Bulan Ramadhan kali ini gue lewati tanpa papa. Hmmm rasanya sedikit aneh, terutama pada saat kita sekeluarga sedang bersahur, biasanya papa menjadi orang yang paling ramai pada saat sahur, dan itu membuat kita semangat menyantap hidangan yang sudah disiapkan, tanpa ada lagi rasa kantuk yang menggantung di pelupuk mata. Papa sanggup membuat kita senang dengan celotehan dan candanya yang khas :)). Tidak ada lagi tepukan di pipi saat dibangukan untuk siap2 sahur. (Semoga Allah mengampuni dan mencintai papa, amien)
Ada yang hilang ada yang tumbuh, mungkin bisa dibilang begitu. Sekarang disamping gue sudah ada sesosok laki-laki (lagi2 satu2nya laki-laki di rumah saat ini, semoga setahun mendatang gue udah punya laki2 kecil yang bisa menjadi laki2 kedua di rumah hehe) yang meramaikan suasana rumah, menggantikan sosok laki2 di rumah. Menantu pertama mama ini menghadirkan kebahagiaan sendiri. Di bulan Ramadhan ini, untuk pertama kalinya gue harus membiasakan diri bangun lebih pagi, ya walaupun gak selalu sukses bangun di bawah jam 3 pagi hehehe.. kadang2 malah dia yang "gusah2" gue buat bangun :P maap deh, belom biasa.
Ramadhan kali ini sebetulnya terasa sama indahnya seperti waktu ada papa dulu, sekarang aku bisa ke mesjid berdua dia, sholat isya dan tarawih bareng2, beribadah bareng.. pokoknya menyenangkan sekali. Mama sudah tidak bisa berjalan terlalu jauh dan sholat pun harus sambil duduk karena asam uratnya sering kambuh, jadi paling2 sekarang ya cuma berdua kalo tarawih. Semoga saja kebahagiaan ini murni tulus ikhlas karena Allah.
Besok adalah peringatan 40 hari wafatnya papa, ah... tak terasa sudah 40 hari... dan rasanya seperti baru kemarin, air mata sudah jarang jatuh, dan memang gak boleh terlalu banyak bersedih, kalo kangen harus sambil senyum.. itu kata suamiku :) dan kirim doa banyak2 supaya papa disana bahagia.
Rumah sudah mulai sedikit2 diubah, untuk membuat suasana lebih fresh. Supaya mama juga gak terlalu merindukan papa, mengingat sudah hampir 35 tahun hidup bersama (atau mungkin sudah 35 tahun ya?). Posisi tempat tidur diubah, barang2 yang sudah tidak terpakai yang dulu papa senang sekali mengumpulkannya sudah dihibahkan ke orang yang mau menerima. Baju2 papa disimpan di lemari ku, lemari papa dikosongkan diisi baju adik2 (sekarang mama bobonya sama adik2 ku).
Mama dan adik2 kayaknya juga sudah seperti biasa lagi, gak ada yang terlalu bersedih lagi. Hal ini terlihat dari suasana berbuka di rumah, sudah ramai seperti biasa, rusuh! walaupun gak serusuh kalo ada papa :)
Minuman favorit papa masih menjadi menu utama kami, es blewah dengan stroop wangi, kebetulan suami ku juga suka sekali sama es blewah, minum es blewah sambil nonton bola, sama aja sama papa kesukaannya :) betul2 gak ada yang berubah banyak deh, karena urusan monopoli tv selama bulan Ramadhan masih berlangsung (kenapa sih bola selalu ada setiap saat, 12 bulan penuh! huh)
Ramadhan kali ini gue belajar lebih sabar, lebih rajin, dan lebih ikhlas. Sholat subuh di mesjid kemarin2 hampir gak pernah, sekarang lebih sering. Intinya my dear husband itu sampai saat ini bisa menjadi imam yang baik untuk gue dan keluarga gue. Alhamdulillah..
Lebaran kali ini, sepertinya akan lebih banyak kegiatan, ada 2 keluarga besar yang harus dikunjungi, selain ke rumah keluarga besar gue juga ke rumah mertua gue, bude, pakde, om dan tantenya eko, dan teman2ya. Alangkah indah dan serunya!
Semoga saja, semua ibadah yang kita jalani pada bulan suci ini tergolong ibadah yang ikhlas karena-Nya, kegembiraan yang dirasakan ini semoga murni karena kita mencintai-Nya. Terima kasih ya Allah atas semua anugerah yang Engkau berikan kepada kami, atas musibah yang Engkau ujikan kepada kami, semoga kami menjadi orang2 yang lebih baik lagi yang lebih Engkau cintai... amien