecahan masalah yang tidak menimbulkan masalah yang lain?
Kemudahan leasing kendaraan memang memberikan kepuasan konsumtif, tetapi disisi lain menimbulkan kemacetan, polusi, dan lain sebagainya. Gak ada bedanya sama eksplorasi alam yang kadang membawa petaka. Mau hidup kayak flinstone? kayaknya gak ada yang mau, gue pun meragukan kesanggupan gue untuk itu, emang sanggup ngerem mobil pake kaki? :))
Air conditioner di tiap gedung, mungkin suatu saat akan bebas dari freon, tapi gue yakin pasti sesuatu yang gak alami punya efek jelek, gak keringetan, emang sehat? terlalu keringetan? stress...ugh ugh...manusia manusia...seberapa pintarnya kita sebagai manusia mungkin gak akan pernah bisa membuat solusi tanpa menimbulkan masalah, mungkin keterbatasan ini juga yang membuat kita terus belajar, rasa penasaran pun punya dua mata pisau, bisa jadi jahat atau baik, dan mungkin hal ini membawa kita kepada keseimbangan.Suatu saat disaat manusia merasa telah utuh pasti akan tiba kehancuran.
Loh kok ya aku ngelantur sih? mungkin efek pusing sore ini, sebutir pil penghilang rasa sakit kepala memang gak mempan nih kayaknya.
Kalo gitu mending gue pulang aja deh, menikmati pemandangan semrawut lagi, dan menghirup oksigen alih2 karbonmonoksida, dan polutan2 lainnya.
Selamat sore semuanya. Selamat menikmati kembali ke-ria-an kash Jakarta. Tetap bersyukur! :)
Pamit rumiyin...

Thursday, November 10, 2005

Sugeng Riyadhi ...

Jakarta tidak lagi sepi
Dari pusat sampai tepi
Ya ya...kembali lagi ke rutinitas sehari-hari, setelah hampir dua minggu rehat dan meluangkan waktu bersilaturahmi. Hidangan di meja makan bukan lagi ketupat, kue-kue labaran tidak lagi berlipat.
Ramadhan memang telah pergi, tapi maknanya tetap membekas di hati.
Semoga kita menjadi lebih ikhlas dalam memberi, dalam berbuat...demi Tuhan, bukan demi hasrat mendiami surga, atau demi ketakutan akan neraka.
Semoga Allah lebih mencintai kita...
...Maaf Lahir dan Batin...