Wednesday, February 15, 2006

Sekretaris Jadi-jadian


Bukannya mau ikut2an novelis cerita2 misteri, tapi judul diatas mungkin memang cocok untuk gue hehehehe.... secara latar belakang gue bukan sekretaris, pun gak pernah melakukan tugas2nya!
Ya! sudah 15 hari gue merangkap kerjaan ini
. Hari pertama pasca kepergian temanku itu (ya si sekretaris itu) rasanya seperti mimpi (yang jelas bukan mimpi indah, tapi mimpi aneh). What should I do? x(
Secara gue ini terbiasa dengan urusan yang berbau teknis hitung-menghitung, dan analisa praktis. Tidak pernah melakukan pengaturan2 jadwalnya si bos! dan tidak terbiasa bermanis-manis... huhuhuhu... Tuhan... kalo emang aku disuruh belajar tolong beri petunjuk.
Temen gue bisa bilang, ah kerjaan sekretaris kan gampang! tinggal ngatur segala yg berhubungan sama si juragan, terima telpon, catet sana catet sini. Pengen gue bungkem pake sendal jepit deh tuh anak!
Hari pertama, gue menjajaki satu persatu file2 asing yang ada di notebook sebelah, well... not bad at all... nothing dangerous hihihi... yaaa.. selama gue ketat dalam mengontrol deadline, rajin buka organizer gue rasa its okay lah. Dengan catatan kerjaan utama gue didahulukan! Untungnya juragan mandor gak hanya berkantor disini, jadi doi punya sekretaris lain, yang gue rasa lebih dipercaya kredibilitasnya sebagai sekretaris hehehe...
Tapi kerjaan rangkap merangkap seperti ini sebetulnya gue udah sering mengalami. Dulu selain jadi mahasiswa gue juga jadi tukang kue. Tiap pagi bikin panada isi ikan tongkol, sampe kampus tinggal titip di kantin ^_^.. kalo masih ada sisa satu, dua, ya gue embat sendiri :">
Kok jadi ngelantur ke mana2 sih gue, kebiasaan deh!
Sekarang jadilah aku.. sekretaris tanpa rok mini, tanpa formal suit, tanpa sepatu sexy, sekretaris yang ber-jeans ria, ber-tas super besar, berambut pendek, bergelang india, dan ... ber-slipper ;))
Yaa gue cuma bisa berusaha memberikan output yang paling baik, paling professional :))
Masalah jiwa menyatu atau tidak dengan kerjaan baru? Biar lah itu jadi tantangan lain ;)
Masalah penampilan? I don't give a damn!. Selama gak berbau busuk (hihihihi) dan ehem... tetap cantik (narsis banget) rasanya gak masalah hehehe...
Oke.. waktunya untuk kembali ke dunia nyata, mau siap2 ber-apparate dulu dari dunia blog ini. Doakan diriku semoga bisa beradaptasi dengan baik, dan cepat2 dapet sekretaris betulan.. ihiks...

3 comments:

Anonymous said...

wah.. emangnya sekretaris musti seksi ya? eh.. jadi inget, punya temen kerja di sebuah LSM (halah!) di jakarta, nelfon saya hanya untuk memperdengarkan suara sekretarisnya yang serak-serak basah. hihihhi

danu doank said...

double job, double income juga dong neh... udah salah kaprah ya kalo yg namanya sekretaris kudu seksi dan sebagainya. bukankah yg lebih penting krejaannya yak. selamat menikmati jadi-jadi-annya yak... :d

mpokb said...

non mimi, kalo gitu sekarang srimulatan sama siapa dong..? sekretarisme... hem.. pekerjaan yang sungguh2 membutuhkan kesabaran dan ketelatenan luar biasa.. kalo gak gitu, makan ati, katanya. *sok tau*