Monday, May 30, 2005

Romantic


"Ini buat kamu sayang.." Dipo tersenyum malu2 sambil berlutut di hadapan kekasihnya Tita, sambil memberikan seikat mawar. Mencoba untuk menjadi kekasih yang romantis.
Alih2 berharap Tita akan merespon sikapnya dengan tersipu malu, dan terbang setinggi langit, Tita malah tertawa keras2. Dan Dipo pun kebingungan...
Dalam kehidupan gue, peristiwa2 "sok romantis" yang pernah ada mungkin memang gak se-ekstrim itu :)) tapi memang beberapa kali pernah terjadi. Dan perlakuan seperti itu bakalan salah alamat. Respon gue memang gak akan sekaras Tita, cuma...please deh :)) dont act like a lost prince of love. Maunya terdengar romantis, malah kayak gombal lap pel gak jelas :(( ...
Dan sebaliknya, perlakuan yang dianggap gak romantis n biasa aja, bisa terlihat sangat manis.
Contohnya gini, gue paling suka kalo tiba2 cowok yang jalan sama gue menempatkan dirinya disebalah kanan gue kalo lagi jalan kaki (of course hal ini disesuaikan dengan posisi dimana kita berada, apakah sejajar dengan arah kendaraan atau melawan arah, pokoknya dia selalu menempatkan gue ditempat yang aman, tidak bersebelahan dengan kendaraan) hal seperti ini membuat gue merasa dilindungi (walaupun dalam hal ini gue sebetulnya gak butuh perlindungan), dan...itu gue anggap romantis.
Atau saat janjian ketemu di suatu pusat perbelanjaan, si dia tiba2 beli tiket nonton tanpa direncanakan, dan buru2 menarik gue ke 21 theater karena semenit lagi film akan dimulai, hal yang biasa tapi cukup membuat gue tersenyum bahagia.
Sesuatu yang dilakukan secara spontan, selalu lebih mengena di hati. Seperti petualangan jalan2 ke luar kota tanpa mobil pribadi, dengan transportasi umum. Judulnya: Sambung Menyambung Akhirnya Sampai Juga! n it was fun n of course...very romantic :).
Biasanya cowok melakukan hal2 yang "manis" itu dengan tampang yang cuek, karena menurut mereka biasa aja. Ini survey dari beberapa temen lho, jadi bukan hanya gue aja :)
Jujur, gue belom pernah nerima bunga dari cowok gue yang sekarang, n it doesnt matter, karena apa yang dia lakukan selama ini sudah membuat gue flirting dengan sendirinya.
Mau flash back nih. Dulu, ceritanya gue pernah diajak dinner di KampungDaun sama seseorang, suasananya sih oke banget, dan ndilalah gue suka banget sama tempatnya, dengan saung2nya yang artistik dan romantis plus obor2 yang menyala seperti menari (dulu kampung daun bagus banget, sekarang dah gak terlalu), tiba2 dia kasih gue setangkai bunga mawar (kayaknya dia beli pas gue ke toilet), dengan tampang senyam-senyum, tersipu2 (dengan dandanan super duper dandy), air mukanya seperti berharap gue terbang setinggi langit *mau mual mode on*, dan celakanya keadaan diperburuk dengan lagu2 dari Tommy Page!!! Sumpe deh, habis itu gue pengen buru2 pulang, ilfil berat hahaha...

Memang sih, sesuatu yang romantis itu relatif, mungkin ada yang suka disanjung dan dipuji, dibelikan bunga setiap hari (kalo bunga bakung masih ada yang suka gak ya? :P ), dan disini gue mencoba untuk berbagi, romantis dari kacamata seorang pemilik warung makan itu seperti apa :)). Menurut gue sih sikap romantis itu identik dengan gentle, and caring, bukan perlakuan gak berguna dan terasa seperti accessory yang dilakukan terlalu berlebihan (jadi inget iklan Citra hand & body lotion :P)
Tapi yang jelas hal2 romantis yang dilakukan dengan tulus dan gak dibuat-buat pasti mengena. Dan sesuatu yang artificial pasti terasa sebagai sesuatu yang artificial juga, karena kata hati dan insting gak bisa dibohongi, untuk para cowok dan cewek yang sedang jatuh hati, tetaplah menjadi diri sendiri, karena terlihat mempesona itu bukan karena berakting mempesona, lebih baik terus memperbaiki diri, banyak2 introspeksi, memiliki good personality, and u'll be a romantic person automatically!
Just be your self :))

3 comments:

anastasianani said...

hum.. sepanjang ga digombalin sih aku ga pa2..

pernah sih tiba2 ada coklat nangkring.. dulu tapinya hehe.. tapi, aku sih sepanjang ga musti bayarin makan tuh cowo sih masih menganggap romantis kok..hehehe..aduh apa coba..bingung sendiri

Anonymous said...

lho, lho.. komen lagi dah kalo gitu.
sama sperti sebelumnya, lebih baik just the way you are.. daripada mau romantis trus malah jadinya ilfil.. seperti peristiwa di kampung daun itu :P

Anonymous said...

hmm.... kutaktau apa yg harus kukomentari tulisanmu kali ini.