Jakarta kembali menunjukkan wajah aslinya, hari ini hari yang sangat2 macet, apalagi gue berangkat dari daerah pinggiran yang memang naujubilah matjetnyaaa!!! mungkin hal ini dikarenakan orang2 yang pada mudik dah balik lagi dan menikmati rutinitas pulang pergi ke kantor seperti biasanya. Sebelum hari senin ini, berangkat dari rumah jam 6.45 sampe kantor jam 7.45, sekarang dengan jam yang sama gue sampe kantor jam 9.15, dan macet paling parah tragisnya gue alami di kompleks perumahan sendiri. Nasib tinggal di daerah urban mungkin :(
Hari ini udara di Jakarta dan sekitarnya kembali berpolusi, setelah beberapa minggu terakhir terasa agak menyegarkan. Sepeda motor berjumlah 5 kali lipat mungkin, mobil pun begitu, sumpah serapah dari para pengendara termasuk supir angkot menghiasi langit2 Jakarta, suara rem berdecit2 memekakkan telinga. Tukang becak (didaerah gue masih ada, jadi jangan protes) susah payah ngeles kanan ngeles kiri, menahan beban penumpangnya sambil mencari selah2 sempit diantara sepeda motor, mobil, dan angkot. Jakarta dan sekitarnya berpeluh kembali.
Kemajuan jaman, atau kemunduran? tapi yang jelas kemajuan jaman memang selalu membawa masalah. Ada gak ya pemecahan masalah yang tidak menimbulkan masalah yang lain?
Kemudahan leasing kendaraan memang memberikan kepuasan konsumtif, tetapi disisi lain menimbulkan kemacetan, polusi, dan lain sebagainya. Gak ada bedanya sama eksplorasi alam yang kadang membawa petaka. Mau hidup kayak flinstone? kayaknya gak ada yang mau, gue pun meragukan kesanggupan gue untuk itu, emang sanggup ngerem mobil pake kaki? :))
Air conditioner di tiap gedung, mungkin suatu saat akan bebas dari freon, tapi gue yakin pasti sesuatu yang gak alami punya efek jelek, gak keringetan, emang sehat? terlalu keringetan? stress...ugh ugh...manusia manusia...seberapa pintarnya kita sebagai manusia mungkin gak akan pernah bisa membuat solusi tanpa menimbulkan masalah, mungkin keterbatasan ini juga yang membuat kita terus belajar, rasa penasaran pun punya dua mata pisau, bisa jadi jahat atau baik, dan mungkin hal ini membawa kita kepada keseimbangan.Suatu saat disaat manusia merasa telah utuh pasti akan tiba kehancuran.
Loh kok ya aku ngelantur sih? mungkin efek pusing sore ini, sebutir pil penghilang rasa sakit kepala memang gak mempan nih kayaknya.
Kalo gitu mending gue pulang aja deh, menikmati pemandangan semrawut lagi, dan menghirup oksigen alih2 karbonmonoksida, dan polutan2 lainnya.
Selamat sore semuanya. Selamat menikmati kembali ke-ria-an kash Jakarta. Tetap bersyukur! :)
Pamit rumiyin...
6 comments:
ukuran normal dan abnormal memang semakin kabur; buat orang kampung seperti saya, "kenormalan" Jakarta yang macet, sesak, penuh polusi, carut-marut itu adalah ketidaknormalan yang nyata. hehehehe...
met lebaran ya mbak, minal aidzin wal fa idzin :)
uhuk-uhuk.. kasihan paru2 kita ya mi..
To windede: betul om, saya sendiri aja dah bingung, normal atau gak itu seperti apa, korupsi itu kayaknya normal untuk di indonesia ya??? kalo gak korupsi itu gak normal hahahaha..... (koruptor kalo baca ini pasti suka deh, ada yang "mbelani")
To siwoer: sama-sama ya woer, mana oleh2nya?
To mpokb: kalo di liat paru2 kita mungkin gak kalah jelek sama metromini kondisinya hehehehe...
mari kita nikmati segala ketidak-nyamanan ini..... hehehehe
Keep up the good work
breast enlargement br br pills safeco bussiness insurance refinance california alarm burglar systems wholesale representative roy baldwin lancaster new era gambling bill low income apartments for mercy housing in chicago adult toys wholesale canada auto bad credit loan refinancing adipex frommers budget travel magazine hard drive usb enclosure jack lalanne and weight loss didrex diet online pill la county registrar office term life pros insurance quotes in london credit report price
Post a Comment