Kalau ditanya siapa orang yang paling deket tapi sering berantem atawa beda pendapat, pasti gue jawab bokap! papaku yang lucu, supel, murah senyum, tapi sekaligus galak, keras kepala, tidak sabaran, dan sedikit pelupa (maaf ya pa, aku cuma berusaha objektif :)). Dan gara2 keras kepala itu kita jadi sering sekali bersitegang, tapi tenang..marahnya papa pasti cuma beberapa saat, karena baik aku maupun papa sama2 pemaaf, dan sama2 gak gede di gengsi, jadi sekarang marahan sejam kemudian baikan, dan bisa becanda2 lagi.
Papaku kemarin ulang tahun, rambut putih yang hampir menutupi seluruh kepalanya menandakan beliau sudah sepuh, setengah abad lebih 11 tahun.
Suatu saat mimi kecil nangis dalam diam, tertelungkup di kursi ruang tamu, baru saat itu mimi kecil nangis ala orang gede, tanpa suara (bukan gak mungkin orang dewasa nangis meraung2 ala anak kecil sih). Saat itu mimi dan keluarga masih tinggal di Surabaya, kota panas, tapi mimi cinta setengah mati hehehe.
Disela2 isak tangisnya papa mendekat, mengelus2 kepala mimi kecil yang mempunyai uyeng2 nyaris dua. Trus nanya "kenapa sih?", lalu mimi kecil tambah nangis, kali ini keras, sambil peluk papanya yang ganteng itu, "aku mau ikut papa! aku mau ikuttt!". Ya..saat itu papa memang sedang bersiap2 pergi ke Ujung Pandang, mau tugas ceritanya. Mimi gak lepas2 pinggang papa. Maklum mimi gak biasa jauh dari papa, kemana papa pergi mimi selalu diajak, keliling kota, makan tahu tek, berkunjung ke teman papa, bahkan acara kantor di denpasar waktu dulu, mama gak diajak karena mimi punya adik kecil, lagipula tiketnya cuma 2 waktu itu.
Kalau mimi batuk, papa selalu ajak mimi ke warung jamu langganan, mimi memang lebih suka minum jamu batuk kalo lagi sakit, bukan karena demen sama rasa jamu yg pahit itu, tapi karena di warung jamu langganan itu punya gula2 alias permen hijau yang di selimuti gula pasir yang mimi suka, sukaaaa sekali.
Saat itu keberangkatan papa ke Ujung Pandang ditunda sehari, mama dan papa memutuskan kalo mimi ikut papa, nemenin papa. Mimi senang alang bukan kepalang. Tidak nangis lagi, langsung mengemasi barang2 pribadi, seperi boneka kumel tapi serem bergigi dua berwarna merah (kalo sekarang lihatnya lucu, bukan serem), plus foto adik mimi dipangku mama.
Mama di Surabaya sama adik, saat itu mama hamil tua, jadi gak bisa ikut sama kita.
Di Ujung Pandang mimi dan papa menghabiskan waktu hanya berdua selama kurang lebih hampir setahun, dari nol besar sampe kelas 1 SD. Setiap minggu papa pasti membawa mimi ke toko mainan Hoya, dan papa selalu mendudukkan mimi atas punggung donald duck yang bisa goyang2 ke kanan dan ke kiri, papa memang paling ngerti apa maunya mimi. Mimi sayang papa.
Oh iya hampir setiap akhir pekan mimi dan papa jalan2, paling seneng sih ke Pantai Losari, makan pisang epek, pisang kepok yang dijepit sampai penyet, dibakar diatas bara api, trus di lumuri gula merah, syedap banget deh. Atau ke Restaurant Gajah, menu favorit adalah sup asparagus kepiting. (Mungkin gara2 papa juga sampai saat ini gue hobi makan hehehehehe...).
Rasa kangen ke mama dan adik cuma bisa diobati dengan surat, dan kiriman foto terbaru mereka, kadang mimi sedih juga sih.
Masa-masa hanya berdua dengan papa berakhir pada saat mimi kelas 1 SD, waktu itu tahun 1983, adik mimi yang bungsu lahir, waktunya menjemput mama dan adik2 di Surabaya. Senangnyaaaa ketemu dan berkumpul lagi dengan mereka. Lalu kami sekeluarga pindah ke Jakarta, disinilah masa2 remaja sampai dewasa gue lewati.
Setelah besar, dan seiring semakin banyaknya masalah, kejadian, baik, buruk, dan bertambahnya pengalaman hidup, semakin sering juga berbeda pandangan sama bokap. Kata bokap, gue itu nekat, mbelis, ndablek. Kata gue, bokap itu keras kepala, dan masih saja menganggap gue anak kecil. @@@@****###@@@ aaaaggghhh...!
Tapi gue yakin semua itu karena bokap masih sayang sama gue. Karena ternyata sering tambah umur, pikiran dan perasaan gue juga mulai kayak orang tua. Betapa gue kuatir sama kegiatan2 adik2 gue, menyeleksi teman2 mereka, bawaannya sewot kalo mereka pulang telat dan gak ada laporan. Dan itu karena gue sayang mereka.
Gue dan bokap ternyata sama aja..hehehe...
Dari bokap gue belajar banyak banget, belajar bergaul, membawa diri (sampai sekarang gue masih bego aja sih hihihi), marketing communication, cara2 menghadapi orang, menyenangkan hati orang lain, kemandirian, berdansa, musik dan lagu (walaupun cuma jago dengerin, dan jadi penyanyi kamar mandi), seni, budaya, alam, semuanya.
Ah..papa memang sudah menjadi salah satu sumber inspirasi hidupku selain mama, yang lama kelamaan aku menyerupai cetakannya.
Selamat ulang tahun papa. Semoga papa bahagia, semoga Allah semakin mencintaimu seperti cinta mama, aku dan adik2 yang semakin lama juga semakin besar.
*I love you so much papa... *hugs
9 comments:
happy belated birthday for your dad... :)
happy birthday yah papa mimi... kuenya masih ada gakkkkk :D
hepi blesdeii ya om.. sabar aja ngadepin anak ke Mbak Mimi....hihi
*plaak*
eniwe, lm kenal
Tanti Auguri a tua Babbo :)
idem ditto, apalagi setelah beliau tiada
kata orang2 aye juga mirip babe aye.. met ultah buat babe non mimi.. egh, kalo di komik donal bebek, mimi hitam babenya siapa yak? :P
To 'ka : :)) thanks
To lucy : gak ada kue adanya apem, mau? hehehe
To budi : anak kayak gue sih gak nyusahin, makannya aja banyak :P
To qky : Tanti Auguri a tua Babbo? bahasa makasar ya? waduh daku udah lupa :D
To mpokb : kita sama2 fotocopy-an kali ye mpok :P
met ultah ya om. moga-2 bahagia olwes slalu. :)
Ancene arek situk iki bonek nduablek puoll, mosok bapake ultah, la kok anake ngelokno keras kepala....huahahahahahahahahahah...
Piss ya.... suwun yo mbak bonek ayu gelem mamper ndok omahku :)
tes
Seneng yaa kalo bisa akrab ama ortu kaya githu :)
Happy birthday buat Papa kamu yaa :D
Post a Comment