Friday, April 29, 2005

Magica De Spell


Ini dia potret asli dari si Mimi Hitam alias Magica De Spell, gue bahagia sekali bisa nemu album lama yang tertutup bejana sihir, terlupa di sudut laboratorium sihir ^_^ dan gue memutuskan kalo potret yang ini paling pas untuk di upload disini.
Well tentang si Mimi Hitam ini, doi punya beberapa nama, selain Magica De Spell ada lagi yang lain, Amelia adalah julukan Italia-nya, Miss Tick bila di Prancis, Gundel Gaukeley versi Jerman, Zwarte Magica di Belanda, dan masih banyak lagi (gak hapal :P hehehe). Yang jelas untuk gue yang paling cocok ya Mimi Hitam ^_^ selain lebih familiar juga enak di lidah, gak belibet lagi mudah diingat. Trus Mimi Hitam itu jahil, lucu, gak imut..pokoknya cocok deh, sebenernya The Beagle Boys juga gue suka tapi gue kan cewek, kalau di Indonesia The Beagle Boys ganti nama jadi Gerombolan si Berat (sebenernya cocok juga sih sama gue hihihi). Entah kenapa keanggotaan The Beagle Boys di korting di Indonesia, aslinya anggotanya kan gak hanya 4 tapi 7 eh 8 plus ibunda mereka yang sama jahatnya hehehe.
Kata temen gue si Gus Goose alias Gus Angsa juga lucu dan cocok buat gue, tapi gak ah...gue kan gak males kayak dia ^_^ lagian kayaknya gue gak sebesar dia deh :P (ngaku2). Karakter2 dalam dunia Disney memang selalu menarik perhatian gue atau lebih spesifik lagi karakter2 dalam album donald bebek (kalo sekarang karakter Disney kan macem2, yang di album donald bebek itu yang menurut gue klasik dan asik), tengok saja karakter Gyro Gearloose atau proffesor Langlinglung yang pintar dengan si lampu pembantunya alias Helper, Paman Gober alias Uncle Scrooge McDuck, Nenek Bebek alias Grandma Duck, dan tentunya Donald Duck berserta rivalnya Gladstone Gander (si Untung), Daisy Duck, Mickey and Minnie Mouse, Huey, Dewey, Louie (Kwik Kwek Kwak, keponakan Donald Duck), dan masih banyak lagi. Yang tidak berubah namanya cuma Pluto, di negara manapun si anjing imut piaraan Donald Duck ini namanya tetap Pluto...Hmmm harusnya di Indonesia diganti jadi Bleki atau Pleki :)) cocok gak sih?, dan ada juga Goofy yang tetap menjadi Goofy di Indonesia, tapi di negara lain seperti di Perancis, Jerman, Itali dan Norwegia, namanya berturut2 menjadi Dingo, Goofy, Pippo, Langbein.
Eh nama2 alias itu memang imut kalo melekat pada karakter Disney, tapi kalo udah buronan yang ganti nama kok jadi nyebelin ya, dulu pasti Edi Tanzil (udah almarhum belom sih) pasti punya nama alias juga, begitu juga buron2 lain yang ngibrit ke luar negeri, kalo Mulyana tersangka korupsi paling top detik ini namanya kira2 apa kalo dia melarikan diri ke luar negeri ya? apa jadi Mulyani (wah harus diikuti sama operasi kelamin donk), ah sebodo teuing lah, yang jelas Eyang Tjendana (maaf buat blogger yang namanya sama :P) gak akan ganti nama karena gak bakal kabur, kenapa gak bakal kabur? ya karena gak ada yang berani utak-atik doi, paling2 kabur ke lapangan golf, itu juga untuk bersantai menikmati masa2 tuanya tanpa ada gangguan :))
Ah udah ah..jadi ngaco kan, yang penting gue sekarang lagi happy nih..nemu potret Mimi Hitam yang menurut gue keren dan elegan :P, si Mimi Hitam lengkap dengan koin keberuntungannya...
*^*^*^...didididumdidam....*^*^* berhati-hatilah dengan mantraku..kalo gak mau diubah jadi kodok!! ^_*

Monday, April 25, 2005

Just Keep Swimming

Swim...swim...swim awayyy... begitu kira2 yang diucapkan lumba2 imut waktu berenang kesana-kemari dengan wajahnya yang super ramah itu. Begitu juga saya yang begitu bahagia ketemu air kolam lagi, dengan pakaian renang ala kadarnya pinjaman seorang teman (karena memang gak niat berenang tadinya) saya berenang kesana-kemari...dengan gaya andalan kodok nyari mangsa (atau kapal induk siap perang kata temen saya dulu) saya melakukan test drive pernapasan mantan perokok berat ini, hasilnya? lumayaaann...kalo dulu jarak yang ditempuh bisa bolak-balik sampai 5 kali ukuran kolam renang olympic sekarang cukup satu kali bolak-balik saja :)) plus beberapa kali bolak-balik jarak melebar kolam renang di kolam dengan ukuran yang sama. Untungnya kolam renang pondok indah gak terlalu rame week end kemarin, kalo rame alamat saya bikin cedera manusia lain deh, maklum gaya renang saya tergolong kasar, gak bisa alus, nyang penting nyampe, jadi senggol-menyenggol penghuni kolam yang lain itu sudah lumrah, lagipula saya gak pernah pake gogles, jadi mata agak burem2 dikit gak bisa liat jelas keadaan sekitar :)). Saya paling penasaran sama gaya kupu2, style yang satu itu kok ruwet bukan main ya, dari cilik menik dulu sewaktu masih ikut club renang sampe sekarang saya paling gak bisa gaya itu, udah pernah dicoba berulang kali dan saya gak pernah berhasil bergerak beberapa meter ke depan, berat dan susah, jadilah saya berenang ala kupu2 dalam kepompong.
Setelah beberapa rit, saya naik, menikmati sejumput Pringles, seteguk aqua, beberapa batang bagelen keju, dan ngobrol bareng temen2. Setelah istirahat nyemplung lagi sebentar. Oh ya satu lagi, kemampuan menyelam sampai kedasar sudah hilang, bolak-balik dicoba, yang ada cuma nungging2 aja tanpa bisa sampai dasar, gak bisa tenggelam, ngambang terus, apa gara2 berat badan naik?...sedih :( hiks... sudah banyak mengalami penurunan nih. Sepertinya saya harus rutin berenang lagi, dalam hati saya membulatkan tekad mulai bulan depan saya akan memulai menyambangi kolam renang secara rutin ...merasakan senangnya berada dalam air lagi...berenang-renang kesana kemari seperti lumba2..atau...bagaikan si Dori, si pikun teman ayahnya Nemo yang selalu bersuka cita mengarungi lautan.."just keep swimming"..."just keep swimming"....
Matahari sudah meninggi, waktunya pulang, hari itu badan dan hati serasa enteng...akhirnya si Dori besar ini olahraga lagi... ^_^

Saturday, April 23, 2005

The Past...The Present

Masa lalu..memang seharusnya jadi sesuatu yang tidak usah diperhitungkan lagi, baik buruk tetaplah masa lalu, sekarang harus memikirkan bagaimana waktu dihabiskan untuk menjadi sesuatu yang baik, dan suatu hari nanti diingat sebagai masa lalu yang indah, kalau tidak berhasil menjadikan hari ini menjadi sesuatu yang baik berarti saatnya mengambil hikmah dari semuanya, sehingga suatu saat akan menjadi sesuatu yang baik.
Melihat atau menemukan masa lalu yang selama ini terpendam dari orang lain dapat juga mengisyaratkan sesuatu, bahkan bisa juga sebagai acuan bagaimana seseorang berkata benar atau salah, bohong atau jujur. Misalnya begini, saat ini si A bilang kepada si B sahabatnya "di sekolah gue selalu dapet ranking 5 besar" dan suatu saat si B gak sengaja melihat record dari raport si A yang ternyata gak pernah dapet ranking, bahkan angka2 di dalam buku raport si A warnanya dominan merah, jadi si B tau ternyata pada saat si A bilang bahwa dia adalah salah satu yang terpandai di kelas adalah bohong belaka, mungkin si A memang berniat memperbaiki nilainya, karena dia saat ini memang baik, santun, tetapi tetap saja meninggalkan nilai minus di depan B, bisa jadi si B tidak akan mudah percaya omongan A, atau bisa2 memang sudah tidak mempercayai si A lagi.
Mungkin saja si A berkata seperti itu untuk mendapat highly appreciated dari B, tapi sayangnya sesuatu yang cenderung munafik memang susah mendapat tempat di hati. Itu baru cerita simpel, bagaiman dengan cerita2 lain yang lebih kompleks, tentunya lebih kompleks juga tingkat ketidak-percayaan seseorang. Mungkin saja si A memang bersungguh2 tidak pernah mengulangi kebohongannya kepada B sahabatnya sendiri, tetapi bukan alang kepalang lembaran persahabatan yang ada di hati B untuk A memang sudah kotor sebagian, tingkat kejujuran si A jadi diragukan, karena bagaimana mungkin persahabatan yang telah terjalin bertahun2 ternyata tidak cukup membuat si A untuk menceritakan sesuatu dengan jujur? itu pun cuma masalah nilai pelajaran, bagaimana yang lain?. Contoh diatas mungkin kurang tepat, kurang kompleks, karena memang saya bukanlah pencerita dan pembuat perumpamaan yang baik. Tapi saya baru menyadari bahwa memberi seseorang kepercayaan yang berlebihan memang kurang baik, dan saya bersyukur bahwa hal ini dapat membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menyadarkan saya bahwa harus hati2 dalam mempercayai seseorang, fakta dari segores masa lalu telah berbicara kalau sebenarnya apapun yang telah diucapkan pada saat itu hanya omong kosong belaka, ya..mungkin sekarang berbeda, tapi fakta yang terbuka dari masa lalu itu membuat penilaian saya berkurang sedikit demi sedikit, dan membuat saya tidak mudah percaya walaupun dengan kata2 paling manis yang pernah saya dengar, mungkin saja kan saat ini bisa menjadi masa lalu yang ternyata sama bohongnya dengan masa lalu yang lain?
Kadang kita melihat seseorang begitu sempurna, dan kesempurnaan itu terlihat karena kita mencintai, diluar itu semua...manusia tetaplah manusia.


**Thanks for being a gombal person (kalau tidak bisa dikatakan lier) :))

Friday, April 22, 2005

Aku, coklat, dan internet...(nyambung gak sih judulnya?)

Duduk sambil mendengarkan light jazz, ditemani sebungkus coklat besar, dan browsing. Hari ini sengaja nengok warnet di dekat rumah yang buka lagi, setelah sekian lama tutup untuk kepentingan renovasi, dan sekarang warnet ini begitu nyaman, it now has 2 room split out, one for smoking area and another for free smoking area. Eit...tunggu, kayaknya tulisan free smoking area agak rancu dengan smoking area, ada yang salah. Free smoking...berarti kan bebas merokok, jadi sama aja dong sama smoking area. Ah biarin aja deh. Sekarang gue lagi sibuk memperhatikan orang-orang di sekeliling gue, bukannya pengen tau urusan orang, tapi gue agak2 exciting sama penyewa2 pc disini. Segala macam usia ada anak2 usia SD sampai ibu2 dan bapak2, dengan berbagai macam keperluan, sekedar browsing, chatting, cari kerja, bahkan ada yang ngetik skripsi! tunggu dulu..disebelah gue ini kayaknya lagi meeting, telepon genggamnya tak henti berbunyi, dari isi bicaranya (duh kok jadi nguping sih, habis kenceng bener volumenya) kayaknya si om ini lagi sibuk dealing dengan seseorang di seberang sana dan bikin apointment 5 menit kedepan akan online dengan beberapa orang lagi, dan sekarang gue sendiri lagi asik bikin posting ini, sambil nunggu adik gue cari2 bahan untuk makalahnya di komputer sebelah.
Agaknya potensi warnet di kompleks perumahan -dimana gue numpang tidur sama nyokap bokap- masih besar, 4 warnet selalu penuh, selalu saja waiting list. Dulu, waktu masih jaman jahiliyah gue adalah orang yang addicted sekali sama warnet, waktu itu gue baru kenal dunia maya, seorang teman pemilik warnet di Bandung mengenalkan gue sama yang namanya chatting, "In, mau gak gue ajarin chatting, kesini deh sebentar, loe pasti suka", hmmm kalo dia bilang gue pasti suka berarti gue memang pasti akan suka, dia ngerti banget gue gimana. So jadilah malam itu gue belajar chatting, masuk MIRC, dia masukin gue ke server EFnet, dan setelah 15 menit gue beradaptasi dengan sesuatu yang asing sama sekali bagi gue waktu itu, gue terhanyut dengan obrolan2 gue dengan temen2 baru, dan untungnya gue punya temen ngobrol tetap yang asik, lucu, dan satu lagi yang penting...gak mesum hehehe. Setelah gue fasih sekali dengan MIRC gue jadi kecanduan, kalau ke Bandung gue gak pernah absen ke warnet, kayaknya hampir semua warnet di Bandung udah pernah gue masukin. Gue bertemu dengan berbagai macam orang, dari yang asik, aneh sampai yang paling mesum. Ada beberapa temen yang tadinya ketemu lewat chatting jadi temen beneran sampai sekarang, kebanyakan sih dari dalnet, room yang paling asik saat itu dan selalu gue kunjungi adalah #indonesiana, pendirinya orang Deplu, sapa ya namanya..gue lupa, padahal gue dulu pernah numpang chatting di kantornya di depan stasiun Gambir, sembari nunggu kereta Argo Lawu dateng (waktu itu gue emang lagi pingin menuju Jogja, iseng2 gue mampir ke Deplu daripada bengong di stasiun) disana gue kenalan sama mbak Eti, satu orang Deplu lagi yang suka nangkring di #indonesiana orang paling centil di room dengan nick bunda-imut. Ih gue kangen sama mereka tiba2.
Anggota #indonesiana kebanyakan dari Jakarta, tapi lama kelamaan jadi didominasi sama anak2 Jogja, nah anak2 dari Jogja ini yang sampai sekarang masih suka nongkrong bareng. Tapi makin lama MIRC makin aneh, anggota2 lama #indonesiana juga udah bubar, kami kebanyakan ketemuan langsung, main2 langsung, gak ketemu di channel lagi. Dan sekarang anak2 #indonesiana lebih memilih yahoo massanger kalo pengen chatting.
Kalau dulu internet bagi gue cuma sebagai media untuk ber chit-chating, sekarang ikatan gue dengan internet jadi makin meluas, kebutuhan gue bisa di dapat dari dunia maya ini, cari2 data untuk skripsi gue dulu (seperti yang dilakukan adik gue sekarang ini), kirim2 e-mail ke sanak saudara, teman2, ikut komunitas di mailing list, cari berita, bikin blog, cari2 peluang usaha, sampai kerjaan gue yang sekarang ini gue dapetnya ya dari internet.
Sayangnya di negeri ini internet belum bisa dinikmati gratis, setidaknya murah, masih banyak yang buta internet, padahal berjuta2 informasi bisa didapat dari sini.
Sudah ah..sudah dulu sudah malam, coklat gue juga udah abis, adik gue juga sudah selesai...dilanjutin besok aja :)

Tuesday, April 19, 2005

TURTLEDOVE FLAG

Jumat, 22 April
Sejak tadi siang bude Cenik mengamati pakde, gak biasanya pakde berada di depan mesin jahit, susah payah dan canggung menggenjot mesin jahit sambil menarik2 kain, rupanya pakde sedang menjahit. Hmmm..menjahit apa kira2? bude Cenik males tanya, mending nonton TV, infotainment lagi rame soal cerai berai hubungan pasutri. Sebenernya kalo disuruh milih mending nonton wayang orang, atau wayang kulit, sayang adanya tengah malem, bude mana kuat melek'an kayak gitu, kalo sore2 begini ya adanya infotainment, biar bosen tapi bude tetep nonton, walaupun nantinya ketiduran juga di sofa depan tv. "Bu...bu...kesini sebentar bu, tulungin aku" tiba2 menggema suara serak si pakde, "ada apa to pak", "bantu aku jahit ini..anu..bendera, susah bener ya sambungannya, elek, gak rapi, kamu pasti lebih canggih" agaknya pakde setengah merayu (bilang aja gak bisa), "bendera buat apa sih" bude Cenik akhirnya tanya juga, "pokoknya jahit dulu, sablonan yang ditengah itu disambungnya yang rapi ya bu, biar gambarnya kelihatan jelas", bude Cenik mengamati kain yang ada di genggaman pakde, langsung pakde memindahtangankan kain itu tanpa ba bi bu lagi sambil berbalik arah menuju teras belakang, "aku mau kasih makan Bendol Joyo dulu ya bu, nanti kalau sudah selesai panggil aku".
Dua potong kain bernuansa hijau kuning keemasan yang tadinya ada di kekuasaan pakde berpindah tangan dengan cepat ke pangkuan bude. Bude cenik mengamati pola gambar yang ada di kain2 itu, dikain yang berwarna kuning ada gambar tombak emas, trus yang di kain hijau ada gambar setengah lingkaran, seperti bulan sabit, atau pinggiran mangkuk yang kalo disatukan dengan kain kuning bergambar sangkar emas itu jadinya seperti wadah tombak, abstrak, agak gak jelas, cuma cukup eye cathcy. Bude Cenik agak bingung juga, sebenernya ini bendera apa sih, dan bude Cenik pun menjahit kain bendera itu tanpa banyak tanya lagi mengenai arti simbol yang ada di kain tersebut, walaupun penasaran.
Setelah 15 menit akhirnya bendera itu jadi juga, bude Cenik membentangkan bendera di atas meja, hmmm..sudah rapi, gak perlu diobras, lagian buat apa diobras, paling ini cuma iseng2nya si pakde aja, pikir bude. Bude Cenik ke belakang, nyamperin pakde yang ternyata sudah ketiduran di kursi di depan kurungan si BiJe alias Bendol Joyo. "Pak, bangun, benderanya nih, udah jadi" bude menggoyang-goyangkan bahu pakde yang besar. Pakde terkesiap, "Pelan-pelan kenapa sih bu banguninnya, kayak petir disang bolong aja. Untung gak gak copot jantungku!", "kalo pelan2, sampai Idul Adha juga gak bangun2, wong tidurnya ngorok kayak kodok begitu. Nih benderanya". Bude melengos pergi, agak sebal, sudah capek2 dijahitin kok dimarahi.
Pakde Jiwo mesem2, melihat bendera ditangannya, dijembreng, diiling-ilingi, bagus juga ternyata jadinya, dia cukup puas. Lalu bendera itu dilipatnya dan diletakkan di lemari yang beranggotakan taplak, seprai, sarung bantal, dan sekarang bendera itu.
Sabtu, 23 April
Subuh jam 4 pagi pakde Jiwo sudah bangun, setelah mengumpulkan nyawa sedikit demi sedikit pakde berjalan pelan2 menuju dapur, mencari sloki kesayangannya, eits..jangan salah duga dulu, sloki itu bukan buat minum wiski atau sejenisnya, tapi untuk mencampur jamu. Hmmm..kok minum jamu pagi2 buta ya?.... sloki itu diserbeti, dibawa ke arah lemari kecil disamping pintu, lemari dibuka, pakde mencari2 sesuatu, suaranya berisik sekali, kaleng2 dalam lemari beradu, setelah tangan pakde menyentuh sebuah bungkusan, baru suara2 berisik itu hilang. Pakde mangambil sendok, lalu menyendok serbuk putih agak kekuningan dari dalam plastik, wah..jangan2 puyer narkoba. Ah..gak mungkin lah ya. Serbuk 1 sendok makan yang sudah diambil itu dicampur air hangat, diaduk, lalu pakde berjalan ke teras belakang, bersiul2 sebentar, mirip sekali sama BiJe, andai BiJe masih punya induk pasti disangka pakde adalah anaknya, kembaran BiJe, telur yang bermutasi..kira2 begitu pikiran mamanya BiJe. Setelah bersiul2 gak karuan pakde meletakkan slokinya di meja, lalu menurunkan rumah si BiJe yang terbuat dari kayu mahoni bercampur cendana, BiJe burung yang sangat sexy (menurut pakde) warnanya abu2 cenderung ke silver, perkutut peranakan kelas 1, suaranya aduhai, Betharia Sonata, Bob tutupoli kalah deh, gak heran BiJe beberapa kali jadi juara pemilihan perkutut idol, pun jadi incaran maling amatir, makanya sekarang BiJe ditaruh belakang, pakde bisa diopnam kalo kehilangan BiJe. Setelah mengelus-elus BiJe (bude aja jarang dielus-elus begitu) pakde mengambil sloki berisi cairan tadi, dan..uupss..hampir aja pakde minum, maklum agak pikun, merasa haus nalurinya mengambil sloki, pas sudah di depan muka, baru pakde sadar, jamu buat BiJe nyaris ditenggak, untung inget, kalo nggak bisa2 pakde bener2 merger sama BiJe. Cairan itu dituangnya kedalam tempat minumnya BiJe, lalu ditunggunya BiJe minum sambil bersiul2 dan menghirup udara segar beraroma rumput gajah yang tumbuh subur di halaman belakang, ditunggui gitu BiJe mungkin gerah, akhirnya air di wadah minumnya sudah tinggal setengah, pakde senang, lalu kedalam rumah, mau mandi air hangat. Bude Cenik juga sudah bangun, sudah wangi, dan sekarang sedang menyiapkan telur 1/2 matang + susu sapi murni untuk pakde. Setelah beberapa menit pakde pun sudah selesai mandi, 5 menit saja, Gus Angsa juga kalah cepet.
"Pak, sarapannya nih, cepet dimakan mumpung masih anget, nanti kalo sudah dingin dicuekin lagi, kayak kemarin, kan sayang lho", "Iya bu'ne cantik" sahut pakde ganjen, ih genit amat kenapa sih, batin bude. "Mau kemana sih pak pagi2 sudah rapih, mau ke pasar ya, nongkrongin tukang sayur" wah bude rada cemburu, "Ibu ini ngaco aja deh, aku kan sayang suekali" ..cup..satu ciuman mendarat di pipi, "mau kemana sih pak" cecar bude, "sudah, ambilkan bendera yang kemarin ibu jahit saja", "ditaruh dimana?" bude nanya sambil cemberut, pipinya yang tembem bertambah tembem lagi. "ada di....dimana ya bu...waduh aku lupa" pakde garuk2 kepala, tolak pinggang berjalan kekiri dan kekanan, dan sekarang mengetuk2kan jari ke keningnya. "buat apa sih bendera itu pak, tujuh belasn juga belum, pemilu juga udah lewat, lagian bendera apa sih tuh", "sudahlah bu, bantu cari saja, aku cari di lemari, bu'ne cari di ruang jahit". Dalam sekejap lemari di kamar pakde sudah amburadul, baju, sarung, kopiah, kaos, celana pendek, daster, pakaian dalam semuanya keluar, kondisinya mirip Titanic pasca karam, bude Cenik pun juga sudah capek keliling ruang jahit, ruang hobinya itu, merasa yakin gak menemukan helaian persegi empat itu bude cenik keluar ruang jahit. Lalu mata bude Cenik menyisir sekeliling ruang tv, mencari ke teras (seinget bude terakhir dia kasih bendera itu ke pakde di teras, lagipula pakde suka pikun siapa tau ketinggalan disana) ternyata gak ada juga, bude masuk lagi, berjalan ke dalam melewati ruang tv, lalu matanya tertuju pada lemari kecil coklat tempat menyimpan kain2 asesoris rumah, satu2 dibukanya tumpukan kain2 itu, dan akhirnya ada kilauan warna hijau kuning keemasan, lega..akhirnya ketemu juga. "Pak, nih benderanya sudah ketemu", "mana..mana?" pakde sudah lecek gak karuan, kaos dalamnya basah oleh keringat, perutnya yang buncit turun naik pertanda habis ngos2an dan kerja keras, "dimana bu ketemunya ini?", "wong di lemari ini kok, gimana sih bapak ini", "oh iya...lupa" sahutan khas pakde + muka innocent. "Buat apa sih pak?" bude tanya lagi (bude dicuekin), "mana Sugeng? Geng...Sugeeeeeenggg!" pakde memanggil2 mas Sugeng dengan suara 3 oktaf diatas BiJe, mas Sugeng yang lagi otak-atik RX King di garasi yang letaknya jauh saja sampai bisa denger dengan jelas, dan dia pun bergegas ke dalam, "ada apa sih pak, manggil2 kok kayak gitu, kayak kemalingan aja" mas Sugeng cengar-cengir melihat wajah papinya yang merah kecapean. "Siapin si Bendol kita pergi jam 8 tepat", "ooohh iya, mau lomba ya pak, ya sudah tak siapin dulu si BiJe, bapak sarapan saja dulu, sudah dingin kali sekarang, ibu marah2 tuh", pakde Jiwo bergegas ke dalam, lapar. Dalam 7 menit habis sudah sesajen pagi bikinan bude. Setelah itu pakde melebarkan bendera hijau kuning sekali lagi, sudah sip, pakde membatin. Bude tanya sekali lagi, kali ini sambil merebut bendera itu dari tangan pakde, "hayo ngaku pak, bendera ini buat apa? jangan2 buat kelompok separatis ya? bapak ikut-ikutan bikin kelompok rahasia, begitu?", pakde melongo saja mendengar tuduhan bude, heran karena kok bisa2nya bude berkhayal begitu, jelas-jelas gak ada tampang pemberontak, apalagi ekstrim (hmm...ekstrim sih, kumis ekstra trim begitu, serem). "gini ya bu, bendera itu aku desain khusus buat si Bendol, kayak umbul2 gitu loh. Jadi BiJe punya simbol khas, buat lomba kutut, biar keren dikit, nanti benderanya tak kerek di tiang gantungan diatas kurungan si Bendol, pasti nanti yang lain ikut2an" senyum seringai pakde mengembang begitu gamblang (bunga kamboja saja kalah ngembang), jelas sekali menunjukkan kalo pakde bangga. "Yang jelas kan aku gak merusak konstitusi, bukan gerakan separatis yang pingin bendera kebangsaan sendiri, lagu kebangsaan sendiri. Bendera ku ini dijamin gak menuai protes, eh..eh..tapi boleh juga ya bu kalau kapan2 aku ciptain lagu kebangsaan eh keburungan buat Bendol, tetembangan gitu...hmmm...liriknya kira2 bagaimana ya bu?", "Wes edan bapak iki, terserah, sak karepmu! sekalian aja dibikinin tarian. Mending si Bendol itu di goreng saja buat lauk!" bude menyahut sambil melenggang tak peduli dan sebal melewati pakde yang belum berhenti berkhayal sambil senyum2, gak sadar kalo nasib burung kesayangannya suatu hari akan sial jadi target pisau dapur bude.
"Sugeng! sudah siap belum? ayo kita berangkat", "sampun siap pak, BiJe sudah di dalam mobil, tunggu, saya ambil topi dulu".
Pakde pun menyusul BiJe, dipenuhi perasaan senang dan bersemangat pakde masuk ke dalam mobil Toyota Hardtop berwarna hitam, menunggu mas Sugeng mengantarnya ke ajang paling bergengsi di kota itu, Perkutut Award.

Friday, April 15, 2005

Overtime Heating

Lembur lagi lembur lagiii hahahahahaha nanananana.....auditor gila..mana e-mailmu? ku menunggu e-mail mu yang tak kunjung datang......ggggrrrrgggrrrr....mau gue kampak kali nih orang x(....kalo gak inget BUSER gue pengen cincang!! udah jam berapa coba niiiiihhh...hiks..hiks...
Time is ticking...where are youuuuuuuu....!!!!!!!!! where's ur mail...Da* it!

Wednesday, April 13, 2005

Just Thinking of...

Kerja, kata ini saban hari pasti mengawali hari gue. Begitu bangun tidur yang langsung *tek* ada di kepala gue ya kata ini kerja. Dan kalau gue pikir-pikir lagi hidup gue mungkin 80% ada di kantor. Bangun pagi jam 5-an, sholat, habis itu tidur lagi sampe jam 6.00, bangun lagi, mandi, berangkat jam 6.45 am, sampai kantor jam 8.30 am, pulang jam 5.30 pm sampai rumah jam 7.00 pm (itu juga kalo gak lembur) antara jam 7.00 sampai jam 10.00 malam (berarti 3 jam ya) kegiatan gue pertama, leyeh2 sebentar, bikin teh, sruput2 dikit, sukur kalo ada nyamik2 alias cemilan, santai2 sampai jam 8.00 sambil nonton TV yang celakanya isinya sinetron yang kebanyakan minus nilainya (anak smp pacaran trus hamil, ekspos kecacatan, anak kembar (ada lebih dari 3 sinetron isinya tentang anak kermbar yang terpisah, gak kreatif amat), peri, hantu, sampe sinetron khayalan dengan teknologi murahan.
Kalau udah gini gue mendingan dengerin mp3 sambil baca. Trus jam 10 atau 11 gue udah berada under the blanket menunggu hari esok sambil tidur, itu juga kalau gak ada nightmare dan bisa tidur nyenyak. Lalu...Foila!! bangun lagi, terus dan terus dan terus...(kayak iklan coki2).....
:(( ---> kadang2 gue pengen begini, tapi gue gak bisa, kalo :(( terus kesannya hidup gue kok gak "hidup" statiiiss terus. Tapi bagusnya kondisi seperti ini memacu gue untuk berbuat sesuatu suatu saat nanti. Gue gak mau jadi bee worker terus, gue pengen jadi tumbuhan penghasil madu yang bisa kasih sesuatu untuk para bee worker. *bisik2..maksudnya punya usaha sendiri gitu, kecil juga gak apa2 ^_^. Tapi mempunyai obsesi kadang membuat kita stress kalau dipikirin terus, untungnya gue selalu diingatkan ..."jangan materi terus yang kamu kejar, kapan puasnya kamu? materi gak akan membawa kamu kemana2, kalau kamu terpaku di dunia terus, you will not going anywhere, u'll have nothing while u going 'home' someday".
Ya sih, gue sadar semuanya harus balance, gak ada yang berlebihan atau berkekurangan dalam semua hal. Tapi harta yang ditumpuk2 dikejar2, ibarat papan jungkat-jungkit, harta membuat papan jungkat-jungkit berhenti bergerak, gak dinamis, gak harmonis, gak hidup. Papan yang bertuliskan harta terus berada diatas, dan papan yang berisi cinta untuk Tuhan berada dibawah. Dan..gue juga belum bisa selalu menyelaraskan kedua hal diatas, emosi, egoisme, kesombongan, bagai setan yang terus menari2 disekeliling.
Gue kadang bingung nih, gue bisa melakukan apa saja buat orang2 yang gue cintai, kadang mengorbankan kepentingan umum, tapi kenapa cinta untuk Gusti Prabu penguasa jagad gak bisa meredam keinginan duniawi gue? padahal Tuhan itu sangat istimewa, perfect, sumber dari segala keindahan, kebaikan, kegantengan, kecantikan, segalanya deh, gak bisa dibanding dengan apapun, apalagi manusia...tapi kenapa kadang lebih sedih ditinggal pacar, suami, istri? apa karena Tuhan gak kasat mata? tidak bisa disentuh secara badani? kenapa gak ada keinginan mencari?
Lalu setiap ibadah yang gue rajut kadang terselip pamrih, gue melakukannya bukan karena cinta tapi karena takut neraka... :(( kenapa gue jarang bisa beribadah tanpa memikirkan surga dan neraka? gue gak mau...gue cuma ingin cinta...but its so hard to walk on.
Aah...masih banyak yang harus gue pelajari, mudah-mudahan umur gue mencukupi untuk bisa memahami semuanya.

God please love me...


Ps: sebetulnya gue gak mau ngomongin soal ini. But its flow like a river..moving without any script in my head :)), sebetulnya sih mau ngomongin kerjaan. But its okay, kapan2 aja deh ^_*

Friday, April 08, 2005

Pakde Jiwo

"...Kring..kring..kring...mingggiiirrr...muinggiiiiirrrr....woei...
minggiirr!!!**@@@***@@**...BRAK.....(yang tadinya si pakde diatas sepeda, sekarang sepeda yang diatas pakde).... "gimana seh sampean...budeg kali ya..bla..bla..bla.." sambil mengacung-acungkan tas kresek hitam.


Akhirnya pakde Jiwo jatuh nabrak pohon, gara2 menghindari sepasang muda mudi yang ngobrol di tengah jalan, mungkin lagi pacaran, habis asik sekali, sampe gak denger teriakan serak-serak galak pakde Jiwo.

Sudah sebulan ini pakde Jiwo beli sepeda, buat muter2 komplek perumahan, kalo lagi iseng perutnya keroncongan, sepeda itu yang setia nganterin pakde ke warung, restoran, atau kedai, pokoknya kemana dia mood aja.
Sepeda pakde warnanya sangat electric, gak sesuai banget deh sama setelannya pakde yang kalau orang2 bilang nyaris tradisional Gak ada salahnya sih tampil tradisional, tapi diantara masyarakat yang -ngakunya- modern, dan menganggap kuno sebagi hal yang lucu, ya..pakde jadi kelihatan eksentrik.

Dijaman yang makin sulit sekarang ini semua orang rata2 jadi makin perhitungan, tak terkecuali pakde Jiwo. Suatu hari dia mengeluarkan statement (atau uneg2 ya?) pada istrinya bude Cenik.."bu, kita beli sepeda saja ya, lebih irit, daripada bolak-balik naik angkot, kalo mau ke pertok depan (maksudnya pertokoan) ongkosnya sudah 2000, kalo berdua PP sudah 4000, belum kalo mau nyambung lagi sedikit sampai ke pinggir jalan besar. Tiap tarok pantat sudah 1000 biarpun cuma 100 meter, pake mobil butut ku itu ya juga sudah gak efisien bu, capek, bisa2 rematik ku nanti stadium 4, lagian bensin mahal"...."loh pak, kalo pake sepeda trus genjot2 gitu, apa ya gak tambah protol awakmu, kenapa gak sepeda motor aja"..."bu, kalo genjot sepeda aku bisa sekalian olahraga, rematik-ku bisa sembuh, kalo beli motor itu ya bu aku gak kuat srempet2an-nya, banyak yang ugal2an, walaupun aku gak bakal ugal2an yang lain belum tentuuu, lagian pengendara mobil itu banyak yang sewotan sama motor, udah lah aku dah gak sanggup narik urat, sepeda aja, lagian sepeda itu ramli"..."loh kok ramli? sopo ramli?"..."ramah lingkungan buuuuu"...

Akhirnya bude Cenik pasrah aja, kalo pakde meminta persetujuan sambil ngeyel itu berarti hanya ada satu kata SETUJU. Pakde Jiwo sebenarnya menerapkan demokrasi di rumahnya, tapi katanya "kita harus demokrasi bu'ne, tapi demokrasinya terpimpin", mas Sugeng anak kedua pakde yang waktu itu ikut mendengarkan kata2 papinya, cuma bisa ?????? saja dalam kepalanya.

Sekarang kaki pakde agak bengkak, kemarin sih sudah ke tukang urut dekat rumahnya, "untung gak patah tulang pak" kata bude Cenik. Pakde hanya bersungut2 saja, masih agak kesal dengan pejalan kaki tempo hari. "Tuh kan pak pakai sepeda juga gak tanpa resiko, buktinya bapak sekarang sakit kakinya". "Itu kan gara-gara anak-anak edan bin gendeng itu, jalan kok gak ditrotoar" pakde membela diri. "Yaa..sekarang juga mau jalan ditrotoar gimana caranya pak, wong banyak yang dagang disana, apa iya mau nginjek2 dagangan orang. Aku gak mbelani loh pak cuma curhat dikit, tapi memang banyak kan trotoar yang berubah fungsi kayak gitu."

Dan semenjak kakinya dan tulang punggungnya sakit, sepeda pakde nganggur selama sebulan, pakde gak ada kegiatan. Karena usianya yang juga semakin renta, sakit ototnya lama sembuh. Pakde bengong2 saja, baca koran, ngopi2, dan...jenuh, sampai akhirnya tensinya naik, maklum pakde itu rada emosian. Jadi segala sesuatu yang gak membuat senang dihadapi dengan kepala hangat, kadang panas. "Ayo pak, tak anterin ke dokter!" suatu hari bude Cenik sudah merasa sedikit kuatir, ancom dan jus labu yang setiap hari diminum pakde semenjak tensinya naik, gak banyak bermanfaat. "Dokter sekarang mahal!!" pakde menyahut. "Tapi pak lebih mahal lagi kalo sampe jantungmu kena, trus kalo sudah jantung kena berobatnya lebih mahal lagi, kalo komplikasi trus masuk rumah sakit kan jadinya malah gak karu-karuan biayanya. Nanti bapak malah anfal lagi" bude Cenik sudah mulai kesal. "Jadi bu'ne doain tambah sakit, gitu?". "Bukan gitu pak, aku kan pingin bapak sembuh, bapak ini sukanya ngeyel, disayang istri kok gak mau. Makanya pak, sekarang ini walaupun sulit, kita jangan cuma bisa ngirit tapi gak bisa mikir, tapi juga harus disikapi dengan lebih sabar, mawas diri, bijak. Memang pake sepeda itu bisa irit, tapi mbok ya sedikit berpikir, bapak ini sudah tua, masih emosian pula. Jalanan kan salah satu penyebab stres, akibatnya ya ini bapak tensinya naik. Jadi kalau mau hemat jangan terlalu ngotot, hemat tapi stress, malah jadi penyakit. Hemat bukan hanya di transport saja tanpa mikir yang lain. Harus lebih sabar pak, jadi bisa lebih sehat, kalau sehat kan bapak bisa berpikir, bisa berkreasi, lebih kreatif walaupun kita ini sudah tua, trus satu lagi pak, coba lebih banyak ngobrol"..."ngobrol sama bu'ne kan juga sudah setiap hari" sela pakde...."ngobrol sama Gusti Allah, sembahyang, berdoa. Cari ilmu akhirat, biar sudah tua bukan jaminan pinter ilmu akhirat kan. Sebentar lagi Dewi melahirkan, kita punya cucu. Bapak pingin kan masih bisa main sama cucu, gak pikun. Makanya yang sabar." sambung bude sambil mengelus2 punggung suaminya itu.

Pakde cuma manggut2, agaknya nasehat dari istrinya yang sabar dan ayu itu mengena, walaupun masih sedikit bersungut2. Pakde pun menggamit lengan bude Cenik "Ayo bu, anter aku ke dokter...keburu malem"

Thursday, April 07, 2005

Penemuan Sebuah Artefak..

Semalam sewaktu gue lagi beres2 bagian atas meja belajar (sekarang jadi meja kerja kali ya, udah gede hehehe) gue gak sengaja nemu sesuatu yang udah lama banget gak disentuh, sesuatu dari masa lalu yang udah diselimuti debu kamar (jorok banget sih!), sesuatu yang terbikin kira2 8 atau 9 tahun yang lalu, dikala gue masih sangat muda ^_^.

Bagian atas meja belajar gue memang sudah berdebu, jadi semalem gue bersihin, pas gue sampai ke bagian belakang gue menyentuh sebuah benda, “apaan sih nih” batin gue, hmmm sebuah gulungan kertas..tepatnya gulungan kanvas yang terikat simpul tali, penasaran pelan2 gue buka tali yang mengikat gulungan itu......ternyata sebuah lukisan, hmmm...gue inget sekarang, lukisan itu lukisan foto diri seseorang...my God ini kan lukisan yang waktu itu gue pesen..heuheuhauahua...seketika gue senyam-senyum gak karuan, ketawa2...geli, yeap..lukisan ini lukisan seorang cowok, gondrong pula :P gebetan waktu masih muda dulu, disaat gue belom bisa berpikir tentang hakikat cinta, subjektif dan gak pake logika hehehe.

Waktu liburan ke Jogja tahun 1996 kalo gak salah, gue lagi dalam kondisi kasmaran berat sama ketua senat fakultas sebelah, gue gak tau kenapa liat sosok cowok itu gue suka banget (yang kalo orang lain bilang...nakutin...njiji'i rambutnya kayak gak pernah keramas...ada juga yang bilang megaloman versi jawa). Saking sukanya (saat itu gue bilangnya cinta..gelo ih) terbersit pikiran untuk mengabadikannya dalam sehelai kanvas, kebetulan di emperan Malioboro banyak seniman jalanan, tanpa ba bi bu langsung gue deklarasikan kemauan gue ke salah satu seniman yang gue anggap saat itu paling oke (setelah mondar-mandir cari yang sreg dengan melihat beberapa portfolio mereka dalam karya2 yang terpejeng) setelah memberi petunjuk.."mas ini dibikin begini ya, sebelahnya jangan keliatan...hmmm yang bagus ya mas, yang persis, ukurannya sekian x sekian, bla bla bla.." dan tawar menawar ongkos jasa lukis pun berlangsung mulus, akhirnya jadi juga mahakarya itu, mmmm..hasilnya sih gak terlalu persis, ada yang janggal, tangannya kependekan…uuhhg.

Dan… sekarang lukisan itu ada di hadapan gue, menyisakan kenangan yang..uuhmm..konyol ^_^ …lukisan itu bisa menceritakan betapa gue bisa bertindak ridiculous disaat gue sedang jatuh cinta. Apapun bisa gue lakukan untuk mengabadikan perasaan gue, mengungkapkan dalam berbagai ekspresi. Gak hanya sekali itu aja, di saat gue lebih muda lagi gue bisa ampun2an anehnya, tiba2 gue bisa bikin lirik lagu, puisi, gambar, dsb dan hasilnya…gak bisa dibilang jelek, padahal normalnya sih gue itu bukan pencipta seni yang berbakat :)). Sayang benda2 kecil itu semuanya sudah hilang.
Kalo gue pikir lebih jauh lagi ternyata kadang cinta bisa memberi efek samping yang luar biasa, bisa bikin sesuatu yang gak mungkin menjadi mungkin, mengubah sikap, dan mungkin juga sifat. Mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif, atau sebaliknya dari positif menjadi negatif, tergantung seberapa bisa kita mengambil hikmah.

In present cinta membuat gue menjadi lebih ikhlas, kalo dulu gue sangat posesif sekarang gue lebih pasrah. Dulu gue gak rela kehilangan orang yang gue sayang, sekarang gak lagi, kalo dia gak bahagia sama gue masak iya mau gue paksa..seandainya gue paksa dan dia mau, artinya gue telah membohongi diri sendiri, gue cuma punya “Fisik” darinya dan bukan hatinya….trus artinya apa? Sementara hati orang yang kita cintai dipenuhi oleh orang lain…no…I don’t want it, its fake. Dan egois....kita cuma mikirin kebahagiaan sendiri, sedangkan dia tersiksa, apa itu yang namanya mencintai seseorang..membuat dia tersiksa? Gak lah ^_^ gue lebih suka memberikan kebahagiaan buat orang yang gue sayang, its mean…I love him very much. Kalo dia bahagia sama gue ya syukur Alhamdulillah…kalo gak.. I’ll let him go, berarti Tuhan akan kasih gue yang lebih baik lagi, begitu juga dia. Pemikiran seperti ini gue dapet dari pengalaman2 yang menurut orang lain menyedihkan, beberapa kali gue gagal punya relationship. Dan dulu, setiap kali gue broken heart gue akan sedih sekali, uring2an, kayaknya dunia terbalik, gak semangat lagi, pikir gue saat itu..gak akan tergantikan..gak ada yang sebaik dari cowok itu, dll….dan setiap kali gue broken heart, setiap kali gue mendapat pengganti yang lebih baik. Dan saat ini semoga saja menjadi yang terakhir…..but..I still free him…

Pasir yang digenggam terlalu erat pasti akan keluar melalui sela2 jari, kalau dibiarkan saja diam di atas telapak tangan, pasir itu gak akan kemana2…its always there..

Dan..lukisan itu pun telah tergulung kembali dengan rapi...tersimpan di bagian dalam belakang lemari, menjadi artefak sejarah...

Wednesday, April 06, 2005

Be Healthy

Menu hari ini: nasi kuning, tempe mendoan, bihun, sayur...dan segelas teh hijau. Maksud hati sih pingin membiasakan diri gak jajan (gue ini addicted sama jajan dan makan hiks...habis enak sih, gimana donk), ceritanya mau mengubah pola hidup, berhenti ngerokok, minum banyak air putih, no penyedap..dan olahraga, yang terakhir ini susah bener ngejalaninnya, malem2 mau jogging nanti disangka maling, sabtu atau minggu? seringnya kebablasan, setelah subuh pasti tidur lagi...mengubah habbit itu emang gak gampang ya :((.
Tapi gak ada kata terlambat! selama masih ada hari esok, dan gue masih bisa bangun dari tidur itu berarti..I still have a chance :))

Sudah 1 bulan ini gue rajin minum teh hijau, mulai dari yang racikan yang diseduh sampai yang ditenggelam2in alias dicelup. Tujuan gue sih cuma jaga kesehatan aja, sukur2 bisa ngelangsingin juga hehehe. Menurut gue teh hijau satu2nya cara yang paling alami disamping makan sayur2an hijau macam brokoli untuk menangkal radikal bebas, lebih baik daripada mengkonsumsi supplement2. Terapi kencing juga katanya sangat efektif menagkal radikal bebas dan very2 good an antioksidan, tapi kayaknya cara ini gak dulu deh, selama masih ada yang lain dan belum kepepet.

Kondisi lingkungan di bumi makin lama kan makin menyeramkan, sangat mungkin (bisa dipastikan selalu) kita menghirup monoksida, dll (yang lain gak inget :P) sebagai hasil buangan pantat mobil dan motor, lama2 jaringan sel kita rusak, bisa2 sel dan gen bermutasi jadi sesuatu yang gak jelas, penyakit degeneratif, kelainan, dll...hiiiiyyyy syerem. Apalagi di Indonesia, khususnya kota2 besar seperti Jakarta, dimana mobil dan motor dah gak karuan lagi banyaknya, uji emisi yang digembor-gemborkan supaya ditaati ternyata cuma formalitas, ternyata untuk dapet label "Telah Lulus Uji Emisi" gak perlu bawa kendaraannya, yang penting bayar, wes beres, langsung dapet stiker lulus uji emisi. Metromini dan bus..dua jenis kendaraan ini paling sering memproduksi asap hitam pekat dari knalpot (pastinya asap hitam ini mengandung begitu banyak radikal bebas). Pernah gue sama sekali gak bisa liat jalan gara2 depan gue ada metromini yang menyemburkan asap super hitam ke kaca mobil yang gue bawa, jadi gelap gulita, bagai masuk terowongan. Untung gak kecelakaan gara2 gak bisa liat kanan kiri, edan! Mungkin mentang2 angkutan umum terus gak pernah dirawat kali ya.

Balik lagi ke teh hijau, gara2 gue baca artikel tentang tumbuhan ini gue jadi rajin minum teh hijau, menurut artikel tersebut selain untuk pencegah kanker dan merawat kecantikan kulit, teh hijau bisa juga menghambat pertumbuhan karies pada gigi, pencegahan gigi berlubang dan radang gusi, karena teh hijau juga pengandung fluoride. Kata dokter langganan gue teh hijau juga mengandung vitamin C dosis tinggi, dan mengandung mangan yang bisa mengubah gula menjadi energi, trus trus...(duh jadi exciting gini) teh hijau juga terkenal sebagai obat anti stroke, penyakit kardiovaskular, dan juga penyakit hati, anti bakteri, dan bisa menurunkan berat badan (Aha..!! :)) ). Teh hijau punya khasiat hebat seperti ini kalo gak salah karena mengandung antioksidan hebat EGCG (Ephigallocatechin Gallate).

Rasa teh hijau yang sepet2 agak pahit memang bikin sebagian orang ogah minum teh hijau, apalagi anak2, solusinya bisa ditambahkan air jeruk nipis, dijamin rasanya segeeerr seperti yang ada di depan gue sekarang ini, segelas besar teh hijau :D



Ya mungkin kebiasaan minum teh hijau ini adalah sebagai awal dari kebiasaan yang akan gue jalani untuk memulai pola hidup sehat, yang jelas percuma kalo sering minum teh hijau tapi teteeup jalan fast food nya, no working out, and still smoking.

I just wanna be happy, be healthy, and be strong... :)) cheers!!!