BBM naik…dari pagi hingga petang semua orang membicarakan topik ini, sejak tanggal 1 Maret dini hari BBM naik.…subuhnya sudah jadi tema obrolan tukang sayur, nah…mulai dari sini para tukang sayur itu sudah ikut2an menaikkan harga sayur-mayur, walaupun memang gak semua sih, mereka pikir “wah besok gue bakalan nombok nih, modal 100 ribu bisa jadi 125 ribu buat tambahan ongkos” mau gak mau mereka menaikkan harga donk, mobil bak terbuka sewaan pasti ongkosnya naik juga kan, lalu pagi2 dikala para nyonya-nyonya tua dan muda berbondong2 ke pasar mereka sudah disodorkan menu dan harga sayur yang sudah lain dari kemarin…beda 100, 200 atau 500 perak itu sangat2 berarti, apalagi bagi yang ngepas (walaupun masih banyak yang harganya tetap, tapi hal ini pasti gak berlangsung lama).
Para ibu2 rumah tangga bilang “lebih baik menyiasati anggaran belanja daripada memprotes kebijakan pemerintah, capek” , mereka mengaku harus pintar2 mencari trik2 gimana caranya supaya tetap cukup, contohnya mengkombinasikan gas dan minyak tanah sebagai bahan bakar memasak, dan masih banyak trik lagi, bagusnya ibu2 ini jadi belajar untuk lebih kreatif :))
Gak hanya ibu2 saja yang kaget (sebetulnya dah gak kaget lagi sih, cuma tetep aja masih shock hehehe) tapi para penjual makanan/masakan jadi juga ikut sedih, bahan baku untuk jualan juga ikut naik itu artinya mereka juga menaikkan harga jual makanan nantinya, dan….otomatis saya, seperti pekerja2 lainnya, lalu anak2 sekolah, pokoknya semua yang butuh makan (kecuali si pus dirumah) juga ikut sedih :( karena harga makan siang naik, anak2 kos bakalan menekan ongkos makan malam, pusing deh..heheheh…ini baru soal pangan, belum yang lain2. Harga BBM untuk sektor industri yang juga mengalami kenaikan otomatis membuat ongkos produksi dan distribusi juga naik (kecuali yang distribusinya cuma pake sepeda engkol, itu pun yang genjot juga pasti ikut2an menaikkan tarif angkut, dia bilang "harga makanan warteg pada naik pak, kalo ongkos saya ndak naik ya saya juga ndak makan, kalo saya ndak makan ya ndak ada tenaganya"), nah hal ini pastinya otomatis juga mempengaruhi harga jual, gak peduli itu industri ringan atau berat, padahal dari industri2 itu kita mendapatkan barang2 konsumsi, dari mulai kosmetik sampai terasi.
Semoga saja subsidi yang dihingar bingarkan pemerintah benar adanya, gak disalah gunakan, yang bikin trauma orang awam kayak saya ini kan sebetulnya “KORUPSI” nya para penggede2 itu, bikin kita berprasangka buruk ya kan :)), semoga saja kalau memang benar, anak2 usia sekolah bisa sekolah, yang sakit dan gak punya duit bayar rumah sakit bisa berobat (yang sekarang ini rumah sakit sangat komersil dan tega meninggalkan orang sekarat di gang2 rumah sakit karena gak ada yang nanggung biayanya).
Dan maaf kalau ada yang gak setuju dengan tulisan ini :)) wong tulisan ini cuma corat-coret, eh ketak-ketik yang mengungkapkan pikiran saya yang memang awam ini, cuma sekedar ikut beraspirasi saja.
Matur nuwun..pamit rumiyin ^_^
Para ibu2 rumah tangga bilang “lebih baik menyiasati anggaran belanja daripada memprotes kebijakan pemerintah, capek” , mereka mengaku harus pintar2 mencari trik2 gimana caranya supaya tetap cukup, contohnya mengkombinasikan gas dan minyak tanah sebagai bahan bakar memasak, dan masih banyak trik lagi, bagusnya ibu2 ini jadi belajar untuk lebih kreatif :))
Gak hanya ibu2 saja yang kaget (sebetulnya dah gak kaget lagi sih, cuma tetep aja masih shock hehehe) tapi para penjual makanan/masakan jadi juga ikut sedih, bahan baku untuk jualan juga ikut naik itu artinya mereka juga menaikkan harga jual makanan nantinya, dan….otomatis saya, seperti pekerja2 lainnya, lalu anak2 sekolah, pokoknya semua yang butuh makan (kecuali si pus dirumah) juga ikut sedih :( karena harga makan siang naik, anak2 kos bakalan menekan ongkos makan malam, pusing deh..heheheh…ini baru soal pangan, belum yang lain2. Harga BBM untuk sektor industri yang juga mengalami kenaikan otomatis membuat ongkos produksi dan distribusi juga naik (kecuali yang distribusinya cuma pake sepeda engkol, itu pun yang genjot juga pasti ikut2an menaikkan tarif angkut, dia bilang "harga makanan warteg pada naik pak, kalo ongkos saya ndak naik ya saya juga ndak makan, kalo saya ndak makan ya ndak ada tenaganya"), nah hal ini pastinya otomatis juga mempengaruhi harga jual, gak peduli itu industri ringan atau berat, padahal dari industri2 itu kita mendapatkan barang2 konsumsi, dari mulai kosmetik sampai terasi.
Semoga saja subsidi yang dihingar bingarkan pemerintah benar adanya, gak disalah gunakan, yang bikin trauma orang awam kayak saya ini kan sebetulnya “KORUPSI” nya para penggede2 itu, bikin kita berprasangka buruk ya kan :)), semoga saja kalau memang benar, anak2 usia sekolah bisa sekolah, yang sakit dan gak punya duit bayar rumah sakit bisa berobat (yang sekarang ini rumah sakit sangat komersil dan tega meninggalkan orang sekarat di gang2 rumah sakit karena gak ada yang nanggung biayanya).
Dan maaf kalau ada yang gak setuju dengan tulisan ini :)) wong tulisan ini cuma corat-coret, eh ketak-ketik yang mengungkapkan pikiran saya yang memang awam ini, cuma sekedar ikut beraspirasi saja.
Matur nuwun..pamit rumiyin ^_^

No comments:
Post a Comment